Living Your Live

Orang menghargai kehidupan berbeda. Ada orang yang nangis karena kena penyakit parah (terminally ill), ada yang sehat kemudian bunuh diri.

Patrick Swayze, aktor terkenal, sedang menangis.  Ia terkena kanker pankreas. Dan ini sangat ganas.  Biasanya orang meninggal dalam waktu enam bulan. Dia sudah bertahan satu tahun.

Dalam wawancara dengan Barbara Walters, ia mengaku sangat ketakutan. Paling-paling usianya tinggal dua tahun. Segala macam obat dia coba, termasuk obat eksperimental.

Tapi yang mengesankan, ia menolak untuk meratapi hidupnya.  Ia bahkan main film yang akan di rilis di bulan di A&E TV. Katanya, “Am I dying? Am I giving up? Am I on my death bed? Am I saying goodbye to people? No way.”

Tadi pagi saya baca tentang Adolf Merckle, orang kaya Jerman, yang bunuh diri karena salah investasi dan krisis finansial. Uangnya masih banyak. Kesehatannya masih bagus.  Tapi dia tidak kuat mengalami kegagalan finansial. Dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya Selasa kemarin.

Saya tidak ingin menghakimi Merckle. Saya tidak tahu apa yang berkecamuk dalam pikirannya.  Saya tidak tahu hancurnya hatinya.  Saya hanya bisa menduga, sesuatu ia anggap sangat penting, sesuatu yang ia nilai sangat tinggi dalam hidupnya, telah hilang. Dan ia kehilangan keinginan untuk hidup.

Saya merasa sedih untuk keduanya.  Patrick yang masih ingin hidup, tapi statistik mengatakan  harapannya tipis.  Merckel terlalu menilai tinggi uang, sehingga kehilangan itu menghancurkan hatinya. Ketakutannya akan jatuh miskin membuat nya gelap mata.

Saya pikir kita harus menghargai hidup itu lebih dari yang lain. Kita harus menilai hidup itu lebih tinggi dari materi terlebih uang. Tetapi bukan saja kita harus menilai tinggi hidup kita, tetapi juga hidup orang lain.  Kita harus menjaga agar orang lain tidak kehilangan kehidupan, agar orang lain tidak kehilangan gairah hidup.

Ini menyangkut bukan saja cara kita merawat diri, memperlakukan orang, berbicara pada orang, tetapi juga menyangkut sistem kehidupan termasuk sistem ekonomi. Karena kemiskinan dengan mudah menjatuhkan harga diri orang, dan merampok self respect. Dan sedih sekali kalau kita jatuh miskin karena sistem, karena krisis ekonomi.

Kembali lagi soal hidup. Jangan berpikir untuk mati.  Jangan takut dengan tibanya kematian. Karena itu urusan Tuhan. Saya percaya tugas kita semua untk menggairahkan kehidupan ini. Tuhan mempercayakan urusan ini pada kita.


  1. “Jangan berpikir untuk mati. Jangan takut dengan tibanya kematian. Karena itu urusan Tuhan. Saya percaya tugas kita semua untk menggairahkan kehidupan ini. Tuhan mempercayakan urusan ini pada kita.”

    Setuju banget Pak sama yang ini. Itu juga prinsip yang saya pegang dari dulu. Kita harus menghargai hidup. Dan saya paling ga respek ama orang yg bunuh diri, karna kehidupan itu adalah anugerah terbesar yang Tuhan berikan pada kita. =)

  2. Ternyata ada yg bunuh diri lagi Pak ? Sebelumnya juga ada orang Perancis Thierry de la Villehuchet (65 th) co-founder Access International yg juga bunuh diri karena investasinya 1.5 milyar Euro kena tipu Bernard Madoff …




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: