Orang-Orang Bijak

Batas antara orang bijak (wise) dan fools sebenarnya tipis. Orang bijak always have something to say, sedangkan fools always have to say something. Saya perhatikan pepatah ini benar muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi orang bijakpun ternyata ada bermacam-macam. Minimal tiga macam.

Jenis pertama adalah orang yang penuh hikmat, penuh pengetahuan, tapi tidak bermanfaat bahkan untuk dirinya sendiri. Dia tahu banyak.  Dia tahu mana yang benar, mana yang baik, dan mana yang bagus.  Jadi kalau ngomong, atau nulis di blog seperti ini, asik lah. Tapi cuma sebatas tahu, dan tidak menolong hidupnya. Tidak tercermin dalam perilakunya. Di akhir hidupnya, nothing happens.

Jenis kedua adalah orang penuh hikmat, tapi hanya berguna untuk dirinya sendiri. Hidupnya membaik.  Prinsip-prinsip yang bagus ia terapkan.  Tapi orang lain tidak tertolong.  Orang lain tidak mendapatkan manfaat.  Pinter untuk dirinya sendiri. Di akhir hidupnya, orang sebal dan resent akan keberhasilannya.

Jenis ketiga adalah orang bijak yang mampu mengubah nasib orang banyak. Kepintarannya, kebijaksanaannya menuntun kehidupan. Pengertiannya sanggup memperbaiki masyarakat. Di akhir hidupnya, orang yang tidak ia kenalpun menangis dan mendoakannya.


  1. putri

    hmmmm… bagaimana agar bisa sampai menjadi orang bijak jenis ketiga yah pak

    Saya takut menjadi lulusan ITB yang lupa mengabdi pada masyarakat dan memperbaikinya menurut ilmu yang saya dapat selama sekolah… hehehe, senang meng-update blog bapak




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: