Partitur Kerja

Bagaimana cara membuat tim orang-orang spesialis untuk bekerja sama dengan harmonis? Salah satu cara adalah dengan membuat semacam partitur.

Saat saya mahasiswa TPB, saya ikut unit kegiatan paduan suara mahasiswa. Kami dibagi ke dalam empat kelompok suara: soprano, alto, tenor, dan bass (SATB). Masing-masing punya bunyi yang berbeda pada ketukan tertentu. Agar kami bisa bernyanyi dengan padu, maka kami dituntun dengan sebuah partitur. Kami harus membaca partitur untuk bisa bernyanyi bersama dengan bagus.

Partitur ini berisi note-note lagu. Setiap baris (dari atas ke bawah) berisi note bagi satu kelompok. Jadi ada empat baris untuk SATB. Dan dalam setiap baris ada kolom dari kiri ke kanan, yang menunjukkan ketukan menurut waktu (time line). Jadi kami bisa tahu pada ketukan ke berapa kami harus membunyikan nada tertentu.

Saya pikir-pikir, partiturlah yang membuat para penyanyi ini kompak. Setiap penyanyi punya ego sendiri, punya skill sendiri, punya gaya sendiri. Penyanyi soprano punya kebanggaan sendiri. Alto juga. Tenor juga. Bass juga. Sama-sama merasa paling penting. Dan tidak apa-apa. Dirigen mengjinkan para bintang ini untuk menunjukkan semua kebolehannya. Asalkan itu dalam jalur yang ditentukan partitur.

Saya pikir saat kita memimpin orang-orang hebat, orang-orang pintar kita menghadapi masalah manajemen yang tidak gampang. Tidak jarang tim orang hebat ini gagal berkinerja. Berakhir dengan pertengkaran dan permusuhan.

Akibatnya banyak pemimpin yang capek, lebih senang punya tim kerja, anak buah yang nurut terus. Tidak penting hebat, yang penting loyal, demikian pikirnya. Akibatnya memang tim ini jarang bertengkar. Tapi hasilnya ya begitu-begitu saja.

Saya kira diperlukan partitur untuk bekerja tim. Sang pemimpin, dirigen, harus memiliki partitur kerja. Semacam skenario. Di dalamnya ada daftar tugas perfomance setiap anggota tim. Dan diurut berdasarkan waktu. Salah satu ide adalah menggambarkannya dalam kertas landscape (melebar). Baris nya adalah para anggota tim, dan kolomnya adalah waktu.

Jadi semacam Gantt Chart. Tapi Gantt Chart itu memiliki baris yang diisi dengan tugas. Dalam Partitur Kerja, barisnya berisikan nama orang atau unit. Dan bar-bar yang dibuat pada setiap baris menggambarkan tugas.

Bagaimana cara membuat Partitur Kerja ini? Nah ini menarik.

Partitur adalah sebuah masterpiece, yang harus dibuat oleh seorang maestro. Macam Beethoven, atau Bach. Atau sutradara dan penulis skenario yang hebat. Orang biasa juga bisa membuat partitur. Tapi hasilnya bukanlah masterpeice. Dan tidak membuat anggota tim excited.

Jadi demikian juga, saya pikir Partitur Kerja adalah karya istimewa dari perancang suatu pekerjaan. Dengan kata lain, agar suatu tim orang hebat bisa bekerja dengan hebat, diperlukan maestro juga dalam mengatur peran masing-masing.

Tanpa Partitur Kerja, akan sukar membuat masterpiece secara bersama.

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: