Sistem Sosial

Dalam posting berjudul instrumen, kita melihat betapa suatu ide bagus membutuhkan instrumen untuk menwujudkannya.  Nah salah satu instrumen terpenting adalah sistem sosial.

Suatu ide besar harus diwujudkan dalam suatu organisasi.  Organisasi terdiri dari orang-orang yang saling berinteraksi.  Kita harus mengerti dinamika interaksi ini. Kita perlu menumbuhkan sistem sosial di dalam organisasi kita.  Dengan adanya sistem ini, maka ide yang baik bisa dieksekusi.

Di tahap awal, organisasi masih berupa kumpulan orang.  Kumpulan ini dibangun berdasarkan undangan atau panggilan.  Atau mungkin melalui rekrutmen. Jadi organisasi kita masih seperti terminal bus.  Banyak orang tapi tanpa sistem sosial.

Tugas kita adalah membangun dan menata sistem sosial.  Ada kehidupan bersama.  Ada hirarki.  Ada peran.  Tapi ada kesatuan sosial.

Melalui sistem sosial ini, ide bagus dicerna dan dihayati, kemudian diekspresikan kembali dalam tindakan praktis.

Dalam tingkat yang matang, sistem sosial ini tumbuh menjadi budaya organisasi.  Kultur organisasi.

Sebagai contoh, konsep kaizen (perbaikan terus menerus) sudah membudaya di perusahaan seperti Toyota.  Ini adalah prestasi besar dari manajemen Toyota, membangun sistem sosial sehingga mencapai budaya organisasi.  Dari budaya ini lahirlah inovasi permobilan yang tak tertandingi di dunia.

Jadi begitu penting seorang pemimpin untik terus membangun sistem sosial dan budaya dalam organisasinya. Ini adlah kunci untuk merealisasikan ide-ide cemerlang anda.

Advertisements

  1. Salam kenal pak, selama ini menjadi pembaca blog dan baru ketemu Jum’at kemarin di rapat LPPM tentang inovasi:) Kira-kira ITB maunya seperti apa ya? Mempermudah kerjasama antar kampus dengan industri sehingga meningkatkan pendapatan ITB dan bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan dosen? Tapi bagaimana dengan dosen yang memang cenderung untuk jadi teacher saja, apakah ini berarti seperti subsidi silang? Apalagi kalau ternyata yang suka usaha hanya data pencilan… Apakah mekanisme subsidi silang ini bisa berlangsung jika ‘kecerdasan’ entrepreneurship ini juga dihargai dengan kum?




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: