Dewan Riset Nasional

Sudah tiga tahun ini saya menjadi anggota Dewan Riset Nasional (DRN). Tadi diperpanjang lagi sampai tahun 2011.

DRN ini semacam lembaga normatif yang mengusulkan pada Menristek agenda riset nasional (ARN).  Saya ditugaskan di komisi TIK. ARN ini menjadi acuan topik-topik riset selama beberapa tahun ke depan.

Tugas di DRN ini memang gampanggampang sulit.  Gampang karena tugasnya mikir dan merumuskan.  Sulit karena harus berpikir beberapa tahun ke depan.  Karena hasil riset biasanya butuh waktu untuik bisa diadopsi masyarakat.

Saya pikir memang kita perlu mengestimasi kebutuhan bangsa sampai tahun 2025 dan beyond.  Kita harus megestimasi jumlah penduduk saat itu, serta kebutuhannya dalam berbagai hal, seperti energi, air bersih, lingkungan, informasi, sampai pada kebutuhan sosialnya.  Dari sini kita bisa melihat apakah trend yang ada saat ini bisa memenuhi kebutuhan itu.  Bila tidak, maka diperlukan terobosan teknologi.  Dan ini yang harus dirumuskan dalam ARN.

Setelah ARN disiapkan, masih ada dua pekerjaan rumah lagi.  PR pertama yaitu menggalang komunitas peneliti Indonesia untuk mau menjalankan ARN ini.  PR kedua adalah menggalang stakeholders agar mau mendanai program riset ARN.  Kalau ketiga hal ini (ARN, komunitas, dan stakeholders) bisa dimobilisasi DRN maka tugas DRN bisa menjadi lebih ringan.

Pening juga mengingat bahwa bangsa-bangsa di dunia berlomba untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.  Ini tercermin pada jumlah ilmuwan serta besarnya pendanaan (1-3% dari GDP).  Sayangnyaa di Indonesia dana riset masi nol koma nol sekian persen.  GDP perkapita Indonesia sekitar $1824.  Kalau penduduk kita ada 230 juta, maka GDP total sekitar $190 miliar.  Berarti 1% GDP itu sekitar  $1.9 miliar, alias Rp 20 triliun lebih. Nah anggaran riset Ristek itu paling-paling Rp. 100-200 milyar.  Terlalu sedikit.

Semoga DRN bisa memperjuangkan anggaran yang lebih baik. Nggak lucu ya kalau negara kita tertinggal secara ilmu pengetahuan di abad 21 ini.

Advertisements

  1. selamat berjuang pak, semoga sukses !

  2. usul Pak, untuk memacu penggunaan linux, bisa kiranya pemerintah memberikan penghargaan dan sertifikasi untuk produk2 yg dilengkapi driver yang jalan di linux.

    masalah di level pengguna awam tinggal driver saja Pak, yg lain2 tinggal klik2 serasa windows.

    kalau kompatibilitas dg linux jadi keunggulan kompetitif suatu produk, produk lain bakal ikut2an juga mestinya.

  3. betul pak kalau bangsa ini mo maju harus menguasai teknologi dan itu merupan kan pintu bukan jendela teknologi lagi

  4. ricky rawung

    saya tertarik dengan kalimat yang ada pada paragraf kelima ” menggalang komunitas peneliti Indonesia “. gimana yah bisa masuk dalam komunitas ini….? ada saran gak…..kapasitas saya sih baru s1. TE. kendali elektronika. 🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: