Mata Air Ajaib

Setelah fenomena Ponari, muncul fenomena baru mata air ajaib di Majalengka. Dan ini dianggap memiliki khasiat ajaib, supranatural, dan diserbu banyak orang. Masyarakat haus keajaiban, dan bagaimana kita harus bersikap?

Sebuah mata air menyembul cukup besar di ladang milik Jumhali (PR 18 Maret 2009, Hal 4).  Ini membuat heboh, karena tidak lazim. Banyak orang datang membawa jerigen, botol  mineral, untuk membawa pulang air ini.  Mereka percaya air ini memiliki khasiat.

Sebenarnya dengan banyaknya hujan akhir-akhir ini, wajar saja volume air tanah meningkat.  Pada tekanan tertentu, air bisa menerobos beberapa halangan.  Dan menyembul di ladang Jumhali. Jadi fenomena ini bisa saja dijelaskan dengan ilmu pengetahuan.

Cuma rakyat haus dengan keajaiban. Mereka mengidap penyakit, dan biaya kesehatan, dokter, obat-obatan minta ampun mahalnya.  Dan tidak selalu sembuh. Jadi jauh di lubuk hatinya, mereka rindu sekali, butuh sekali layanan untuk kesembuhan.

Jadi begitu fenomena mata air Jumhali ini terjadi, mereka berbondong-bondong datang.  Mungkin bukan tanda kebodohan, tapi lebih tanda betapa kita gagal memberikan layanan kesehatan bagi mereka semua.  Tanda kerinduan mendalam akan kehidupan yang lebih baik dan sehat.  Tanda ke-putus asa-an pada sistem yang ada, sehingga mereka berpaling pada kekuatan supranatural.

Sebenarnya lebih dari itu.  Di balik sikap berbondong menghargai mata air Jumhali, ada suatu penghormatan yang tinggi pada alam. Mereka percaya akan kekuatan Ilahi, yang tercermin pada fenomena alam.

Kita terlalu rasional, sehingga kita gagal menghayati akan kekuatan alam dan kekuatan Ilahi di mana-mana. Tidak lagi kita kagum, misalnya, dengan bola matahari yang tidak pernah gagal bersinar tiap hari untuk kita. Bahwa ada kekuatan kehidupan di mana-mana, yang menggerakkan evolusi alam semesta, yang memberkati hidup kita setiap hari. Dan kita masih harus belajar untuk mengenalinya, untuk mensyukurinya, untuk memeliharanya, dan turut berkembang bersamanya.

Saya tidak akan mau ikutan antri mengisi jerigen di mata air Jumhali.  Tapi saya pikir kita perlu belajar dari mereka untuk melihat keajaiban di sekitar kita. Keajaiban kehidupan.  Keajaiban alam.

Semua yang kita anggap biasa sebenarnya mengandung keajaiban. Mengandung kehebatan.  Mengandung signature dari Sang Pencipta.

Masyarakat di Majalengka itu sudah memulainya, mungkin dengan cara yang rudimentari, kasar, bahkan keliru. Tapi spirit menghargai dan mengagumi keajaiban hidup ini pantas di simak. Kita melakukannya dengan cara yang lebih advanced, halus, dan benar, kan ya.


  1. Pak Armein,

    Biasanya di kawasan atau negara yang tidak memiliki sistem jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan atau healthcare yang kurang bagus, orang-orang yg percaya mengenai kesembuhan secara supranatural akan semakin pesat berkembang.

    Di Amerika Serikat, orang pergi ke tempat ibadah yang menawarkan “faith healing” atau penyembuhan dengan penumpangan tangan.

    Di Jerman dan negara Eropa yang punya jaminan kesehatan yang lebih baik dari Amerika Serikat, orang percaya kepada dokter dan paramedis serta perusahaan asuransi kesehatan.

  2. Sedih…:((

    Ya itulah pak, berarti pendidikan, kesehatan belum merata di negara kita…

  3. yang mengherankan itu justru fenomena ponari di jombang , secara bupatinya masuk 10 tokoh versi majalah tempo karena berhasil dibidang pelayanan kesehatan masyarakat

    http://www.jombangkab.go.id/e-gov/SatKerDa/satkerda.asp?menu=Dinkes.asp

    kalo fenomena diatas saya kira “kebodohan” masih menjadi faktor terbesar. Kalau semua masyarakat kita sudah “tercerdaskan” mereka akan berfikir rasional sebelum menerima sebuah keajaiban.

  4. IG

    Ah.. as always.. Pak Armein selalu bisa mencari apa yang baik dari sesuatu yang jelek.. Selalu aja perpektifnya berbeda..

    Kalo semua orang belajar dari orang-orang tipikal Pak Armein, Pak Budi Raharjo, dan apalagi almarhum Prof. Samaun Samadikun, ga akan tuh keluar email di milis Ikatan Alumni Unpad yang menyebutkan anak ITB sombong🙂

    -ignatius gayuh




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: