Comfy Critics

Setelah Obama menang, partai Republik di Amerika mengalami krisis.  Dan muncul Rush Limbaugh, dengan gagah berani membakar semangat partai Republik. Ia berdoa supaya Obama gagal. Aneh, banyak orang konservatif di AS  mulai memandang penyiar radio ini sebagai pemimpin baru mereka. Cuma karena dia pintar mengkritik.

Hehe, memang ini peristiwa jauh dari Indonesia.  Di AS sana.  Tapi fenomena seperti ini banyak sekali di Indonesia.

Limbaugh itu memang pintar bicara.  Namanya saja reporter radio dan TV. Dia cari makan dengan ngomong sana ngomong sini. Uangnya sudah jutaan dollar dengan cara itu. Saya pernah nonton acaranya.  Tidak suka, tapi mau tidak mau kagum dengan kemampuannya.

Cuma ada yang beda jauh antara Obama dengan Limbaugh.  Setelah mengkritik, Obama betulan turun tangan. Ikut pemilu.  Dan sekarang menjadi pejabat yang siap dikritik. Kerja keras siang malam.

Limbaugh mana mau. Setelah memperlihatkan semua kemampuan ngomongnya, dia pulang.  Melanjutkan kebiasaannya. Cari duit sebanyak mungkin. Jadi dia mengkritik dari tempat yang nyaman dan comfortable.

Jadi kalau suatu hal benar-benar penting buat kita, jangan cuma berhenti di omongan mengkritik, kayak Limbaugh itu. Comfy critics. Kita harus terjun.

Anybody can criticize. If it’s important to you, you must go beyond words and jump in, else you’re just a coward with a big mouth. — Jack Ellis




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: