Damai Sejahtera Ilahi

Dalam dunia post modern ini semua berlimpah, kecuali satu: damai sejahtera. Penderitaan besar terjadi pada saat orang kesepian di tengah keramaian, kesakitan dalam kekayaan, ketegangan stress dalam ketinggian pekerjaan, kekosongan makna dalam lumbung harta. Orang berusaha mencarinya pada kesenangan, hobby. Atau mencarinya melalui keheningan kekosongan meditatif. Tapi saya pikir kita harus mencari damai sejahtera Ilahi, damai sejahtera dari padaNya.

Seringkali kita baru bahagia apabila keinginan kita tercapai. Apabila lingkungan kita mendukung. Apabila suasana kondusif. Apabila perlakukan orang pada kita baik. Bila tidak, maka kita kecewa. Kita kehilangan sukacita.

Meskipun sekilas pendekatan ini OK, selama kita masih hidup di dunia kita akan kecewa. Karena orang tidak sempurna. Ada saja waktu orang gagal memeperlakukan kita dengan baik. Sama saja seperti kita yang sering gagal memperlakukan mereka dengan special.

Dunia juga penuh surprises dan tidak terduga. Kita tidak bisa mengatur dunia ini agar selalu bisa diprediksi sesuai keinginan kita. Kalaupun bisa, betapa tidak fun nya dunia ini, karena terbatas oleh kendali kita. Tidak ada lagi kejutan-kejutan.

Ada juga metoda-metoda seperti meditasi transendental. Saya sendiri pernah sedikit-banyak mencobanya. Memang ini membawa keheningan dan ketenangan pikiran. Tapi saya merasa, dan ini saya akui subyektif, saya melarikan diri dari persoalan. Saya men-detach diri dari kehidupan. Dengan mengosongkan diri, saya terasing dari hiruk-pikuk kehidupan. Saya memang mendapatkan ketenangan. Tapi apa artinya ketenangan itu kalau akhirnya saya hidup untuk ketenangan diri dan tidak berimpak pada kehidupan? Begitu realitas datang, kita kehilangan ketenangan pikiran itu.

Ada suatu pilihan: damai sejahtera Ilahi. Damai sejahtera yang datang dalam kekuasaan Tuhan. Kita tidak melarikan diri dari kehidupan, tapi kita menghadapinya dengan kuasaan Ilahi ini.

Damai sejahtera ini tidak berkesudahan. Tidak gampang hilang. Karena damai sejahtera ini dibangun di atas keadilan dan kebenaran. Damai sejahtera ini adil dan tidak merugikan orang lain.  Dan damai sejahtera ini tidak diperoleh melalui menipu diri sendiri.  Tidak mengabaikan realitas. Damai sejahtera ini adalah damai sejahtera berdasarkan kekuasaan Ilahi untuk menghadapi realitas. Itu sebabnya ia tidak berkesudahan.  Tidak gampang hilang.

Untuk saya, yang paling penting adalah damai sejahtera ini tidak lagi bergantung pada situasi.  Tidak bergantung pada perlakukan orang.  Tidak bergantung pada kondisi kita maupun sekitar kita.

Damai sejahtera ini hanya bergantung pada kehadiran Ilahi dalam hidup kita.  Seberapa dekat kita padaNya. Seberapa Ia menjadi Tuhan dalam hidup kita. Ia akan menasehati kita secara ajaib. Ia akan menemani kita menghadapi persoalan dunia dengan perkasa.  Ia akan mengasihi kita seperti kita mengasihi anak kita sendiri dengan penuh kesetiaan. Dan Ia menjadi seperti raja yang memerintah kehidupan dalam damai.

Itulah damai sejahtera Ilahi. Bekal kita menghadapi kehidupan post modern ini.

Salam damai sejahtera Ilahi untuk anda semua, dan Selamat Hari Natal bagi sahabat-sahabat yang merayakan.


  1. Selamat natal buat pa armein dan keluarga, mudah2an kita selalu diberi kedamaian dan kekuatan untuk selalu memaafkan, terus meng-update blog yang mencerahkan ini yach pa. Salam

  2. Posting yang menarik. Saya sampai membacanya dengan seksama. Kedamaian ada dalam pikiran dan hati.

    Selamat Natal dan Tahun Baru buat Anda dan keluarga.

    Salam damai

  3. Selamat Natal Pak, semoga damai sejahtera Allah selalu menyertai Bapak sekeluarga.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: