Tentang Mencintai

Penerapan konsep mencintai itu sungguh luas.  Jadi kalau ada ilmu yang sungguh-sungguh harus dipelajari, itu adalah belajar mencintai. Belajar menerapkan cinta itu pada apapun yang kita hendak kerjakan.

Ada begitu banyak contoh. Tapi ijinkan saya mengambil contoh dari Jenderal Eric K. Shinseki.  Jendral AS ini seorang keturunan Jepang, yang berhasil mencapai jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (Army Chief of Staff) Tentara Amerika Serikat. Namanya muncul lagi ketika Obama mengangkatnya menjadi Menteri urusan Veteran.

Saat ia pensiun di tahun 2003 ia mengucapkan pidato yang mengensankan.  Tapi salah satu yang paling mengesankan saya saat ia bilang bahwa tidak mungkin seorang jenderal bisa memimpin tentaranya bila ia tidak mencintai tentaranya. Tidak mungkin seorang pemimpin bisa memimpin bila ia tidak mencintai yang dipimpin.

Saya bisa bilang, dengan semangat yang sama, tidak bisa seorang guru bisa mendidik muridnya bila ia tidak mencintai muridnya.  Tidak mungkin seorang dosen bisa membimbing mahasiswanya bila ia tidak mencintai mereka.

Dan tidak mungkin seorang bisa memimpin kampus ITB bila ia tidak mencintai kampus ini. Tidak mungkin seorang bisa menghasilkan terobosan untuk bangsa ini, bila ia tidak mencintai tanah airnya. Seperti seorang dosen ITB yang memimpikan Satelit Palapa di tahun 1968 untuk Indonesia, dan terwujud lima tahun kemudian. Ia mencintai sesama dosen-dosen sehingga ia mendorong dosen untuk mengembangkan diri beyond akademis.  Ia begitu mencintai mahasiswa ITB sehingga tidak henti-hentinya ia melecut mahasiswa untuk belajar entrepreneur.

Kecintaan itulah yang mendorong orang menghasilkan mahakarya, dan mampu memikul tanggung jawab maha besar.

***

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Prof Iskandar Alisyahbana yang wafat tadi malam. Seorang mentor ITB sejati, yang memperlakukan dosen dan mahasiswa dengan begitu hormatnya. Seorang besar yang telah membuktikan kecintaannya pada bangsa Indonesia dan kampus ITB sampai akhir hayatnya.  Selamat jalan Prof. Maaf mungkin kita tidak akan begitu missed Prof hari ini karena begitu banyak peninggalan dan legacy yang Prof hasilkan yang kami nikmati hari ini. Kami melihat buah tangan Prof di mana-mana.


  1. inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun
    semoga amal ibadah beliau diterima di sisiNya ya,pak..

    oia, pak, kenalkan..
    saya salah satu mahasiswi perwalian bapak..
    nama saya Nadine Nandanari
    NIM 16508091

    kok dalam 2 kali perwalian bapak tidak bisa hadir?
    hehe..
    salam kenal ya,pak..

  2. azrl

    @nadine: terimakasih untuk kunjungannya dan salam kenal kembali. Ia maaf tidak bisa datang. Yang pertama itu bulan Agustus kemarin pas saya di opname di Borromeus. Mungkin terlalu kelelahan. Jadi dokter menginstruksikan saya untuk banyak rekreasi. Nah yang kedua itu sabtu kemarin, saya sedang rekreasi …




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: