Rule of Thumb

Untuk mempercepat keputusan, orang sering menggunakan Rule of Thumb. Aturan sederhana.  Algoritma cepat. Dan kelihatannya otak kita menyenangi Rule of Thumb.

Istilah Rule of Thumb konon datang dari cara mengukur tukang kayu.  Karena mereka malas menggunakan alat ukur, mereka menggunakan jempol.  Jadi ketebalan kayu misalnya diukur dengan berapa jempol.

Ada juga yang bilang ini digunakan untuk mengukur cemeti legal.  Kalau kita memukul anak nakal misalnya dengan cambuk yang berketebalan tidak melebihi jempol, maka kita dianggap mendidik.  Sebaliknya ukuran cemeti kita lebih dari jempol, kita dianggap menyiksa, dan melanggar hukum.

Manusia sering menggunakan rule of thumb dalam otaknya. Kalau terdengar gerungan dari semak, larilah secepat mungkin.  Bisa-bisa ada singa. Nggak usah di cek dulu. Kelamaan.

Meskipun rule of thumb sangat menolong kita, ia bisa missfire.  Salah duga. Dan salah-duga seperti ini yang menyebabkan perilaku manusia sering irasional. Karena rule of thumb sudah tertanam dalam benaknya, ia tanpa sengaja bisa membuat keputusan atau penilaian yang salah.

Pada jaman Abraham Lincoln, kaum kulit putih jauh lebih terdidik ketimbang kaum kulit hitam. Sampai rule of thumb tertanam pada otak mereka bahwa orang kulit hitam pasti inferior. Kasarnya, mencek pintar atau tidak, cukup dari warna kulit. Memang decision bisa cepat sekali ya. Tapi jelas ngawur.

Jadi memang kita selalu harus berhati-hati.  Selalu mempertanyakan rule of thumb kita itu. Buat apa merasa mantap dengan keputusan cepat kita, tapi ternyata ngawur, kan ya?

Terlepas dari kekurangan Rule of Thumb, kita perlu terus menciptakannya.  Supaya hidup kita lebih sederhana. Namun jangan lupa, tentu kita terus menyempurnakannya.

Advertisements

  1. Juga ada semacam rule of thumb (atau streotype ?) bahwa wanita berlambut pirang (blonde) kurang pintar.

    Kalau saya tahunya rule of thumb itu waktu menanak nasi pakai rice cooker, airnya satu buku jempol di atas berasnya … hehehe 🙂 (maklum mantan anak kos)

    • dodo

      waduhh… pengalaman klo dalam bidang ini pak….hahahaha….(anak kost)…

  2. slamet

    ma’af
    apakah kalau orang jawa bilang :
    ..kalau ada bunyi burung gagak (hitam)… gaaook..gaaook.. akan ada orang mati ?
    dapat disebut “rule of thumb” ini ?
    … yang jelas jangan-jangan si burung gagak “memang punya sensor bau yang spektakuler” ?

  3. delly

    mohon penjelasan mengenai Rule Of Thumb yang sering digunakan dalam bahasa perkapalan, terutama pada alur pelayaran (inland waterways and ferry transport)

    terimakasih….




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: