Follies

Agak sukar mencari terjemahan dari Folly.  Folly adalah sikap sembarangan, tanpa pengertian, malas mikir, dolanan.  Ini adalah pilihan hidup dari mayoritas manusia yang membawanya pada banyak kesusahan.  Kita perlu berjuang untuk keluar dari gaya hidup folly.  Hikmat adalah jalan keluarnya.

Menurut http://www.answer.com, Folly memiliki makna:

  1. A lack of good sense, understanding, or foresight.
    1. An act or instance of foolishness: regretted the follies of his youth.
    2. A costly undertaking having an absurd or ruinous outcome.
  2. follies (used with a sing. or pl. verb) An elaborate theatrical revue consisting of music, dance, and skits.
  3. Obsolete.
    1. Perilously or criminally foolish action.
    2. Evil; wickedness.
    3. Lewdness; lasciviousness.

Jadi, gaya hidup folly sangat dekat dengan gaya hidup foolish, konyol. Kita tidak mau mikir.  Kita tidak ingin cari tahu bagaimana melakukan sesuatu dengan lebih baik.  Kita bahkan tidak peduli tujuan, destinasi hidup kita.  Where we are heading.

Tidak heran kalau gaya hidup seperti ini banyak membawa kesengsaraan.  Karena malas, orang bisa jatuh miskin.  Karena tidak waspada, orang bisa kehilangan kesempatan.  Karena makan sembarangan, orang bisa kehilangan kesehatan. Dan banyak lagi kesusahan yang akan dialami follies.

Tapi yang paling berat adalah tragedi, pada saat kita mencapai usia tua, dan kita meyadari we have not accomplished anything.  Tidak ada yang kita wariskan ke generasi berikut.  Hidup kita tidak bermakna bagi orang yang kita sayangi, apalagi bagi orang banyak.  Itu tragedi yang teberat.

Kabar baiknya, semua itu bisa dihindari.  Manusia tidak harus menjadi follies.  Ia bisa keluar dari perangkap folly melalui hikmat, wisdom.

Jalan hikmat adalah jalan disiplin.  Jalan mencari apa yang benar, baik, dan bagus.  Benar artinya memiliki dasar kukuh pada fakta, pada prinsip dasar, pada keadilan.  Baik artinya mencapai tujuan, mencapai cita-cita, mencapai kemajuan, mencapai nilai luhur. Bagus artinya hidup, indah, cantik, harmonis, exciting.

Memang, jalan hikmat itu sempit. Sedikit orang yang mau ke sana. Jalan follies itu lebar, lapang.  Banyak orang yang mau lewat situ.  Tapi jalan hikmat itu membuat hidup bermakna.  Jalan follies membawa kita pada penderitaan yang tidak perlu.

Jadi kita perlu berhenti hidup sembarangan.  Kita perlu mengejar hikmat itu, dan hidup dalam hikmat. Then we will live a very special life.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: