Changing by Example

Mengapa kritik jarang sekali membawa perubahan?  Karena kritikus itu tidak memberi contoh.  Perubahan hanya bisa dengan contoh. Changing by example.

Ambil contoh misalnya penotnon yang mencemooh pemain sepak bola kita. Teriakan-teriakannya tidak akan membuat pemain itu semakin baik.  Karena teriakan itu menambah stress.  Sedangkan yang diperlukan adalah skill yang lebih tinggi, trik yang lebih lihai, dan strategi yang lebih efektif. Tidak ada hubungannya antara teriakan cemoohan dengan peningkatan kemampuan itu.

Dengan cara cemooh amatiran seperti ini, pemain kita tambah stress dan ngawur.

Lain halnya kalau yang mengkritik itu Christian Ronaldo atau Pele.  Dia marahi pemain kita itu di lapangan, tapi kata-katanya memberi stimulus.  Ia lalu beri contoh bagaimana melakukannya.  Dia ajarkan juga prinsip-prinsip serta aspek pendukungnya. Ia kemudian menunjukan di mana persisnya kesalahan pemain kita itu.

Dengan cara berbasis contoh seperti ini pemain kita bakal jadi jagoan.

Jadi hanya dengan memberi contoh, teladan, dan pengetahuan kita bisa melakukan perubahan di sekitar kita. Next time kita ingin mengkritik seseorang, coba jadi contoh dulu, ya


  1. Wew, benar juga,, hehe,
    sebelum memberikan kritik, kita harus bisa menjadi contoh dulu ya,,




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: