Sihir

Dulu saya tidak percaya dengan ilmu sihir. Sampai kemudian saya menyadari betapa kita semua mudah terkena sihir. Kok bisa ya?

Ilmu sihir adalah ilmu untuk mempengaruhi orang, mempengaruhi persepsinya, sehingga orang bisa terkendali.  Kekuatan yang digunakan bisa berupa kekuatan supranatural. Atau minimal kekuatan yang kurang bisa kita pahami.  Atau terkadang kita disuapi semacam makanan tertentu, atau dihembuskan zat tertentu.  Atau, dengan mengucapkan mantera.

Tapi pada prinsipnya, ini ilmu untuk mempengaruhi orang, sehingga ia tidak mempunyai pertimbangan yang baik, tidak mempunyai fakta yang tepat, tidak mempunyai pemahaman yang benar.  Kita ada dalam pengendalian penyihir tersebut.

Itu yang saya dengar di cerita-cerita.  Di dongeng.  Di film. Dalam film itu orang yang terkena sihir sering digambarkan sebagai orang dengan pandangan yang kosong, berkeliaran melakukan banyak hal tanpa ia sadari.

Sampai saya sadar, betapa kita semua bisa seperti itu.

Apakah kita sepenuhnya sadar semua yang kita lakukan tiap hari?  Apakah kita sadar tentang persepsi kita tnentang dunia?  Apakah kita sadar tentang semua motivasi kita?  Apakah kita sadar tentang semua hasrat yang mendorong kita? Apakah kita sadar tentang ke mana semua waktu kita, usaha kita, anggaran kita itu dihabiskan?

Kebanyakan kita tidak sepenuhnya sadar, lho.

Saya sering heran.  Di tempat kerja kita, mengapa ada orang berpikir bahwa everything is OK, padahal tidak. Bahwa rakyat senang, padahal susah. Dia sudah tersihir.

Ada orang yang sibuk mencari uang sana sini bahkan dengan cara yang tidak legal.  Ia sudah tersihir.

Ada orang yang sibuk mengejar berbagai jabatan.  Ia sudah tersihir.

Ada orang yang sibuk mencari berbagai kemewahan dan membeli berbagai barang asesoris yang tidak penting.  Ia sudah tersihir.

Ada orang yang selalu merasa dirinya paling malang di dunia.  Tidak ada berkat Tuhan dalam hidupnya. Ia sudah tersihir.

Perhatikan saat kita berpapasan dengan orang di jalan, di angkot, di tempat kerja, di toko, di mall, di bank.  Bagaimana matanya?  Bersinar atau redup?  Penuh aktivitas atau kosong?

Atau pergilah ke cermin.  Pandanglah mata di situ.  Apakah penuh excited, syukur atau kosong?

Betapa banyak tukang sihir berkeliaran. Orang yang senang mempengaruhi orang lain.  Baik dengan ilmu komunikasi massa di TV dan koran, atau ilmu suapan makanan sogokan yang membius kita, ataupun dengan ilmu mantera yang mendeklarasikan kejelekan atau mengutuk kita.

Mungkin kita sudah terkena sihir itu.  Fight back.  Lawanlah ilmu sihir dengan ilmu penawarnya. Yaitu ilmu sikap hidup yang selalu kritis, positif, kreatif dan realistis. Kritis artinya selalu mencek kebenaran dan logika segala sesuatu pendapat kita.  Positif artinya selalu memandang hidup dengan excited. Kreatif artinya bila ada masalah kita menciptakan solusi.  Realistis artinya selalu berdasar pada kenyataan dan bisa direalisasikan dalam kehidupan.

Keluarlah sejenak, dan pandanglah mentari di langit yang biru.  Pepohonan yang hijau dan kembang warna-warni. Margasatwa yang riang menyambut hari-hari.  Orang-orang yang siap untuk menjadi sahabatmu.  Itulah realitas yang sebenarnya, bukan sihir…


  1. Yep, sebenarnya sihir itu ada dimana2. Mantra. Trik psikologis kan? 😉

  2. Lha

    Kita bisa gak sih belajar sihir? ?
    Dimana ?




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: