The Second Grid

Saat ini rumah modern selalu dilengkapi dengan listrik AC 220V. Ini biasanya dipasok melalui grid listrik dari PLN. Saya pikir rumah masa depan, secara simultan, harus memiliki grid yang kedua, yakni grid DC 12 V. Ini dipasok melalui batere dan sumber energi terbarukan.

Pasokan listrik PLN itu ibarat pasokan air PDAM. PDAM mengumpulkan air dalam bak-bak penampungan. Kemudian melalui pipa-pipa air, PDAM memasoknya dan mendistribusikannya ke rumah-rumah. Kita tinggal buka keran, air PDAM mengalir.

PLN juga demikian. Pembangkit listrik menghasilkan energi listrik yang didistribusikan melalui jaringan kabel dan gardu listrik (grid). Rumah kita kemudian dipasok dari gardu terdekat melalui kabel listrik. Kita tinggal menyalakan saklar maka lampu langsung menyala.

Sejak dulu ada listrik AC dan DC. Tapi karena pembangkitnya jauh, maka dipandang sistem AC lebih efisien. Oleh sebab itu banyak peralatan rumah tangga kita, lampu, TV, kulkas, dan AC, menggunakan listrik AC.

Tapi peralatan modern sekarang sebenarnya membutuhkan listrik DC. Radio transistor, DVD player, soundsystems, notebook, TV LCD, ponsel, WiFi, dsb adalah sistem DC. Dan lebih lanjut, kebanyakan alat itu mendukung mobilitas, sehingga membutuhkan batere. Listrik hanya diperlukan untuk mencharge batere.

Jadi saya argue, listrik 220V AC itu kuno. Itu konsep abad lalu. Rumah masa depan membutuhkan listrik 12V DC. Dan semakin banyak peralatan butuh listrik DC.

Lihat saja, berapa banyak searang trafo di rumah anda. Semua alat elektronik praktis menggunakan trafo untuk menurunkan tegangan dan AC to DC converter. Belum lagi begitu banyak charger. Semakin modern anda, semakin banyak adaptor. Itu karena rumah kita tidak memiliki instalasi DC.

Ini juga sesuai dengan konsep renewable energy. Energi terbarukan itupun siap mendukung sistem DC. Listrik dari photovoltaic (solar panel) misalnya menggunakan DC.

Kemudian kita membutuhkan teknologi batere. Selain memuat energi portabel, batere juga mengatur agar aliran listrik bisa stabil. Bukan rahasia lagi banyak sumber energi, apalagi yang renewable, tidak selalu stabil. Kestabilan listrik solar panel bergantung terik redupnya matahari. Bila kita memasoknya langsung ke peralatan, peralatan kita bisa malfungsi.

Jadi diperlukan juga listrik berbasis batere.

Satu lagi. Kalau sekarang air minum kita sudah dipasok dengan galon Aqua, dan energi masak menggunakan tabung gas, saya membayangkan akan ada bisnis energi batere yang lebih luas. Akan ada inovasi batere dan catridge fuel cell yang efisien, untuk diperjual belikan bebas. Dan kita membelinya, seperti membeli aqua dan gas, untuk kebutuhan listrik di rumah.

Jadi siap-siap. Instalasi listrik rumah kita perlu diupgrade. Kita perlu menambah instalasi DC 12 V agar rumah kita bisa menjadi rumah cerdas. Listrik rumah masa depan kita itu akan dihidupkan oleh batere-batere. Dan listrik PLN untuk apa? Untuk mencharge batere rumah cerdas kita itu. Seperti charging HP dan notebook kita.


  1. Sangat menarik idenya, Pak. Walaupun nantinya kita perlu banyak regulator untuk konversi 12 VDC ke n DC karena masing-masing peralatan elektronik memerlukan tegangan DC yang berbeda juga.

    Kalau 12 V dirasa terlalu rendah, kita bisa pakai juga sistem DC 24V.

  2. Mungkin perlu aturan, tegangan DC yang digunakan adalah 12V (seperti halnya 220V di AC), sehingga semua peralatan elektronik harus built-in regulator dengan supply 12V.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: