Masih Soal Harga BBM

Saya pernah minta agar harga BBM jangan diturunkan.  Sebenarnya maksud saya adalah harga BBM jangan diturunkan melalui subsidi. Ini akan membuat bangsa kita terus addicted dengan BBM dan melupakan pengembangan energi alternatif.

Saya tentu tidak ingin harga energi mahal.  Bahkan kalau bisa gratis.

Saat saya menulis posting itu, harga minyak mentah masih tinggi.  Masyarakat menyerukan agar subsidi diteruskan sehingga harga BBM bisa diturunkan.  Hari ini harga mencapai 38$ per barrel.  Tentu wajar bila harga BBM ikut turun. Tapi jangan karena subsidi. Saya pikir seharusnya harga BBM dilepas, sebagaimana harga dollar.

Banyak yang protes, karena masyarakat dan industri sangat bergantung pada BBM. Kasihan bukan?

Nah justru itu, ketergantungan mutlak pada BBM itu yang harus dihentikan. Banyak sekali masalah yang muncul.

Pertama: BBM itu nonrenewable.  Suatu saat akan habis. Bayangkan kalau 230 juta orang ini sudah kecanduan BBM, dan BBM menjadi langka.

Kedua: penggunaan BBM menimbulkan efek seperti global warming. Kita mengkonsumsi sekitar 757 kgoe (kg oil equivalent) per kapita. Kalau kita sudah serakus misalnya Singapura (5168 kgoe/kapita), bayangkan masalah emisi yang bisa ditimbulkan bangsa kita.

Ketiga: insentif mencari energi alternatif tidak ada.  Kita sebenarnya bisa menghasilkan solar biodiesel.  Tapi mesin mobil harus dimodifikasi, dan produsen mobil menolak modifikasi ini. Kan semua menggunakan BBM, katanya. Sehingga kita semua terkunci di BBM, dan riset di bidang energi baru mati karenanya.

Energi baru bisa menjadi the new economy. Obama mempertaruhkan banyak ke sana dengan dana yang besar.  Saya pikir dana subsidi BBM kita seharusnya ditarik dan dialihkan ke dana riset energi baru. Di tahun 2008 APBN terbeban sekitar 179 triliun untuk mensubsidi keinginan kita akan BBM murah. Angka ini besar.

Kuncinya adalah bagaimana membuat rakyat mampu memiliki output ekonomi lebih tinggi ketimbang harga BBM dunia. Kasarnya, daripada mensubsidi BBM sementara rakyat tetap miskin, lebih baik memakmurkan rakyat sehingga ia bisa beli BBM tanpa subsidi.

Jadi mumpung harga crude oil sedang turun drastis, pemerintah segera mencabut subsidi, dan membiarkan harga BBM mengikuti pasar. Dana subsidi itu dialihkan untuk riset energi, pendidikan dan stimulus ekonomi. Maka rakyat bisa memiliki daya beli, sehingga ia bisa membayar BBM dari kantong sendiri. Ini lebih bener…


  1. iya jg ya, selama ini keenakan terlalu sering langsung dikasih umpan. Huff, ternyata belajar memancing jauh lebih baik.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: