Twilight

Film Twilight ternyata bagus ya.  Ceritanya seru. Acting nya mantap. Tidak menyesal nonton film ini Sabtu kemarin.

Waktu Ina ajak saya nonton film itu, saya mau saja.  Sambil tidak berharap banyak.  Saya sempat baca sinopsisnya bahwa ini film tentang anak SMA yang jatuh cinta pada vampire.  Dan vampire ini membalas cintanya sambil berusaha keras untuk tidak memangsanya. Jadi saya membayangkan film ini tentang sang gadis berusaha mendekati sang cowok, sedangkan sang cowok berusaha menghindar untuk melawan kecenderungan vampire. Yah, bakal capek deh…

Jadi waktu duduk di bioskop Cinema XXI, saya sudah siap mental.  Yang penting Ina senang. Film anak remaja, what do you expect.

Walah rupanya seru juga. Plot nya jadi menarik. Anak-anak remaja digambarkan tidak berlebihan.  Mungkin yang agak berlebihan si gadis ini terlalu dewasa untuk anak belasan tahun. Other than that, semuanya dibuat pas.

Film ini mencampur dengan pas drama, keluarga, remaja, action, dan horror. Terus terang saya terkagum-kagum sama yang membuat ceritanya, yang membuat film nya, dan acting pemainnya.

Jadi bila ada waktu 2 jam dan duit Rp, 15.000 to spare, nonton lah.  Tidak akan menyesal.


  1. iya pak emang bagus. abis ntn film ini, saya dan teman2 langsung pngen punya pacar vampire.. =P

    bakal lebih jelas kalo baca novelnya sih pak, dan kbetulan waktu itu saya uda baca novelnya baru ntn filmnya [meski akhirnya memutuskan lebih suka filmnya daripada novelnya].

  2. davsam

    Pak… saya mo nonton nih pelem… tapi ga ad “Ina”- nya pak…
    hikz… hoho

  3. Setuju pak. Selain dari segi cerita memang sudah menarik, juga ada satu hal lagi – honour. Si vampire (baca: monster) itu mungkin justru lebih honourable ketimbang banyak manusia – walaupun insting mereka adalah memangsa manusia, mereka bisa menghindarinya. Walaupun dia suka dengan si perempuan, dia tahu diri dan berusaha keras untuk selalu menyelamatkannya. Dst.

    Kebanyakan kritikus sudah terlanjur melecehkan film ini duluan begitu melihat pemeran utamanya yang ganteng, hehe. Cemburu mungkin🙂 sehingga tidak melihat berbagai nilai-nilai lainnya yang diusung oleh film ini.

    Highly recommended.

  4. Mungkin yang agak berlebihan si gadis ini terlalu dewasa untuk anak belasan tahun.
    .
    Betul lagi pak. Dibandingkan dengan anak2 zaman sekarang, si Bella ini sudah dewasa. Anak2 lainnya sedang sibuk dengan pop idols, dia sudah menatap ke masa depannya.
    .
    Di lain pihak saya kira justru ini yang ideal. Kalau di daerah saya (Minang) dulu, akil baligh = dewasa. Untuk yang laki-laki, sudah tidak boleh tidur di rumah lagi. Musti keluar. Alhasil pada umur 20 tahun, rata-rata hidup mereka sudah stabil.
    .
    Dan di Amerika dulu juga begitu, as early as the 60’s. Saya pernah membaca artikel mengenai seorang sales mobil yang berumur 19 tahun — dan sudah punya rumah, mobil, dan sudah menikah.
    Wow….. dan itu NORMAL pada masa itu🙂
    .
    Sekarang? Ada kawan saya yang sudah berumur 40 tahun, tapi masih kekanak-kanakan😦
    Karirnya pun masih bergejolak naik-turun.
    .
    What’s going on…. I wonder.
    Tebakan saya, perlu ada reformasi di institusi sekolah menengah kita.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: