It is a new world

Tahun 2008 ini ditandari dengna gugurnya ekonomi raksasa dunia, seperti perusahaan finansial di Wall Street dan industri di Detroit. Bagi saya ini tanda perubahan zaman. It is a new world.

Situasinya sangat mirip dengan era awal 1900an. Berbagai industri yang jaya di tahun 1800an bangkrut. Bahkan kehancuran ekonomi berpuncak pada depresi parah di tahun 1930an, sebelum pulih kembali setelah perang dunia kedua. Dan muncul pahlawan ekonomi baru, seperti Ford, Rockefeller, Carnagie, sampai kie Bill Gates dan Steve Jobs.

Dunia seakan percaya bahwa ekonomi dibangun oleh orang-orang elite, super jenius. Mereka memiliki kharisma dan kemampuan tidak lumrah. Dan kita, mortals, cukup percaya kepada mereka. Elite-lah, para industrialis, yang mengatur dunia. Mereka tidak boleh dibikin susah, karena nasib jutaan orang di tangan mereka.

Tidak hanya di dunia barat. Di Indonesia pun begitu. Kaum pengusaha mendapat perlakuan khusus. Industri diserahkan hanya pada mereka. Bisnis pertambangan, operator telekomunikasi, sampai ke distribusi pangan, dimiliki oleh segelintir elit. Masyarakat, kalau bukan pekerja mereka, adalah konsumen.

Yang sangat mengherankan, perusahaan yang gagal itu adalah “the best in the world”. Citibank, Mogan Stanley, AIG, The Big Three Detroit itu adalah yang terbaik dan terunggul. Dalam hal penguasaan ilmu kapitalis, kita itu tidak ada apa-apanya dibanding mereka. Dan toh mereka gagal.

Jadi ini bukan soal keahlian, bukan soal SDM, bukan soal ilmu, bukan soal teknologi, bukan soal organisasi, bukan soal modal, dan bahkan bukan soal etika. Ini soal yang sangat fundamental. Abad 21 ini adalah abad yang berbeda. It is a new world. Dan kapitalis abad 20 adalah dinosaurus di abad 21.

Kita membutuhkan pendekatan baru, seperti yang dibuat Muhammad Yunus dari Bangaldesh. Kita perlu prinsip baru, seperti yang sedang dicoba Obama.

Apa itu? Menggali potensi ekonomi pada 6 miliar penduduk bumi. Mencari konsep ekonomi di atas the bottom of pyramid. Mencari eknomi baru, the new frontier, pada 3.5 miliar penduduk di dunia ketiga. Mengkonversi masayarakt menjadi kekuatan ekonomi bersama.

Abad 21 ini ditandai keberhasilan konsep kolaborasi opensource. Seluruh pengguna komputer diajak menjadi produsen. Sebuah produk dikeroyok ribuan orang sehingga berkualitas tinggi. Ekonomi abad 21 akan ditandai dengan runtuhnya relevansi dari elite, dan bergeser pada pentingnya komunitas.

Saya pikir ini menjadi dasar baru dari pembangunan ekonomi di Indonesia. Kita perlu bergeser dari elite based ke community based. Dan pembangunan masyarakat rural dan pedesaan menjadi kunci.

It is a new world….


  1. Saya sepakat dengan pandangan bapak. Abad 21 adalah abad komunitas, abad yang horizontal, sumberdaya tidak menumpuk pada satu dua titik saja tetapi dapat merata pada siapapun yang mampu memanfaatkan informasi dan teknologi informasi.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: