Panjang Umur

Semoga hidup kita panjang umur.  Kita terbiasa mengucapkannya.  Memangnya kita ingin usia kita sepanjang berapa? Padahal yang lebih penting seberapa besar kehidupan yang kita isi semasa umur kita itu.

Waktu berjalan sangat cepat.  Sebentar lagi Februari 2009 akan berakhir.  Berarti sepuluh bulan lagi tahun 2009 akan berakhir. Dan usia kita kembali bertambah.

Apakah kita senang kalau usia kita terus bertambah?  Kalau umur kita panjang?

Rata-rata usia manusia Indonesia katanya 67 tahun.  Usia manusia paling-paling 120 tahun. Kita ingin usia kita bisa seberapa panjang memangnya?

Saya rasa yang lebih penting bukan panjangnya usia kehidupan, tapi tingginya pertumbuhan kehidupan.

Maksudnya apa?

Dalam 67 tahun usia kita itu, kita isi dengan apa?  Dalam 365 hari dalam setahun, kita isi dengan apa?  Dalam 30 hari sebulan ini kita gunakan untuk apa?  Tujuh hari seminggu kita jalani bagaimana? 24 jam sehari dipakai untuk apa?

Kita isi dengan kehidupan, bukan? Being alive. Berperilaku seperti makhluk hidup.

Hidup ini adalah perayaan.  Festival.  Pesta. Seperti pesta perkawinan. Ya, kita merayakan perkawinan kemanusiaan kita dengan keilahianNya.

Dan namanya juga pesta.  Kita perlu bawa kegembiraan kita dalam pesta kehidupan ini.  Kita perlu bawa kado. Untuk itu kita membawa karya kita, sumbangan kita, kontribusi kita pada kehidupan ini.

Wah, bukannya kita harus serius? Kok malah disuruh pesta sih?  Demikian pertanyaan kita.

Look, pesta juga perlu dipersiapkan dengan serius. sebuah pesta perkawinan memerlukan persiapan berbulan-bulan. Ada yang harus menyiapkan undangan, catering, dekorasi, musik, acara, dan lain-lain.  Ini serius lho.  Perlu persiapan yang teliti.

Tapi seteliti apapun, seserius apapun, ini tetap sebuah pesta perayaan.  Pada akhirnya keseriusan itu berbuah kegembiraan dan sukacita. Bersama kesukacitaan sang pengantin.

Dan setelah pesta usai kita pulang.  Bisa 120 tahun kemudian, bisa sebelumnya.  Rata-rata orang Indonesia 67 tahun.

Tapi sama dengan pulang dari sebuah pesta perkawinan, kita tidak sedih. Kita tahu we have a new beginning.  Akan ada keluarga.  Akan ada tangisan bayi. Dan akan ada lagi perkawinan yang akan kita rayakan. Jadi kita sukacita.

Ya, semoga panjang umur. Tapi lebih penting lagi: enjoy the party

Advertisements

  1. nt.s.hol

    Errr… la vida es un carnaval?




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: