Mahasiswa ITB Tewas dalam OS

Dwi Yanto Nugroho meninghal dunia saat mengikuti ospek di daerah Lembang. Mahasiswa Teknik Geodesi ini di bawa ke RS Borromeus Minggu sore dalam keadaan tewas.  Belum diketahui penyebabnya, karena yang tahu hanya mahasiswa penyelenggara ospek itu.

Nyawa itu di tangan Tuhan. Dan saya tidak tahu penyebabnya.  Apalagi siapa yang salah. Bisa saja ini bencana yang di luar kekuasaan manusia.

Saya tidak ingin melakukan judgment sebelum semua informasi lengkap.

Tapi bagaimanapun, celakalah kita yang tidak menjaga nyawa orang.  Yang tidak menghargainya. Yang tidak melindunginya.

Mahasiswa ITB itu titipan orang tuanya.  Ia titipan masyarakat.  Terlebih, ia itu titipan Tuhan pada kita semua.  Kita mendapat amanat.  Apakah kita sudah menghargai amanat ini?

Oleh sebab itu, kita tidak boleh sembarangan.  Apalagi membawanya dalam kondisi yang membahayakan. Mungkin dia sedang sakit.  Tapi kalau dia tidak ikut ospek, dia takut akan dikucilkan. Dia akan dimusuhi.  Jadi dia memaksakan diri. Dan kondisi sakitnya memburuk, sehingga ia meninggal.

Atau ia sebenarnya sehat.  Tapi kondisi psikologis ospek bisa tidak tekendali. Mungkin para senior dulu mengalami kekerasan.  Ini kesempatan membalasnya.  Dan kekerasan ini terlalu keras untuk anak ini, sehingga ia meninggal..

Mungkin ia sehat.  Senior juga tidak melakukan kekerasan.  Tapi kondisi alam yang tidak ramah.  Tidak aman. Ada kecelakaan dan anak ini meninggal.

Semua ini mungkin terjadi mungkin tidak. Tapi sekarang tanggunjawab pelaksana ospek dituntut.  Mereka harus terbuka.  Mereka harus terus terang.  Mereka harus menjelaskan dengan jujur kepada kita semua.  Kepada publik.  Kepada orangtua.

Untuk sebuah nyawa yang sudah melayang, tidak ada lain yang harus dilakukan selain kejujuran. Selain keterbukaan.  Sehingga semua bisa belajar dari peristiwa ini. Sehingga semua bisa membuat keputusan yang adil dan bijaksana.

Kalau tidak ada keterbukaan, maka saya ingin meminta pada semua pihak untuk segera sejak saat ini juga menghentikan dan menghapuskan kegiatan opsek ke luar semacam ini untuk selama-lamanya dari kampus ITB.

Advertisements

  1. juri

    Gimana ya, Ospek itu sebenarnya adalah tradisi sebuah universitas dalam rangka perkenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa yang baru saja ikut bergabung dalam sebuah perguruan tinggi. Namun dalam pelaksanaannya itu di salah gunakan oleh sebagian orang yang merasa dirinya adalah orang yang harus dihormati oleh mahasiswa baru yaitu dengan cara menjatuhkan mental mereka, namun mereka juga suka berlebihan karena sering menggunakan kekerasan yang tidak semestinya dilakukan oleh kaum intelek.

    Kejadian diatas hanyalah salah satu contoh yang mencoreng pola kampus dalam pelaksanaan perkenalan kehidupan kampus.

    saya berpendapat bahwa hal itu juga merupakan kesalahan pihak kampus yang kurang memberikan baik perhatian maupun didikan terhadap mahasiswa yang diberi wewenang untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

    Untuk kedepannya marilah kita bersama jika mengadakan kegiatan semacam ini untuk saling mengingatkan agar kejadian ini tidak terulang kembali.

    Thank`s. GBU All

  2. fauzan

    Kalo selama ospek saya dulu di its , ada perwakilan dosen yang bertugas memantau kegiatan mahasiwa pak , tapi kalau di itb saya kurang tahu dosen dalam mendampingi mahasiswanya … !!! Jadi meskipun Prodi menandatangani , lantas tidak harus serta merta membiarkan kegiatan tersebut , malahan kajur bagi-bagi no HP semacam selebritis gitu , kalau ada senior yang melebihi tindakan diluar batas bisa langsung call . Karena bagaimanapun kalau ospek dibubarkan , sepertinya itu terlalu mematikan kreativitas berorganisasi himpunan jadi untuk sama-sama baiknya dan saling menjaga hubungan simbiosis mutualisme antara mahasiwa baru(maba ) , senior , dan dosen .
    Makasih pak , mungkin itu cuman sedikit saran saja , yang penting selalu damai ya pak

  3. jimmy

    saya alumni itb. setahu saya yang namanya ospek di ITB sudah lama dihentikan oleh pihak rektor. Bahkan waktu saya kuliah dulu yang namanya ospek itu tidak wajib diikuti. Kalaupun ada kegiatan ospek, itu adalah kegiatan dari himpunan mahasiswa diluar pendidikan. Jadi apabila terjadi sesuatu maka yang bertanggung jawab adalah himpunan mahasiswa tersebut.

  4. lia

    sebenernya dari Prodi udah ngasih ijin kok..
    tapi peraturan dari rektorat,,kalo ospek di luar kampus itu emang gak boleh dan harus seijin rektorat..makanya ini dianggep ilegal

  5. stefanus

    turut berduka cita bagi kluarga yang ditinggalkan…
    saya juga kuliah di itb, saya tidak pernah menyangka ospek malah berakibat fatal.
    jujur saya juga malu ternyata itb yang digembar gemborkan baik dan bagus, ternyata tidak demikian…
    sedih deh…….

  6. anonim

    saya bukan mahasiswa itb ataupun anggota himpunan mahasiswa geodesi itb
    tapi saya mengenal dgn baik anak2 IMG termasuk ketuanya. dan asal kalian tau, kejadian ini benar2 diluar kuasa panitia. panitia sama sekali tdk melakukan kekerasan fisik.
    almarhum meninggal kebetulan saat ospek sehingga banyak spekulasi negatif ttg ini. saya harap masyarakat tidak mencerna ini secara mentah2 dan berspekulasi negatif dulu.
    saya juga berharap ketua IMG diberi kekuatan untuk menghadapi cobaan ini.

  7. Saya punya banyak sekali teman dari geodesi..Mereka kemarin memberikan penjelasan ke saya tentang apa yang terjadi, tapi saya juga ga berani publish,soalnya ga enak juga..

    Tapi, saya daridulu ga setuju sama ospek itu..dulu itu saya ikut ospek hanya biar dapet temen aja..Udah ga jaman kali ya ospek2 ga jelas gitu..males..

    Saya jadi tau kenapa mereka yang memutuskan untuk nonhimp,alasannya cukup jelas terlihat..

  8. turut berduka cita….

    harusnya memang kegiatan kaderisasi itu lebih terarah dan terpantau….

    iya…dulu itb katanya jg ada dosen yang mendampingi

    saya rasa yang ikut ospek atau yang mengospek harus tau konsekuensi terburuknya

    (padahal saya jg produk ospek, huhuhu)

  9. yoyo

    turut berduka cita atas meninggalnya kakak kami GD 07, saya juga rencananya masuk GD, saya sedih karena kampus kami ternyata gak jauh beda ama IPDN,,,,

  10. nurul

    Sebenarnya kita sebagai pihak luar tidak bisa berspekulasi dan menyalahkan siapa2 sebelum ada bukti yang jelas..daripada kita berspekulasi atas berita yang simpang siur tentang penyebab kematian mahasiswa geodesi itb tersebut lebih baik kita memikirkan jalan yang terbaik bagi masalah ini.

  11. Rachmad K

    INGAT para IMG yg umat muslim, dosa pertama yang dihisab Allah Subhanahuwata’ala adalah pertumpahdarahan/pembunuhan (terlepas sengaja atw tidak). Buat para leluhurnya…DIAAM….apakah kalian udh merasa aman dari pertanggungjawaban itu karena terus menjaga tradisi ini. Seorang anak adam alaihissalam aja ikut terkena imbas seluruh pembunuhan dimuka bumi ini.

  12. media

    Gpp ga kuliah di itb.. lagipula sudah mahal juga SPP-nya. Buat Rachmad.. banyak betul dosa kita ya berati.. berapa juta nyawa dan darah yg sudah tumpah di dunia ini. ngeeriii-nya..

    btw, dpt info darimana klo “Seorang anak adam alaihissalam aja ikut terkena imbas seluruh pembunuhan dimuka bumi ini.”

  13. Rachmad K

    Seorang anak adam bos klo dari penafsiran israiliyat itu namanya Qabil. Bukan cucunya atw keturunan anak adam. Silahkan di googling aja hadist nya.

  14. herdyah

    seharusnya semua elemen yang terlibat dalam ospek bisa saling menjaga agar hal buruk bisa dihindari.

    jika peserta tidak kuat, bilang tidak kuat

    panitia harus tanggap dengan kondisi pesertanya, bukan kah selalu ada surat keterangan sehat dan riwayat penyakit sebelum mengikuti semacam ospek?

    peserta lain jika melihat kawannya sakit harus segera menolongnya

    semoga menjadi pelajaran yang sangat berharga

  15. betul. untung “disaya” gak sampai kesana. walaupun korbannya saya juga sih. hehehe.

    Aspek psikologis dan kesehatannya ada hubungan erat kayaknya. Karena, kalau saya sendiri, sangat jarang terbuka tentang kesehatan kesiapapun termasuk orangtua. (bukan untuk dicontoh)

    saya buat opini saya diblog saya. 🙂

  16. archie

    Saya turut berduka cita atas meninggalnya Wisnu…….

    Namun demikian saya merasa keberadaan ospek tidak perlu dihapuskan, saya sendiri adalah mahasiswa ITB walaupun bukan dari Teknik Geodesi dan telah melewati masa ospek tersebut. Dari pengalaman saya, ospek memang melelahkan, tapi kami TIDAK DIPAKSA untuk menjalankan semuanya kalau memang tidak kuat, bahkan panitia sering bertanya apakah kami masih kuat atau tidak, dan memaksa istirahat orang yang kelihatannya memang benar2 sudah tidak kuat lagi (walaupun seringkali ada yang keras kepala). Selain itu banyak hal positif yang bisa didapatkan dari sini, kamu jadi semakin kenal dan akrab serta kompak, baik dalam satu angkatan maupun dengan angkatan laiinnya. Terus terang sebelum mengikuti Ospek ini tidak semua teman2 dalam satu angkatan saya kenal, tapi setelah mengikutinya, tidak hanya saya mengenal semua teman seangkatan, tapi angkatan lainnya juga. Dan bisa dibilang ospek itu juga melatih mental kami dalam menghadapi tantangan.

    Hal yang terjadi kali ini memang sangat disesalkan dan saya harap tidak akan terulang lagi…..

  17. hanif

    ah mau spek ga ada kekerasan mau ada tapi hasilnya ada yang mati.

    dah semua yang jadi panitia penjara aj kalo perlu di keluarkan dari itb biar pada kapok.Pasti tahun depan pada mikir mau ada ospek lagi dan sebangsanya,itb merasa paling hebat dan itu hukuman bagi yang merasa paling hebat….

    hapus ospek dah ga jaman gw aja ga ikut gituan punya banyak temen tuh,so ga ikut ospek gadapet temen itu bullshit…

  18. busetttt

    @ mas (atau mba?) hanif

    haduh.. malu dong mas.. sudah menghina-hina kampus saya.. nulis aja belum becus!

  19. mega

    masuk itb tu sukar (dan sangat mahal). Keluar itb tu sukar (kuliah yang horror). Lulus dari itb juga sukar (untuk cari kerja)

    Dengan segala kesulitan yang telah saya sebutkan di atas, kenapa para mahasiswa malah sempat2nya bermain dengan api? Belum cukup puas dengan masalah yang sudah ada? Lihat akibatnya sekarang, nyawa adik kelas direnggut. Apa sih yang dicari sampai harus menelan korban? Korban sudah jatuh, tidak seLAYAKnya ada dalih ini itu dari panitia.

    Tapi,

    apa memang betul yang salah HANYA himpunan tersebut? Sangatlah tidak logis apabila pihak rektorat tidak mengetahui (dan tidak segera BERTINDAK) ketika mendengar bahwa ada kegiatan kaderisasi illegal yang diadakan oleh mahasiswa geodesi.

    Hanya dengan membuat, misalnya, surat DO, pasti langsung bisa menghentikan mahasiswa-ITB-yang-katanya-pintar-dan-peduli-masa-depan untuk berpikir 1000x sebelum mengadakan kaderisasi. Sama saja, baru heboh dan mau peduli ketika ada korban..

    juz my 2 cents

  20. anonim

    @ busetttt : saya setuju dengan anda..
    itu mas/ mba hanif ko begitu bicaranya..
    jujur, saya tidak suka baca kata2 “itb merasa paling hebat dan itu hukuman bagi yang merasa paling hebat….”
    jangan menyamaratakan seluruh elemen itb untuk kasus ini, bukankah semua akan merasa institusinya yang paling hebat? jangankan itu, tiap individu pun kadang selalu merasa dirinya paling hebat..
    katakan unpad, sebagai mahasiswa unpad tentu akan merasa unpad yang paling bagus, paling hebat..
    mahasiswa its tentu merasa its paling hebat..
    siapa anda untuk men-judge hukuman ini itu bla bla bla..?

    “hasilnya ada yang mati..”
    apa anda tipe yang tidak peduli proses dan berorientasi hasil?
    apa itu adil? mau nyontek, mau nyogok, mau ngancem, pokonya hasilnya saya harus ranking 1? analogi yang sama kan?
    bukan berspekulasi soal ada kekerasan atau tidak tapi hasilnya ada yang mati mas/mba..
    yang namanya kematian itu takdir, soal waktunya itu sudah menjadi ketetapan Tuhan. Yang bisa dipengaruhi ikhtiar manusia itu caranya, jalannya, prosesnya..
    contohnya, kita hidup udah berusaha makan sehat, olahraga, rutin ke RS, berarti mungkin yang menyebabkan kematian kita kecelakaan? kesalahan orang lain? tapi waktunya ya tidak bisa maju tidak mundur..

    sudahkah anda benar2 mencari tahu apa yang terjadi dalam kasus ini? datanglah ke kampus kami, ngobrol sama kami supaya paling tidak sedikit lebih banyak tau soal kasus ini (walaupun yang tau pasti ya hanya panitia yang ada di lokasi saat itu)..
    kejadian ini semua diluar dugaan dan kendali panitia, bahasa kasarnya : kebetulan sang korban tewas saat dalam kondisi ospek..
    kemudian yang diangkat banyak media adalah kata yang paling mudah ditangkap, yaitu OSPEK, ITB, dan TEWAS..
    jadi tolong jangan berburuk sangka sebelum anda benar2 mencari tau, lebih baik diam kalau belum yakin apa yang terjadi..
    karena kalau seperti ini, seperti halnya saya dan mas/mba busetttt sedikit sakit hati padahal kami juga orang2 yang tidak terlibat dan juga sama2 mencari informasi
    terima kasih.

  21. nugie

    Halo2… rektornya bertanggungjawab dong !!!

    Dari kemarin2 ngurusin DOKTOR HUMORIS CAUSA buat SBY, sampai menjilat2 ke istana (ditolak pula, maluuuuu deehh), sekarang lempar2 kesalahan untuk kasus internal yang berat.

    Turun dong pak rektor !! Jabatan Anda sudah kecimpratan darah 1 mahasiswa karena kelalaian Anda mengontrol anak buah Anda.

    Pak Armein aja yang jadi rektor, pasti ITB penuh kedamaian…. Vote pak Armein for Rektor ITB !!!! 🙂

  22. Harish

    Saya yakin dalam kejadian ini tidak ada kesengajaan untuk melakukan suatu pembunuhan yang direncanakan, banyak faktor yang mengakibatkan hilangnya nyawa Dwi Yanto dan kita pun belum tahu kepastiannya…,
    Tapi yang jelas, sekarang ini sudah saatnya Ospek semacam ini ditinggalkan, saya rasa masih banyak kegiatan positif lain yang bisa dilakukan, untuk membentuk watak mahasiswa sebagai seorang calon leader yang baik. Tidak harus dengan cara2 kekerasan seperti yang biasa terjadi di Ospek, walaupun nantinya kehidupan seorang geodet di dunia kerja memang berat.
    Mari kita sama2 berbenah diri

  23. observer

    kalo ada yang bilang TIDAK DIPAKSA, ya memang tidak secara verbal…tapi beberapa orang mungkin kalo “ditanya” dengan nada kasar/intimidasi “kamu mampus?” mungkin akan berpikir seribu kali sebelum ngaku “mampus”…. dari pada di cemooh dan jadi bahan hinaan, akhirnya memaksakan diri bilang masih kuat padahal napas sudah tinggal satu-satu…

  24. ya namanya umur mana ada sih orang yg tau. mana ada juga orang yg pengen bunuh orang dengan sengaja. jangan sok tau dan spekulasi aneh2 dulu lah. yang paling tau kan cuman panitia dan temen2 korban. informasi yang bener itu dari mulut orang pertama.. saya sendiri percaya sama teman2 dari IMG, mudah2an mereka diberi kekuatan buat menghadapi smua masalah ini.

    btw, pemberitaan di media berlebihan mnurut saya… kmaren smpet baca koran dan kebetulan yang diwaancara temen2 saya, pas saya tanya ternyata yang mereka omongin sama wartawan dan apa yang ditulis itu beda.. oh crap. hahahaha.

  25. Rachmad K

    Mba reytia aneh2 aja. Jaman romusa atw kerja rodi aja banyak rakyat kita meninggal, sangat dimungkinkan mereka (kompeni) ngga sengaja untuk membunuh karena tenaga mereka sangat dibutuhkan untuk terus bekerja.

  26. observer

    mau spekulasi atau tidak, faktanya kegiatan itu ilegal… mbok ya nurut saja aturan yang ada.
    kalo panitia alasan surat dari kaprodi ada… ya memang kaprodi salah, tidak mengikuti aturan. dan juga sekarang kabarnya sudah dicopot dari jabatannya.
    tapi disini juga terlihat otak panitianya gak jalan, ada surat kaprodi, ada SK rektor, kok ya yang dipegang surat kaprodi…mungkin setelah ini alasannya “gak tau” soalnya ada sk rektor…wah sk rektor aja gak tau kok ya bisa jadi panitia??? sangat meragukan kredibilitas mahasiswa disana…
    panitia harusnya sebagai senior mengajarkan junior untuk taat aturan…tapi malah menyuruh junior untuk melanggar aturan rektor…
    salah kaprah…

  27. old_skull

    sudah satu dekade lewat sejak saya mengalami os, tp sampai sekarang saya belum pernah merasa ada esensi luar biasa dari ritual hebat yg dibanggakan oleh mshw itb ini, baik itu os km atau os him, selain arogansi “merasa paling kuat” dan bisa pakai jaket berlogo himpunan utk makan di kantin Dago. ikut os adalah hal paling konyol yg pernah saya lakukan, dan untung saya tidak mengalami nasib yg sama spt adik IMG ini. dulu pun mshw jur FI tewas stlh OS, dan rektorat ribut, tp 2 thn kemudian acara yg sama tetap digelar secara terbuka di lapangan aula timur! sudah saatnya rektorat memberi sanksi yg berat pada peserta, panitia os, dan jg senior2 yg disebut swasta yg ikut acara ini. dan mulailah rektorat membuat program intensif yg jauuuuh lebih mendidik dan mempersiapkan mahasiswa secara keilmuan untuk kompetisi masa depan drpd ritual sok semacam ini. semoga di hari depan tidak ada lg korban, baik itu di itb, stpdn, ataupun sekolah2 tinggi lain.

  28. saya ikut berduka cita atas kejadian ini… dan berharap semoga harapannya old_skull terkabul. amin

  29. wakid

    Pertama saya turut berduka cita….

    Saya mengajak semua pihak untuk tidak saling menyalahkan dan tidak men-deskriditkan pihak-pihak tertentu. Mari kita serahkan saja kepada pihak yang berwajib untuk menyelidiki kasus ini dengan baik…

    Saya, mahasiswa ITB angkatan 2005 (tahun terakhir). Dulu pada saat saya masuk ITB, yang saya ketahui dan yang saya rasakan pihak ITB sudah tidak mengijinkan apa yang dinamakan OSPEK yang cenderung mengedepankan kekerasan. Setiap himpunan kemudian mengganti dengan program2 yang lebih mengedepankan pengembangan softskill. Dulu saya juga ada kegiatan diluar kampus, semacam outbond. Tapi tidak ada kekerasan sedikitpun. Jadi mungkin saja apa yang dilakukan oleh mahasiswa Geodesi ini juga semacam itu.

    Tentunya banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil dari musibah ini. Dan saya berharap semua pihak bisa menahan diri untuk tidak memberikan komentar-komentar yang sifatnya emosional dan memicu terjadinya masalah baru yang tidak kita inginkan bersama.

  30. no name

    jangan berasumsi klo tidak tahu apa2…
    jangan juga berpendapat jika informasi yang diterima dari sekitar baru 1 %…
    kejadian ini pasti terungkap…
    yang jelas tidak ada yang namanya pembunuh dsni..

  31. Hmmm….saya anak ITB angkatan 98 dari TL, dari 68 mahasiswa angkatan 98, 2 orang memutuskan non himp dan kami berdua dibilang tidak kompak sama teman seangkatan. Saya nggak ambil peduli dan ambil kuliah atas sama 96 dan 97 dan syukur saya wisuda duluan dari teman 2. Sampai tahun ketuga di ITB saya justru dikucilkan teman seangkatan sendiri tapi bukan oleh kakak kelas. Waktu ditanya kenapa non him sama senior, saya jawab kalau semua masuk himpunan siapa yang akan berdiri mengkoreksi kalian. Akhirnya saya malah diterima di pergaulan senior. Praktikum tidak ada hambatan dan malah lebih akrab. Saya dapat jatah acara2 malah disabot teman2 seangkatan (karena mereka bilang nggak kompak). Akhirnya dengan intervensi para senior saya diterima untuk membantu kegiatan himpunan. Secara fisik saya tidak lemah, olahraga 6 keliling saya bisa 9 menit dan lebih cepat dari yang ikut OS. Saya juga ikut OKP. Jangan takut non him……….Jangan takut intimidasi

  32. Toh saya anggota OKP sedangkan ytang himp belum tentu…kami biasa dengan kekerasan

  33. Teman teman pecinta OS mungkin nggak sadar bahwa bukan kekerasan dan senioritas yang diperlukan untuk menggembleng seorang mahasiswa/prajurit bahkan preman teman2 kami, kecuali preman kelas bawah. Tapi ilmu yang terpenting adalaha bagaimana anda mengenal sifat manusia dan pandai mengelolanya….that’s all, welcome to life

  34. Rachmad K

    @no name
    Bagaimana mungkin anda bilang tidak tau apa2. Tau kok kalo ada yg tewas saat kegiatan os yg dilakukan IMG. Ok sepakat…tidak ada pembunuh, tapi ada yang tewas dalam suatu kegiatan…hmmm berarti tetap harus ada yg bertanggung jawab dong. Klo ada orang itb mati gara2 make narkoba, baru saya ngga peduli.

    Mudah2an polisi cepat menindak tegas dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu, mahasiswa itb kek, himpunan kek.

  35. mahasiswa

    ospek himpunan memang tempat yg bagus untuk meningkatkan kekompakkan mahasiswa 1 himpunan, tapi apa meningkatkan kekompakkan kita sebagai 1 itb?? saya rasa tidak. dalam final olimpiade itb kmrin (tgl 12) contohnya,, 2 himpunan yang menjadi pendukung tim sepakbola himpunannya yang bertanding berlaku rusuh di akhir pertandingan.
    mungkin sebaiknya lebih baik jika itb menyelenggarakan ospek yang bisa memberikan kekompakkan antar himpunan bukan intra himpunan saja

  36. Karl-et-

    Innalilahi Wa innailaihi rojiun..Semoga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang tiada batas…

    Cuma maw komentar aja, karena menurut saya ini perlu…Tapi maaf kalo yang akan saya tulis dapat menyinggung karena toh saya tidak berada di tempat kejadian..hanya merangkum dari yg saya baca di media…

    Memang saya sering mendengar bahwa OSPEK Geodesi adalah salah satu yang cukup keras, saya tidak tahu pasti kebenarannya…Namun sayangnya berita ini sudah terlalu besar diberitakan sehingga apapun pembelaan yang akan kalian lakukan akan percuma saja…Nama ITB sudah cukup tercoreng, ga ada bedanya tuh sama IPDN…Walaupun itu mungkin ada benar2 kecelakaan yang diluar kendali, namu tetap saja kejadian itu terjadi saat OSPEK…yang ILEGAL lagi…

    Yang ke2…sebenernya APA C TUJUAN KALIAN buat OSPEK??? Apakah menunjukkan kekuasaan para SENIOR?? Apakah kalian sendiri tau kepanjangan OSPEK?? dan maksud dari hal tersebut?? Apakah untuk NGASIH JAKET?? Apakah kalian memang benar2 mempunyai INTELEKTUALITAS yang SE’TINGGI’ itu untuk berpikir demikian???

    Saya kira kalian sendiri hanya melakukan itu karena kalian diperlakukan seperti itu sebelumnya…Dan tidak berani merubah paradigma kolot seperti itu…Tolong para mahasiswa ITB, yang dibilang2 Institut Terbaik Bangsa…tolong berkelakuan yang mencerminkan Image baik tersebut…GA banyak Univ di Indonesia yang bagus…Dan jangan kurangi lagi univ2 yang bagus itu…

    Sudah jelas ilegal koq ya masih aja dilakukan…kapan c maw berubah…Kita udah kalah sama bangsa2 lain karena yang lebih tua selalu merasa lebih dan segala2nya…

    OSPEK maksudnya baik, jadi jangan coreng nama baik itu juga…

    -peace-

  37. Karl-et-

    Oya, cuma maw nambahin aja…Saya ga accused siapa2…karena berita yang beredar IMG tidak melakukan kekerasan…Tapi…Ini merupakan sebuah kelalaian panitia IMG..Jadi, jangan merasa sok SENIOR yg bisa menghandle segala hal…Jadi ribet khan…

  38. Hee Rhan

    Aku heran banget ama orang-orang yang nanggapin seakan matinya Dwi Yanto Nugroho saat ospek itu normal. Tapi mungkin aja sih itu matinya normal (bagi ITB).
    Pada saat ada mahasiswa yang dipukulin di STTD, Akpol, IPDN, SLTA dll, kok orang-orang langsung bergejolak? bahkan saat terjadi kematian di IPDN malah IPDN disuruh bubar, coba sekarang ITB juga disuruh bubar, ada yang berani ngga???
    Mari kita coba memandang dan menyikapi segala sesuatu secara arif dan bijak sana, dan biarkanlah Penegak Hukum bekerja menyelesaikan kasus-kasus tersebut jika memang ternyata terjadi pelanggaran hukum, jangan satu atau beberapa kejadian dijadikan gambaran keseharian yang seakan setiap hari seperti itu. Kasihan anak-anak IPDN, sudah dicap tukang pukul dan pembunuh semuanya.
    Apa bisa kita bilang juga, dengan meninggalnya Dwi Yanto di geodesi berarti anak-anak ITB semuanya juga pembnuh??
    nggak kan.

  39. Rachmad K

    My Dear IMG,
    Sudah 4 hari sejak ditinggalkan seorang teman untuk selamanya. Aku menunggu terungkapnya sebuah kebenaran dari bibirmu. Akan terus ku tunggu detail kronologis semuanya. Media bilang ada missing link. Dimana missing link itu. Tolong luangkanlah waktumu sejenak untuk ini. Hmm…mungkin waktu kuliahmu menyita banyak waktumu untuk menjabarkan 2 -3 jam missing link itu.

    Mungkin kita lupakan aja semua ini, anggaplah musibah. Marilah menatap hari esok, lupakan yg telah lalu. Mohon maaf kalo ada kata2 yang kasar dan tidak berkenan.

    Dari yg merindukan kebenaran,
    Rachmad K
    (Surat ini ngga ada hubungannya sama sekali dg valentine day, tolong jangan disalahartikan)




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: