Isratine

Melihat proses perdamaian Israel dan Palestina yang tidak pernah berhasil, Kadafi mengusulkan disatukannya Palestina dan Israel dalam suatu negara, yang disebut Isratine.

Tidak ada yang mendukung ide ini.

Pada umumnya orang masih mengusulkan solusi dua negara terpisah: Israel dan Palestina. Mereka tidak bisa membayangkan dua bangsa yang bermusuhan bisa bersatu dalam satu negara. Mereka mengingatkan nasib Yugoslavia, yang sekarang pecah menjadi beberapa negara.

Orang Israel umumnya menolak karena solusi satu negara akan otomatis membuat mereka minoritas. Dalam pemilu nanti, orang Israel akan kalah, karena populasi Arab lebih banyak.

Terlepas dari semua pertimbangan itu, visi Kadafi ini pantas dicerna. Minimal dalam tataran spirit.

Logika saya bilang, kalau negara sudah berdiri maka tugas berikutnya adalah membangunnya. Ini hampir otomatis berarti membangun ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Dan pembangunan ekonomi di kawasan itu sangat membutuhkan kerjasama antara Palestina dan Israel.

Kerjasama seperti ini telah memicu banyak negara merdeka justru mengikat diri pada berbagai pakta ekonomi, seperti Uni Eropa, ASEAN, APEC, NAFTA, dan sebagainya. Negara anggota memiliki ideologi yang berbeda, dan bahkan pernah berperang satu sama lain. Tapi kalau sudah urusan perut, mereka bersedia membangun perdagangan bebas.

Dan ini pada esensinya adalah saling bersinergi dalam produktivitas. Kita harus membuang jauh-jauh permusuhan agar bisa saling bekerjasama menghasilkan inovasi dan nilai ekonomi.

Dalam logika ini solusi Kadafi sangat beralasan.

Setelah berpuluh tahun menghabiskan seluruh daya upaya dan nyawa untuk saling menghancurkan, hasilnya ya itu kehancuran. Sementara bangsa-bangsa lain sudah sangat maju, pemerintah Palestina dan Israel bahkan tidak mampu memberikan kebutuhan yang paling dasar bagi bangsanya. Untuk sesuatu prinsip yang sangat abstrak: ideologi. Atau suatu prinsip yang sangat fatalistik: anihilasi dari pihak lawan.

Kalau orang Arab dan orang Yahudi bisa bersinergi membangun ekonomi dengan pengorbanan yang sama besarnya, pusat peradaban dunia akan bergeser kembali ke timur tengah.


  1. Seperti federasi (?) Ceko-slovakia jaman dulu ya pak? Yg menarik kedua negara berpisah secara baik-baik menjadi Ceko dan Slovakia.

  2. Salam kenal pak.🙂

    Saya juga sepertinya cenderung setuju dengan usulan ini pak. Hanya saja skeptis dengan kondisi yang sekarang karena masalah dendam yang mungkin akan terus mengakar di antara mereka. Mungkin pengadilan atas penjahat perang kedua negara ini bisa dilakukan dulu untuk menghilangkan rasa benci di antara mereka.

  3. Jujur pas saya baca Isratine, saya merasa lucu aja, maklum istilah baru). Mungkin dari segi religi, sepertinya kedua negara sangat sulit bersatu menjalin perdamaian Pak.
    Mungkin sebaiknya tidak menjadi satu negara, tetapi lebih ke kerjasama ekonomi, perdagangan, teknologi, dan sejenisnya. Apalagi lokasi kedua negara yang bersampingan, sudah sepantasnya tidak saling memusuhi. Susahnya memang karena anak-anak Israel dan Palestina sekarang cenderung sudah diajarkan untuk saling membenci satu sama lain oleh orang tua, padahal belum tentu tahu menahu asal-usul konflik.
    Salam Pak Armein, sori komennya panjang lebar ga jelas hehe..




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: