Instrumen

Anda frustrasi karena maksud baik anda, ide baik anda, sukar terwujud? Mungkin anda belum punya instrumen nya.

Sesuatu yang sukar dilaksanakan langsung membutuhkan instrumen.

Orang ingin menyeberangi samudera? Sukar dengan berenang bukan?  Kita butuh kapal laut.

Orang ingin melihat jauh, menembus langit?  Kita butuh teleskop.

Orang ingin berbicara dengan kekasih hati saat di luar kota?  Kita butuh cellphone.

Jadi keterbatasan manusia untuk mencapai maksudnya dapat dibantu dengan instrumen. Dan instrumen itu tidak terbatas pada sistem benda mati.  Ia bisa merupakan organisasi, prosedur, sistem manusia, sistem sosial.

Orang ingin menjual barang di mal-mal? Rekrut sales promotion girls.

Orang ingin mendistribusikan produk eksklusif? Bangun multi level marketing.

Orang ingin membuat seribu sepeda motor sehari?  Bangun pabrik di Bekasi.

Orang ingin melawan penjajah yang memiliki alat perang canggih? Bangun tentara  gerilya.

You see, kalau kita sukar mengerjakan sesuatu sendiri, kita memerlukan instrumen, baik instrumen fisik maupun instrumen sosial.

Instrumen fisik dibangun menurut prinsip-prinsip kekekalan energi dan hukum termodinamika. Setelah seorang insinyur merancang sistemnya, maka kita cukup mengendalikan stimulus energi. Kasarnya yang penting kebutuhan energi dicukupi, instumen makal mewujudkan keinginan kita.

Instrumen sosial bagaimana?  Untuk masalah-masalah yang sepele, sistem sosial digerakkan oleh uang. Gaji.  Kita cukup membuat organisasi, kemudian kita bayar orang untuk menjalankan organisasi ini, beres.

Tapi untuk urusan yang lebih luhur, cita-cita yang tinggi dan mulia, diperlukan daya dorong nilai, sistem nilai.  Perancang organisasi harus mampu mendesain sistem sosial yang bergerak atas dasar sistem nilai.

Jadi tidak heran kalau banyak orang frustrasi karena ide bagus tidak terwujud. Ia tidak membangun sistem dan instrumen untuk mewujudkannya. Atau sistem yang ada tidak sanggup mengeksekusi ide baru dengan baik.

Jangan lupa, kita selalu memerlukan dua sisi: ide bagus dan instrumen untuk mewujudkannya.  Dua-duanya harus diciptakan sebelum ide itu bisa terwujud.


  1. Mungkin tulisan Pak Armein ini penjabaran dari pepatah “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan”. Oh ya, membangun istrumen kadang tdk lebih mudah dari memunculkan idenya sendiri lho..

  2. Kalau saya lebih cenderung seperti pepatah jawa “jer basuki mowo bea” yg artinya kurang lebih “segala cita-cita memerlukan usaha dan dana” … Jadi kalau cuma pakai dengkul ya nggak cukup … hehehe 🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: