Menunggu

Saya masih terkesan dengan pengalaman saya menunggu di kantor pajak saat memanfaatkan sunset policy. Saat itu saya berkali-kali antri. Tapi ada saat saya merasa excited waktu menunggu. Dan itu patut dipelajari.

Ya betul, sampai saat ini saya masih bertanya-tanya dalam hati, mengapa peristiwa yang sama bisa membuat reaksi saya berbeda.

Waktu saya menunggu giliran untuk membayar SSP saya merasa sangat kesal. Ruangnya sempit berdesakan.  Dan ada deadline lewat jam 12 siang bank tutup. Dan atrian majunya sangat lambat.

Mungkin penyebabnya adalah saya harus antri untuk bayar. Dan kalau terlambat, saya dihukum harus bayar lebih mahal.  Ada perasaan diperlakukan tidak adil. Saya sudah datang pagi-pagi, bawa uang banyak untuk bayar pajak, tapi saya harus direpotkan begitu.

Jadi detik-detik menjelang deadline itu terasa sebagai siksaan.  Event yang obyektif dan netral, yaitu berjalannya jarum detik jam dinding, mendapat reaksi emosional dan tegang. Saya merasa harus mengalahkan deadline padahal situasinya tidak bergantung saya. I have to beat the deadline but nothing I can do to achieve that. Yang ditunggu itu deadline.

Ini membuat saya frustrasi, dan kesal saat menunggu.

Sebaliknya waktu saya menunggu SPT saya di-entry di komputer saya merasa senang. Tetap saja saya harus menunggu lama. Tapi saat itu saya mersa beruntung, dan sedang menikmati keberuntungan saya.

Ceritanya nomer antrian saya sudah 230an, sedangkan loketbaru melayani no 80an dari pagi.  Jadi saya tahu kalau begini caranya sampai lusa pagi juga saya tidak akan terlayani.  Saat saya mengeluh ke ibu di sebelah saya, mendadak ia menawarkan diri untuk mengikutkan berkas saya pada tumpukan berkasnya.  Dan no dia 80an, pas mau dipanggil. Begitu saya beri berkas saya, dia dipanggil dan berkas saya langsung ikut diproses.

Lama sebenarnya, karena ibu ini membawa empat puluh berkas! Jadi saya harus menunggu lebih dari satu jam.

Cuma saya merasa sangat beruntung.  Detik-detik jam itu adalah detik-detik saya menikmati keberuntungan. Semakin lama prosesnya, semakin saya merasa untung.  Bayangkan kalau saya tidak bertemu ibu itu, detik-detik itu adalah waktu ekstra yang harus saya korbankan menunggu. Jadi detik-detik itu adalah detik-detik keberuntungan saya.

Ini mirip sekali dengan Ina kalau berhasil membeli barang dengan harga diskon. Kalau Ina lihat di toko lain harga barang itu mahal, Ina senang sekali. Semain mahal, semakin senang. Padahal dipikir-pikir, faktanya tidak berubah.  Itu cuma harga, price tag, dan kita tidak beli barang yang kedua itu. Tapi tetap datang perasaan senang karena beruntung.

Saya menyadari sekarang, antrian, menunggu, price tag, itu semua hanyalah event obyektif.  Hanyalah peristiwa.  Kedua-duanya di luar jangkauan kita.  Nothing we can do.  Karena namanya juga event, sudah terjadi.

Tapi reaksi kita itu memberikan bobot perasaan.  Dan ada dua perasaan yang bisa kita pilih: mujur atau sial. Beruntung atau rugi. Akibat pada diri kita berbeda: excited atau frutrasi.

Saya sekarang belajar untuk melihat kemujuran dari semua peristiwa.  Keberuntungan dari semua event.

Saya sering menenteng buku catatan kecil dan PDA. Begitu saya harus menunggu, maka saya get excited.  Karena ini kesempatan saya merenung ide-ide baru dan saya tuliskan di situ supaya tidak lupa, untuk saya wujudkan nanti. Sambil merenungkan how wonderful life is.


  1. madeyusadana

    Orang Bodoh Dikalahkan Sama Orang Pintar, Orang Pintar Dikalahkan Sama Orang Cerdik Dan Orang Cerdik Hanya Dapat DIkalahkan Oleh Orang Beruntung. Jadi Orang yang merasa Beruntung adalah orang yang menang diatas segala-galanya.

  2. Saya suka bawa buku bacaan jika sedang ke Bank, ke Kantor Pajak, ke dokter, sehingga saat menunggu bisa asyik membaca…kadang malah sambil membawa kerjaan, kerjaan selesai..kita sudah dipanggil.

  3. ikminmukirimin

    Harusnya ada sauna di bank. Bisa nunggu di dalam sauna.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: