Biaya Hidup Sehat

Jaman sekarang untuk hidup sehat pun mahal. Kita harus belajar cara hidup preventif.

Saat tagihan kartu kredit datang, saya jadi geleng-geleng kepala.  Ternyata setiap bulan saya setor duit tidak sedikit ke rumah sakit dan klinik. Ongkos berobat.

Januari kemarin saya cidera otot di bahu kanan.  Harus terapi lima kali. Habis ratusan ribu.  Kemudian saya harus memasang jaket gigi. Habis ratusan ribu. Terakhir, kelopak mata saya bengkak.  Mungkin digigit serangga.  Karena urusan mata itu selalu berbahaya, saya harus segera berobat juga.  Habis ratusan ribu rupiah juga.

Saya sembuh.  Itu harus disyukuri. Tapi habis total dua bulan terakhir sudah mencapai jutaan rupiah.

Biaya kesehatan itu mahal, dan semakin mahal. Dan kita ada dalam posisi sulit.  Bila kita tidak mengobatinya, kita akan menderita kesakitan yang mungkin akan tambah parah.  Tapi semakin lama biaya dokter semakin tinggi.  Obat-obatan juga.

Untung sebagai dosen ITB, saya bisa ke klinik ITB.  Di situ bayaran relatif murah.  Terutama karena saya disubsidi ITB. Tapi tetap saja uang keluar bisa lumayan, lumayan buat nraktir anak saya di Pizza Hut.

Saya kira memang ada filosofi yang salah di sini.  Kita tidak diajarkan untuk hidup sehat. Bahwa sakit itu selalu bisa dihindari.

Selama ini kita menganggap sakit itu wajar.  Dan berobat ke rumah sakit, atau klinik itu normal. Rutin. Oleh sebab itu anggaran biaya kesehatan itu selalu diterjemahkan menjadi biaya untuk berobat karena kita jatuh sakit. Akibatnya kalau saya ke klinik, rumah sakit, atau apotik, saya selalu melihat keramaian. Laku keras.

Seharusnya anggaran kesehatan itu adalah anggaran untuk meningkatkan daya tahan tubuh.  Anggaran rekreasi. Anggaran olah raga. Anggaran vitamin.  Anggaran gizi yang baik.  Sayangnya hal-hal seperti ini tidak ramai, tidak laku keras.

Sekarang sudah bulan Maret.  Semoga tidak perlu lagi ke Borromeus. Saya mau coba keluar uang untuk keperluan preventif saja, bukan kuratif. Kalaupun harus ke dokter, mau saya selesaikan di klinik ITB saja.

Tidak mudah memang.  Karena cuaca berubah-ubah. Udara kotor dengan asap knalpot.  Debu di jalan penuh dengan koman-kuman.  Dan kuman sekarang makin resist terhadap antibiotika. Udara tidak segar dan sehat.  Semua mudah terkena penyakit saluran pernafasan, just by being outdoor. Jadi, akibat perbuatan kita sendiri, dunia ini semakin tidak mendukung kesehatan.

Tapi mari kita coba.  Sediakan anggaran kesehatan.  Bukan untuk biaya sakit, tapi untuk biaya sehat. Anggaran ini termasuk uang dan waktu…


  1. ita

    Uang, waktu, info kesehatan, juga mind-set yang menyehatkan, pak… Sepertinya yang terakhir ini yang bakal memakan perhatian lebih. Karena stressor makin besar kadang tidak selalu dibarengi kecepatan dan perubahan pola pikir kita. Dan sistem tubuh kita pun tak makin menguat. Selamat atas semangatnya pak, salam kenal. Semoga makin sehat🙂

  2. Pakai asuransi saja Pak. Memang kelihatannya sih ada pengeluaran rutin ekstra, tapi lumayan membantu kok.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: