Gap Gaji

Posting soal gaji dosen ternyata mendapat perhatian cukup banyak. Saya  tergelitik dengan pertanyaan: saya sudah bekerja keras, dengan ilmu yang canggih, tapi mengapa gaji saya kecil? Saya ingin bilang: ada gap antara kemampuan dengan gaji.  Dan gap itu harus dijembatani.

Ada jurang antara potensi dan realisasi.  Ada pemisah antara bakat (aset) dan hasil. Bagaimana cara menjembataninya?

Kaplan dan Norton adalah pakar manajemen yang sangat terkenal.  Mereka mempopulerkan konsep Balanced Score Card. Tapi pada dasarnya, mereka membangun konsep jembatan antara aset dengan hasil, yaitu melalui proses dan proposisi nilai (value proposition). Ada dua komponen jembatan itu: komponen proses dan komponen proposi nilai.

Menurut mereka, aset, bakat, dan talenta kita adalah modal.  Modal ini harus diaplikasikan, diterapkan pada beberapa proses.  Dan hasil proses itu haruslah proposisi nilai bagi pelanggan.  Dan dari proposisi nilai ini maka hasil yang kita inginkan bisa tercapai.

Proposisi nilai itu diwujudkan dalam produk yang memuaskan kebutuhan pelanggan.  Produk ini bernilai tinggi bagi pelanggan sehingga ia bersedia menukarkannya dengan uang. Nilai tinggi ini dicapai dari fitur-fitur unik dan unggul dari produk ini.

Nah produk ini datang dari mana? Produk ini dihasilkan oleh proses. Proses yang mereka usulkan ada empat: inovasi, efisiensi produksi, penjangkauan pelanggan, dan regulatori.

Inovasi artinya membuat produk unggul dari segi fitur yang baru. Efisiensi produksi membuat produk unggul dari segi harga.  Penjangkaun pelanggan membuat produk unggul dari segi kesesuaian dengan kondisi pelanggan. Dan regulatori membuat produk bisa bertahan di pasar secara posisi dan standar.

Jadi kembali pada persoalan, mengapa gaji bisa kecil? Menurut saya ini terjadi karena jembatan tersebut tidak terbentuk. Skema yang menghubungkan antara bakat dengan hasil tidak dibangun.  Dengan kata lain, kemampuan dosen yang tinggi tidak diterapkan pada proses yang menghasilkan value proposition bagi pelanggan.  Tidak ada yang merancang jembatan ini di kampus-kampus kita.

Kalau kita ingin bergaji tinggi, maka kita perlu masuk ke dalam proses yang menghasilkan proposisi nilai tersebut. Organisasi kita harus masuk ke dalam bidang yang penting.  Organisasi kita perlu mengambil tanggungjawab yang penting. Dari situ baru kita bisa membangun jembatan tersebut.  Jembatan yang melintasi gap antara bakat dengan hasil.


  1. Trio

    Saya pikir bisa pak kalau gaji mau tinggi. Prinsipnya jelas, asal memang memberikan nilai yang jelas bagi para customer maka mereka akan mau menukarnya dengan uang dan customer dosen tidak terbatas pada mahasiswa.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: