When nobody sees us…

Jaim, alias jaga image rupanya menjadi semakin penting.  Padahal apa yang kita lakukan saat tidak dilihat orang itulah yang paling menentukan.

Kita senang bila dianggap orang lain bagus.  Persepsi orang tentang kita itu kita anggap penting. Saya tidak tahu mengapa.  Mungkin ini wired dalam otak kita. Mungkin kita sedang berempati bahwa kalau kita senang pada seseorang maka kita akan melakukan sesutau yang favourable kepadanya.  Maka kita ingin diperlakukan seperti itu.

Tapi itu cuma kemungkinan.  Karena saya sampai hari ini tidak mengerti mengapa kita begitu sensitif tentang ini.  Tentang image kita di mata orang.

Padahal kita bertumbuh melalui proses latihan.  Dan latihan itu kita lakukan di luar ruang publik.

Seorang petinju hebat memang bisa memukau saat ia tampir di atas ring.  Tapi jangan kita lupa.  Untuk satu jam di atas ring, dia berlatih berbulan-bulan.  Latihan yang berat di sasananya.  Dan itu kita tidak lihat.  Kalau dia hanya mempersiapkan diri sekedarnya, dan tampil gaya di atas ring, hampir pasti dia akan kalah telak, kalah KO.

Jadi jaim mungkin perlu.  Tapi yang paling penting adalah apa yang kita lakukan di luar ruang publik.  Apa yang kita buat saat orang tidak melihat kita.  Karena the real growth of our personality happens when nobody sees us...


  1. Setuju Pak Armein. Konsep biar Tuhan saja yang liat…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: