End up a copy

Saya punya keponakan kembar.  Wajah mirip, tapi ternyata kepribadian berbeda. Ternyata tidak ada orang yang benar-benar sama. Setiap orang itu unik. Sayang sekali kalau kemudian kita harus meniru-niru orang lain.

Kita semua memang memiliki banyak kesamaan, equal.  Dari segi fisik, biologi, kita ini satu species.  Secara biologis kompatibel.  Artinya kita bisa kawin mawin dan mempunyai anak.  Species yang berbeda tidak bisa kawin dan memiliki keturunan.

Kita juga sama di hadapan hukum dan hak azasi manusia.  Harus mendapat perlindungan hukum yang sama.  Harus mendapat penghormatan yang sama.

Tapi kesamaan kita itu tidak berarti harus menghilangkan keunikan kita.

Walaupun kita satu species, wajah kita berbeda.  Personality kita berbeda.  Aspirasi kita berbeda. Talenta kita berbeda. Dan itu semua adalah kecantikan, beauty, yang diberikan Pencipta kita.

Seperti beberapa pasang anak kembar yang saya kenal itu. Wajah boleh mirip, meski ada juga perbedaan di sana sini.  Tapi terutama dari segi psikologi, mereka sungguh berbeda. Punya personality yang lain.

Mengapa kita yang dilahirkan unik ini kemudian malah tumbuh berusaha menjadi sama dengan orang lain?  Kita melihat bintang iklan, dan tanpa sadar kita menirunya. Kita melihat teman sebangku, dan kita ingin menjadi serupa dengannya. Kita melihat kelompok, dan kita berusaha fit-in, berusaha mengubah diri agar bisa diterima.

Saya pikir mencontoh orang lain itu baik, sepanjang yang kita contoh itu daya juang, semangat, kebaikan hati, kreativitas, keberanian, dan nilai-nilai luhur lainnya.  Itu baik dan malah harus.

Tapi kita tidak perlu mencontoh tampilan.  Apalagi personality.

Tadi malam saya mulai rewel. Ina sebenarnya sudah sangat lelah, tapi Ina berusaha membuatkan saya nasi goreng special. Special berarti bukan biasa-biasa. Pakai telor segala. Dan saya menikmatinya dan itu mengubah mood saya menjadi lebih baik.

Kepribadian, personality, harus special. Harus khas.  Harus unik. Daripada capek-capek berusaha untuk sama dengan orang lain, kita perlu menumbuhkan kepribadian kita itu.

Dan kita ingat.  Tuhan sudah menciptakan kita sebagai produk orisinal. Jangan sampai kita mengubahnya menjadi barang copy-an.


  1. setuju, pak. bagus postingannya =)




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: