Chaotic God?

Albert Einstein mengklaim: God does not play dices. Tuhan tidak bekerja secara acak atau random. Bila demikian, mungkin Ia bekerja melalui chaos?

Saya membayangkan dunia ada dua macam: dunia terukur (random, measurable) dan dunia terdeskripsi (deterministic, describable).

Dunia terukur itu sering kita sebut dunia fisik, dunia materi dan energi, atau dunia nyata. Di sini realitas alam menjadi kuat dan nyata bagi setiap pengamat. Eksistensinya dikonfirmasi melalui alat ukur. Pohon, gunung, hewan, bebatuan, manusia, sungai, sinar matahari adalah contoh-contohnya. Kita bisa menggunakan panca indera kita, baik langsung maupun melalui alat bantu, untuk memverifikasi keberadaannya. Yang kita ukur adalah statistiknya.

Dunia terdeskripsi beda lagi. Ini dunia konsep. Dunia yang ada dalam pikiran manusia. Ia ada karena bisa dideskripsi, bisa dijabarkan. Eksistensinya dikonfirmasi melalui keutuhan logika oleh sesama kita. Matematika, bahan tertulis, cerita dongeng adalah contoh-contohnya. Kita bisa menggunakan akal kita, baik langsung maupun melalui percakapan dengan orang lain, untuk memverifikasi keberadaannya. Yang kita cek adalah presisi definisinya dan integritas logikanya.

Itu tadi, pembedaan antara dunia terukur dan terdeskripsi, adalah pembedaan statis.

Bagaimana dengan pembedaan dinamis? Saya pikir kita bisa membagi dunia ini, secara dinamis, ke dalam dunia terduga (predictable) dan dunia kejutan (unpredictable). Dunia di mana segala sesuatu yang sudah bisa diprediksi berdasarkan kondisi awal adalah dunia terduga. Sebaliknya bila kita sudah tahu kondisi awal tapi masih tidak bisa memprediski hasil akhir, maka kita ada di dunia kejutan.

Jadi saya bisa membagi dunia ke dalam empat kategori berdsarkan pembedaan statis dan dinamis:

  • Kuadran 1: Terdeskripsi dan Terduga. Ilmu pengetahuan dan teknologi biasanya ada di sini. Ini buah karya pemikiran saintifik.
  • Kuadran 2: Terdeskripsi dan Kejutan. Religi biasanya ada di sini. Ini biasa disebut chaotic: unpredictable deterministic.
  • Kuadran 3: Tidak Terdeskripsi dan Kejutan. Alam bebas ada di sini. Situasi di sini acak dan random, termasuk white noise.
  • Kuadran 4: Tidak Terdeskripsi dan Terduga. Ucapan, budaya, seni dan keindahan ada di sini. Sukar didefinisikan tapi bisa nyata dan bisa diperlihatkan. Colored noise ada di sini.

Jadi saat Einstein bilang God does not play dices, ia bermaksud mengatakan Tuhan tidak bekerja dengan cara Kuadran 3. Saya pikir Ia bekerja dengan cara Kuadran 2: deterministik tapi penuh kejutan. Ia menggunakan urutan peristiwa yang deterministik tapi kemundian menghasilkan akhir yang tidak terduga.

Dan itu kita sebut ajaib.


  1. Most interesting. Saya punya feeling yang serupa, tapi tidak mampu untuk menuangkannya ke dalam bentuk tulisan. Cuma di awang-awang saja.
    .
    Thanks for sharing.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: