Soal Puber Kedua

Orang sering menggunakan istilah puber kedua dalam konotasi negatif.  Padalah pubertas sebenarnya mengandung pengertian transformasi diri.  Dari kacamata psikoanalisa, orang justru perlu mencapai puber kedua untuk sukses dalam hidup. Apa maksudnya?

Freud menggambarkan jiwa psikologi manusia ke dalam tiga unsur: id, ego, dan superego. Unsur id adalah jiwa “hewani” kita, yang bertanggungjawab pada prilaku spontan kita saat masih kanak-kanak.  Unsur ego adalah kesadaran diri, kesadaran jati diri.  Unsur superego adalah konsep nilai yang kita anggap luhur yang diajarkan oleh budaya dan masyarakat.

Saat kita mengalami pubertas, masa remaja, kita mulai memiliki kesadaran diri dan jati diri.  Unsur ego mulai mengendalikan perilaku kita. Kita mulai belajar mengendalikan unsur id kita. Jadi masa pubertas adalah masa proses kemenangan ego terhadap id. Bagus sekali, bukan?

Nah, kalau kita berhenti sampai situ maka kita akan menjadi orang biasa-biasa saja.  Orang kebanyakan, yang punya kesadaran dan mengendalikan id.  Ini menurut saya tidak cukup.

Orang yang sukses adalah orang yang berperilaku menurut kehendak superego secara konsisten.  Ia hidup menurut nilai-nilai luhur.  Ia memiliki aura keluhuran.

Nah, kemenangan superego inilah yang saya sebut puber kedua.  Ia bisa mempengaruhi ego dan id, sehingga terjadi keselarasan ketiga unsur ini dengan superego sebagai pemimpinnya.

Banyak teori mengatakan puber kedua terjadi pada usia 40an.   Dan memang banyak orang yang sukses disebut matang pada usia-usia ini.  Mereka sanggup mengerahkan energi hidup pada skala yang besar. Mereka sanggup mengubah dunia. Contoh: Henry Ford, Steve Jobs, Barack Obama.

Nah bagaimana dong dengan istilah puber kedua yang selama ini digunakan? Ada yang kawin lagi lah, dsb.  Nah justru menurut saya, kita yang melalukan puber kedua versi ini justru sebenarnya balik menyerah pada id.  Menyerah pada keinginan daging.  Akibatnya energi kita itu habis bukan pada mengubah dunia tapi dalam perjuangan baru merekonsiliasi ego dan id. Orang yang berpotensi besar menjadi tidak berimpak sebesar yang seharusnya pada kehidupan ini.

Jadi saya pikir puber kedua itu perlu.  Cuma tentu saja yang versi transformasi perilaku dari kepentingan ego menjadi kepentingan super ego yang luhur.


  1. erick lazuardi

    wah baru kali ini mendapatkan sudut pandang lain mengenai definisi puber kedua.
    sebelumnya pandangan yang beredar bahwa puber kedua adalah sesuatu yang negatif.

    terimakasih atas pencerahannya pak..

  2. Kalau begitu kita tunggu puber kedua-nya pak Armein … 🙂

  3. RASA HATI

    Ya hebat banget tuh. Mencerahkan dan menydmangati kearah positif. Thanks pak




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: