Figuring Out How to Solve

Mengapa ya banyak orang tidak mau menghabiskan waktu mencari tahu bagaimana memecahkan suatu masalah?

Dalam perjalanan kerja saya bertahun-tahun, saya menemukan banyak orang mampu menyampaikan masalah. Bahkan ada yang mampu mengubah sesuatu yang baik menjadi masalah baru. Tapi sedikit yang mengusulkan pemecahannya.

Kalau saya coba menebak, 75% percakapan kita dengan orang lain di tempat kerja berisikan keluhan.  Kita menunjukkan berbagai masalah.  Kita memperlihatkan kekecewaan kita.  Atau celaan, baik kepada atasan kita dan sesama rekan kerja.

Saya kira tentu ada positifnya.  Dengan mengungkapkan masalah, kita bisa bersama-sama mengatasinya.

Tapi disitulah masalahnya.  Sangat sedikit yang mengusulkan ide baru untuk mengatasinya.  Percakapan berhenti pada kesimpulan bahwa kita ini semua bemasalah.  Tapi setelah itu ya sudah, kita bubar dengan perasaan tertekan.

Mungkin masalah itu memang berat, dan tidak ada yang sanggup memecahkannya.  Atau kita kurang kreatif, kurang inovatif.  Untuk itu kita tutupi dengan semangat memperlihatkan berbagai masalah di sekliling kita.

Atau kita terjebak pada pemikiran “kambing hitam”.  Kalau keadaan buruk, mesti ada yang berdosa. Ada yang melanggar.  Jadi sama dengan kepercayaan suku primitif, kalau panen tidak berhasil, dewa sedang marah karena ada orang yang berdosa.  Kemudian harus ada yang dikorbankan, dilempar ke kawah gunung berapi, misalnya.

Banyak masalah sebenarnya bisa diatasi dengan inovasi.  Dengan berpikir kreatif. Dengan berpikir mencipta solusi.  Dengan duduk dan berpikir, how do I solve this problem?

Bagaimana caranya?  Pengalaman saya menyimpulkan bahwa ada beberapa langkah heuristik yang bisa diambil:

  1. Mengerti masalah.  Mengerti apa yang menjadi konflik.  Mengerti apa tujuan kita dan kita sekarang ada di mana.  Mengerti apa akar dari masalah kita.  Merumuskan kriteria sukses.
  2. Brain storming. Apa yang kita punya.  Apa yang kita bisa akses.  Dan bagaimana menumbuhkan hal-hal itu menuju tujuan.  Apa pilihan instrumen kita.  Berapa biayanya. Apa saja pilihan kita.
  3. Inkubasi.  Saya biasanya diamkan masalah itu barang sehari dua hari, membiarkan brainstroming itu mengendap dalam bawah sadar.  Mungkin dibawa tidur.  Sambil saya baca-baca artikel terkait masalah ini.  Atau saya ngelamun dan menggambar-gambar sketsa pemikiran.  Ini proses menghimpun sumber-sumber kreatif dari mana-mana untuk bekerja memberikan ide solusi.
  4. Aha. Di satu titik tertentu, pikiran kita melayang pada suatu ide ‘bagus’.  Ide yang membuat kita berdebar. Nah kita segera tangkap ide ini, sebagai ide utama.
  5. Strategi Detail.  Ide itu kita jabarkan lebih detail menjadi stratgi yang bisa dilaksanakan organisasi kita.

Terlepas dari caranya, jelas kita lebih perlu untuk mencari ide-ide jalan keluar ketimbang sibuk mencari siapa yang salah.

Advertisements

  1. istilah ‘masalah’ dalam bahasa indonesia agak rancu Pak, karena bisa bermakna ‘matters’, ‘problem’, dan ‘trouble’. makanya jarang dihasilkan solusi yang menjawab persoalan.

    kalau menurut saya istilah yang tepat itu menjawab atau menyelesaikan persoalan Pak, bukan memecahkan masalah.

    pemecahan masalah baru tahap awal penyelesaian persoalan, yaitu analog dengan analisis yang melakukan dekomposisi suatu hal menjadi hal-hal lain yang lebih kecil dan berkaitan satu sama lain untuk mendeskripsikan hal yang lebih besar (yang disebut masalah di awal).

    pemahaman masalah adalah identifikasi kondisi-kondisi dari sub-hal dan kaitannya dengan kondisi yang diinginkan (kondisi terselesaikan).

    kalau diibaratkan masalah yang sudah dipecahkan (menjadi keterhubungan hal-hal kecil/faktor) itu baru menjadi peta maka solusi adalah path dari kondisi awal (kondisi bermasalah) ke kondisi tujuan (kondisi terselesaikan).

    jadi syarat untuk sebuah solusi adalah diketahui kondisi awal (saat ini), kondisi akhir (yang diinginkan) dan alternatif jalan/perpindahan kondisi yang menuju kondisi akhir. tanpa terdefinisinya ketiga hal tersebut, sulit membuktikan apakah suatu hal adalah solusi atau bukan.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: