Physiotherapy

Kadang-kadang keasikan berkegiatan fisik membuat otot cidera. Kemarin saya ke RS Borromeus untuk merawat cidera otot di bahu. Pagi ini sudah jauh membaik.

Berolahraga memang baik. Tapi kalau tidak hati-hati bisa membebani otot terlalu berat.

Sekitar lima tahun lalu dokter menyarankan saya untuk berolahraga.  Tadinya mau aerobik atau jalan kaki di luar .  Tapi repot sekali, dan jalanan tidak mendukung.  Belum lagi kalau hujan.

Jadi kami beli alat olah raga, rider. Kita bisa menggunakannya sambil nonton TV.  Biasanya setiap pagi atau setiap malam kami menggunakannya sekitar 30 menit sampai satu jam.

Alat ini punya setelan beban, dari 0 (yang paling ringan) sampai 10 (paling berat).  Jadi kalau kita ingin latihan aerobik, kita stel ke beban ringan.  Kalau kita ingin mengencangkan otot, kita stel ke beban berat.

Rupanya saya membuat kesalahan. Seharusnya latihan aerobik dan otot itu diselang seling. Artinya kalau hari ini berat, besok harus ringan.  Sudah seminggu lebih saya set ke berat terus. Ternyata ini menciderai otot.

Dua hari lalu saya merasa bahu kanan saya mulai sakit. Kalau lengan diangkat, terasa tidak nyaman.  Malamnya sempat dipijat dan digosok salep counterpain.

Tapi kemarin pagi kok terasa makin sakit.  Mau mandi terpaksa harus dengan tangan kiri. Jadi saya ke kampus nyetir dengan satu tangan. Mau mengetik di keyboard, lengan tidak bisa diangkat.  Mau pakai jaket atau lepas baju susah sekali. Dan paling parah, saat saya bersalaman dengan orang, tangan tidak bisa diangkat karena sakit. Waduh…

Jadi kemarin pagi saya putuskan pergi ke RS Borromeus. Cari dokter saraf dulu untuk diperiksan dan mendapat surat pengantar ke fisioterapi.  Kemarin siang bahu kanan diterapi.  Pertama dengan pemanas. Kemudian dengan pijatan ultrasonic.  Terakhir disetrum dengan tegangan rendah. Dokter juga memberi obat satu kapsul sehari.

Saya dijadwal untuk empat kali lagi fisioterapi. Tapi tadi pagi, saat saya bangun, lengan kanan ini sudah jauh membaik. Sudah bisa dipakai untuk mandi. Dan waktu nyetir, sudah normal, saya sudah lupa bahwa tangan kanan masih harus istirahat.

First lesson: hal yang baik pun, seperti olahraga, bisa mencelakakan kalau tidak dilakukan dengan cara yang benar. Badan bisa cidera.

Second lesson: untung ada saraf yang merasakan sakit itu.  Kalau saya tidak merasa sakit, pasti saya teruskan cara yang salah itu, sehingga cidera saya semakin parah. Jadi rasa sakit itu sahabat baik kita.

Third lesson: bersukur lah atas semua yang normal! kalau tangan kita tidak lagi berfungsi celaka sekali. Saya tidak pernah terpikir untuk menghargai tangan kanan ini sampai dia berhenti berfungsi. Semua yang biasa, take for granted, menjadi susah sekali. Sorry, from now on, I will take care of you much better…

Jangan lupa jaga kesehatan, dan berolahraga.  Tapi tetap dengan cara yang benar dan tidak menciderai tubuh kita. Have a great day…

Advertisements

  1. Arwana

    org Manado suka bilang : so tua ngana sayang….., he..he.. Jgn di forsir pak, olahraga juga ada takarannya. Semoga cpt sembuh.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: