Kelebihan Tabungan?

Krisis ekonomi dunia hari ini jauh lebih parah ketimbang krisis kita di tahun 1998. Menurut Paul Krugman, pemenang nobel ekonomi, ini diakibatkan terlalu banyaknya tabungan. Wah, kok bisa?

Manusia sedang belajar perilaku uang.  Setelah mata uang dilepas dari kaitannya dengan cadangan emas, uang menjadi ‘kupon’ yang dicetak bank sentral. Uang menjadi kertas berharga. Uang yang beredar dikendalikan sesuai tingkat ekonomi, tingkat inflasi, dan tingkat produktivitas, sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi.

Dan ini yang ajaib, uang bisa dicetak kapan saja, tapi setelah dicetak nilainya kekal.  Minimal kekal karena dijamin negara. Jadi, dengan berjalannya waktu, jumlah kertas berharga terakumulasi semakin banyak. Karena saya bisa menyimpannya di bank, sebagai tabungan.

Jadi bayangkan kita ikut bazaar.  Beli kupon bukan?  Nah kupon ini OK selama durasi bazaar.  Tapi tidak bernilai lagi setelah bazaar selesai.  Uang itu kupon yang aneh.  Bisa disimpan, ditabung berpuluh tahun, dan tetap secara hukum harus bernilai.

Akibatnya dengan berjalannya waktu, jumlah kertas berharga yang kita simpan itu membludag. Teorinya, kita bisa simpan di bank.  Kemudian bank akan meminjamkannya pada pebisnis untuk diinvestasikan dalam kegiatan usaha.

Masalahnya, jumlah simpanan di bank saking membludagnya sudah melebihi kemampuan pebisnis untuk berinvestasi.  Jumlah uang bebas sudah melebihi kekuatan daya serap ekonomi.

Bazaar dunia kelebihan kupon….

Inilah variasi saya dari penjelasan Paul Krugman mengenai krisis ekonomi hari ini.

Ekonom sedang jungkir balik mencari jalan keluar dari krisis ini.  Saya berpikir paling tidak ada dua hal yang harus berubah.

Pertama, semangat menabung itu harus direvisi.  Minimal spiritnya.  Ya betul kita perlu menabung untuk menjaga cash flow. Tapi, kelebihan tabungan harus segera kita investasikan pada sistem produksi, inovasi, dan ilmu pengetahuan.  Kemudian uang kita juga harus diinvestasikan pada pengembangan generasi baru. Bukan di tabungan finansial. Uang kita harus bisa diserap di luar sistem finansial murni.

Kedua, harus ada expiration dates dari ‘kupon’. Harus ada mekanisme untuk mengkadaluarsakan nilai uang. Supaya tidak terjadi banjir uang, yang mengharubirukan kehidupan. Ironinya, kalau tidak ada mekanisme ini, maka ada invisible hand yang menghancurkan nilai uang anda, ya lewat krisis moneter seperti di tahun 1998 dulu itu.

OK, pikiran saya yang kedua itu mungkin terlalu drastis, spekulatif, dan revolusioner bagi banyak orang. Tapi pikiran yang pertama seharusnya cukup praktikal.

Ya, kita harus rajin menabung.  Tapi secukupnya saja di bank. Selebihnya bukan di bank, melainkan di bidang usaha, pengembangan aset intangible, dan pendidikan anak-anak kita.


  1. Usulan saya adalah menerapkan pajak kekayaan (bukan pajak penghasilan).
    http://diantn.blogspot.com/2009/02/pajak-kekayaan-vs-pajak-penghasilan.html

  2. salah satu masalah keuangan zaman sekarang adalah ‘fractional reserve banking’, yang menyebabkan jumlah uang tidak terkontrol. Ini salah satu paper yang membahas secara rada ilmiah: “Fractional Reserve Banking as Economic Parasitism: A Scientific, Mathematical & Historical Expose, Critique, and Manifesto” http://ideas.repec.org/p/wpa/wuwpma/0203005.html

  3. Menarik, saya kira pendapat ini benar. Orang seperti berlomba-lomba menabung karena bunga dan low risk yang akhirnya : 1. Sektor riil kurang dana 2. terjadi perlombaan bunga antara bank, ada yg lebih tinggi bunganya.. pindahlah ia. Untung ada penjaminan yang membatasi bunga tabungan yang dijamin. 3. Akibat bunga tabungan tinggi, bunga pinjaman pun menjadi tinggi. Mungkin inilah yang disebut bahaya riba.

    Kesetiakawanan sosial yang berkurang juga menyebabkan orang pakai kartu kredit buat ngutang daripada ngutang ke teman/saudara/bos🙂 . Akibatnya makin ramai kartu kredit, makin ramai lomba bank buat nerbitkan kredit, bank pun makin aktif menarik tabungan.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: