Attachment

Hati kita bisa tertambat pada orang atau barang.  Dan hati kita bisa terasa perih saat kita harus mengikhlaskan ia pergi.  Hal-hal kecil mengajarkan betapa hati kita tertambat pada hal yang salah.  Empat hari belakangan ini saya belajar tentang hal ini di rumah saya.

Sejak hari minggu, setiap pagi hati saya gelisah, resah, kesal. Dan akibatnya saya selalu mengganggu Ina dengan kekesalan saya itu.

Gara-garanya ada kecelakaan sepele yang tidak disengaja.

Minggu pagi, tiba-tiba pembantu rumah kami punya inisiatif hendak mencuci mobil.  Sebenarnya itu bukan pekerjaannya, dan kalau tidak cuci sendiri saya selalu membawa ke tempat cuci. Saya agak heran, mengapa ia mencuci mobil dengan menggosok-gosok. Sampai berbunyi segala. Wah entah mengapa, kali ini ia tidak mencucinya dengan banyak air, tapi lebih menggosoknya dengan keras. Jadi dia itu punya ide bahwa penggosok cukup dibasahi kemudian gosokkan dengan keras ke kotoran di body. Wah keruan baret di mana-mana. Jadi cat mobil rusak permanen di seluruh mobil, hehehe kacau.

Nah sekarang muncul masalah lebih besar, saya jadi kesal tiap pagi. Saya sebenarnya tahu ia tidak sengaja. Dan saya sudah lupa. Tapi setiap pagi saat saya siap berangkat ke kantor, selalu terlihat hasil karya pembantu kami itu. Dan muncul kembali rasa kekesalan saya itu tanpa terkendali. Dan, kasihan Ina,  saya selalu cari Ina untuk menumpahkannya.

Di jalan tadi saya juga heran, mengapa sudah empat hari ini saya masih diusik oleh kecelakaan ini.  Biasanya saya mudah let it go. Saya cepat recover dari perasaan kecewa, paling banter sehari. Ini cuma urusan sepele, cuma cat mobil, tapi mengapa saya masih tidak mampu mengikhlaskannya.

Akhirnya saya mengerti.  Attachment. Rupanya hati saya tertambat pada mobil ini, yang saya jaga baik-baik.  Ada history nya. Dan sejarah ini penyebabnya.

Kalau dihitung-hitung, saya sebenarnya sudah pernah punya empat mobil, ganti-ganti.  Tapi tiga mobil pertama itu selalu punya bekas.  Sampai suatu hari saya ingin menghadiahkan Ina dan anak-anak mobil baru.  Jadi saya menabung lama, sampai sekitar enam tahun lalu, setelah belasan tahun menikah, saya jual mobil bekas dan betulan ke dealer untuk beli mobil baru. Dan supaya Ina senang, semua surat-surat atas nama Ina. Ini mobil Ina.

Namanya juga mobil Ina, saya jaga baik-baik. Saya sayang, nggak pernah diperlakukan sembarang.  Kalaupun tugas ke luar kota, saya cenderung sewa mobil daripada menggunakan kendaraan ini. Begitu terus selama enam tahun, sampai hari ini. Dan tanpa saya sadari, ada semacam attachment yang tidak sehat.

Jadi begitu pembantu saya membuat karya seni di tubuh mobil itu saya sangat kesal yang tidak hilang-hilang. Ternyata di bawah sadar saya, saya merasa yang terjadi adalah hal yang sangat berharga buat saya diperlakukan sembarangan.  Hal yang saya jaga bertahun-tahun diperlakukan secara ignoran.

Saya mengerti sekarang bahwa selama ini saya salah. Hati saya terlalu terattach pada benda, karena saya ternyata memproyeksikan cinta saya pada Ina dan anak-anak pada benda semacam ini.  Mobil, rumah, perabotan, dsb. Padahal realitasnya, ada barang itu atau tidak, saya tidak berhenti mencintai mereka, dan tidak berhenti memberikan mereka yang terbaik, bukan?

Jadi sekarang saya sudah berhasil mengatasinya.  Saya ikhlaskan, dan bisa tertawa melihat karya seni pembantu saya itu.  Ina menyarankan saya ke salon mobil untuk memperbaikinya.  Saya pikir tidak.  Saya akan melihatnya setiap pagi untuk mengingatkan saya how much actually I love her and the kids. How lucky I am to have them. Betapa saya akan marah kalau mereka diperlakukan sembarangan. And I always want to give them my best.


  1. akhmad

    hebat sekali pak… salut..

  2. mastion

    luar biasa..
    terbukti, semua hal yang terjadi, betapapun buruknya itu, pasti ada hikmah tersembunyi, jd memang harus cerdas mensikapi😀

  3. pak Armein romantis sekaliii ^_^




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: