Kacamata Kaki Lima

Salah satu indikator kita sudah tidak muda lagi adalah semakin perlunya kacamata. Dan kita semakin tua kalau sudah sering kehilangan kacamata. Dan kalau sudah hilang, susah carinya. Karena tidak kelihatan. Tapi good news nya ternyata kacamata itu bisa diperoleh di banyak tempat.


Entah sudah berapa kali saya mengganti kacamata. Pertama memang karena minusnya bertambah. Tapi sering karena hilang.

Padahal dengan mata minus tiga, repot juga. Tidak mudah juga melihat ke sana ke mari.  Saya tidak bisa membaca tulisan atau petunjuk. Dunia terlihat indah, tapi tidak tajam.
Jadi tadi Ina mengajak saya untuk membeli kaca mata.  Saya agak pesimis, karena menjelang tahun baru toko optik biasanya tidak buka. Kalaupun buka, saya baru bisa ambil  hasilnya nanti Januari.

Tapi Ina punya ide lain.  Saya dibawa ke Jalan ABC di Banceuy. Wah, masak sih ada toko kaca mata di situ?  Eh ternyata benar ada, dan bisa ditunggu pula. Biasanya saya harus bayar jutaan di optik.  Di toko ini cukup duaratus duapuluh liba ribu, beres. Jadi saya ukur dulu di toko sebelah, sambil bayar Rp 20.000,-

Masih ada yang lebih hebat. Begitu saya keluar toko tempat ukur mata, Ina sedang melihat-lihat pedagang kaki lima yang menjual kaca mata.  Orangnya masih muda, seperti baru lepas remaja. Ternyata pedagang kaki lima ini bisa membuatkan kaca mata.  Dia bahkan punya alat ukur mata.  Jadi sebenarnya saya buang uang juga ngukur tadi di dalam.

Setelah pilih-pilih fame, dan tawar menawar, saya bisa dapat harga 150 ribu, termasuk frame dan lensa minus + silindris. Not bad untuk orang yang sering menghilangkan kacamata. Dia lari menghilang ke tempat pembuatan lensa. Saya duduk-duduk diemperan sambil menunggu si penjual. Apa benar bisa jadi?  Ternyata 30 menit kemudian kacamata saya betulan jadi, dengan kualitas tidak kalah dibanding optik. Hebat..

Langsung dunia berubah indah dan tajam kembali. Malam ini saya bisa menikmati kembang api di angkasa, berkat anak muda tadi.

Rupanya daerah Banceuy ini istimewa. Pedagang kaki limanya canggih. Bukan cuma montir mobil, ahli bangunan, jam arloji, dan elektronika, Banceuy juga punya optometris jalanan.

Apa nggak takut nanti mata saya rusak? Begini. Saya sudah menggunakan kaca mata minus lebih dari 15 tahun. Saya sudah punya berbagai pengalaman tentang ini. Mulai dari optometris bule di Canada, Dokter Cicendo, Dokter Mata Borromeus, optometris di optik-optik, sampai si ujang kaki lima tadi. Setelah saya jalani sendiri,  menurut saya kualitas si ujang tidak kalah.  Mata saya taruhannya, hehehe.

Advertisements

  1. Hebat juga si ujang itu. Tapi lebih hebat lagi Pak AZL yang tak gengsi menghargai produk kakilima.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: