Mahasiswa Sebagai Pelanggan?

Status mahasiswa semakin berubah. Dulu ia adalah partner dalam belajar. Civitas akademika. Sekarang, sadar atau tidak, mahasiswa semakin diposisikan sebagai konsumen. Pelanggan. Dan ini tidak pas.

Kalau anda ingin tahu status anda dalam suatu kelompok, mudah. Anda harus bayar, gratis, atau dibayar di situ? Kalau anda harus bayar, anda pelanggan. Kalau gratis, anda mitra. Kalau anda malah dibayar, anda alat produksi.

Dulu kala, kita sudah sangat beruntung menjadi mahasiswa. Maklum di jaman Belanda,tidak mudah menjadi mahasiswa. Oleh sebab itu dosen-dosen sering memmperlakukan mahasiswa sesukanya. Dan mahasiswa semua pada nurut. Kan sudah untung bisa kuliah.

Beruntung ini tidak berlangsung lama. Dalam konsep yang benar, mahasiswa adalah civitas academica. Jadi dia sama dengan dosen, mitra dosen, dalam belajar. Ia adalah kandidat ilmuwan. Boleh jadi dia masih hijau, ilmunya belum canggih. Tapi itu cuma soal waktu. Dengan mengikuti kegiatan akademis ia akan matang dan dan menjadi semampu dosennya.

Jadi seharusnya mahasiswa itu gratis bersekolah di kampus. Mitra kok bayar. Ia sama dengan dosen, bertanggungjawab mejalankan tridarma perguruan tinggi. Ia ikut program pendidikan, riset, dan pengabdian masayarakat.

Sayangnya, kondisi hari ini semakin jauh dari konsep itu. Mahasiswa harus bayar mahal. Akibatnya ia semakin bergeser menjadi pelanggan. Orang yang harus dilayani di kampus. Ia tidak lagi didorong untuk bertanggungjawab menjalankan tridarma itu. Ia cuma numpang lewat, bayar, dan nanti dapat ijasah.

Saya pikir ini memang isu yang tidak mudah. Bagaimana bisa. Sekolah di perguruan tinggi kok gratis?

Tapi menurut saya pertanyaan ini adalah excuse dari orang yang malas mikir. Lha itu, kalau betul universitas menghasilkan nilai, value proposition, maka libatkanlah mahasiswa ke dalam proses penghailan nilai tersebut. Maka dari situ kita dapat menggaji mahasiswa.

Mungkin ada yang menertawakan ide ini. Mimpi kalee yaa? Sebenarnya tidak. Coba lihat Stanford University. Universitas ini memasang tarif yang mahal untuk kuliah S3, tarif yang proporsional terhadap biaya mendidik mahasiswa. Tapi nyaris tidak ada mahasiswa S3 yang bayar, karena semua mendapatkan beasiswa atau tunjangan finansial. Uangnya dari mana? Ya dengan melibatkan sepenuhnya mahasiswa pada kegiatan tridarma dosen itu.

Kita saja yang malas mikir. Kita saja yang miskin ide.

Jadi yang paling kasihan sekarang itu adalah mahsiswa. Mending kalau memang diperlakukan sebagai pelanggan, karena pelanggan adalah raja, bukan? Sayangnya di kampus kita, tidak terjadi. Sudah mahal bayar, terkadang masih diperlakukan seperti di jaman Belanda itu.

Saya pikir kedua-duanya buruk. Memperlakukan mahasiswa sebagai pelanggan, atau memperlakukan mahasiswa sebagi orang beruntung bisa kuliah itu tidak lah pas. Yang paling pas adalah memperlakukannya sebagai civitas academica. Orang yang ikut bersama-sama memikul tanggungjawab akademis.

Dan itu bisa dibuat sustained, seperti di universitas kelas dunia yang maju itu.

Advertisements

  1. anugrahkusuma

    Ini untuk kasus di bidang engineering.

    Ide saya tentang trisdharma perguruan tinggi di bidang engineering adalah “produksi dalam negeri”. Masalahnya, bisa tidaknya bangsa Indonesia memproduksi produk engineering sendiri, tergantung policy Pemerintah.

    Kalo policy pemerintahnya cuman dagang doang, gak pake usaha untuk produksi sendiri, tridharma perguruan tinggi, dengan fasilitas “S3 gratis” di area ini sangat sulit, akibatnya ga ada dana ngalir juga untuk bayarin mahasiswa.

    Ini pandangan pesimistis saya. Barangkali ada yang optimis ?

  2. davsam

    walah pak.. beasiswa saya yang dari perusahaan network aj dipotong oleh pihak “atas”… saya cuma dapet 1/2 saja… besok mau saya urus… hoho

  3. Ndro

    pak, idenya boleh saya “curi” gak? (mau curi kok ngomong2) mau kasih tulisan ke media. tapi nama bapak saya masukin ke tulisan kok

    • azrl

      Monggo mas Hendro, dengan senang hati. Salam saya




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: