Kisah Tragis Alan Turing

Kalau dunia mengenal nama Alfred Nobel yang digunakan sebagai award, dunia TIK mengenal Alan Turing.  Turing Award itu setara dengan Nobel untuk bidang TIK.  Tapi tidak banyak yang tahu hidup Turing berakhir tragis.

Turing itu super jenius. Orang Inggris ini juga gigih.  Pada usia 14 tahun ia harus masuk sekolah Sherborne School. Tapi karena ada pemogokan masal, ia nekad naik sepeda sendiri ke sekolah. Jaraknya? 97 km!

Dalam usia 24 tahun, semasa mahasiswa, ia menulis paper klasik: On Computable Number, yang menjadi dasar bagi komputasi hingga saat ini.  Ia mencipta universal computer, yang sekarang dikenal sebagai Turing machine.

Semasa mahasiswa ia kehilangan sahabat dekatnya karena terjangkit kuman melalui minuman susu. Ia kehilangan iman dan berubah menjadi atheis.  Iapun menjadi gay (homoseksual). Karena itu ia ditangkap polisi dan dihukum oleh pengadilan. Hukumannya adalah penyuntikan hormon estrogen, yang membuat tubuhnya menyerupai wanita.  Tidak tahan dengan penghinaan ini, iapun bunuh diri pada usia 41 tahun.

Sampai sekarang orang masih terkagum-kagum dengan karyanya. Sampai Association of Computing Machinary (ACM), badan paling terkemuka di bidang ICT, menganggapnya sebagai bapak ICT dan melahirkan Turing Award, setara Nobel di bidang TIK.  Seandainya ia tidak bunuh diri, entah karya apa lagi yang bisa keluar dari jenius ini.

Saya hanya bisa terhenyak membaca riwayat Turing.  Dia memilih untuk hidup berbeda dengan orang lain.  Dan perbedaannya tidak mengurangi karya dan kontribusinya yang luar biasa bagi peradaban. Sayangnya saat itu dunia dikuasai oleh orang-orang yang tidak jelas karyanya tapi penuh judgement.  Turing pun patah di tangan mereka. Dan dunia kehilangan seorang yang berkontribusi begitu besar.

More on Alan Turing di wikipedia.


  1. Sangat tragis,,, seseorang yang dapat memberikan kontribusi pada dunia yang begitu besar harus berakhir dengan tragis. Dunia membutuhkan Turing yang baru, tapi apakah dengan kelahiran Turing yang baru akan benar-benar memberikan kontribusi positif bagi “manusia”?

  2. di dunia yang kejam ini yang memiliki kekuatan terbesar lah yang menang..
    entah dia benar atau tidak..

    punya ide secemerlang apapun, jika birokrat tidak menyetujui, sudah tentu akan sia-sia jerih payahnya..

    Seharusnya birokra juga berasal dari kalangan berpendidikan tinggi, tidak seperti negara kita yang dahulu pernah dipimpin oleh seorang lulusan SMU

  3. ntz

    Hmmm, dilema memang… Seorang inventor biasanya membawa barang/ide baru yang bagi banyak orang dianggap aneh… Kalau menurut saya, kita perlu open mind dengan hal baru, yang mungkin sangat aneh bagi kita saat ini, tapi sangat logis bagi pemikiran sang inventor. Banyak kasus tragis berujung kematian seperti Turing… contoh Galileo, yang hidupnya tidak terlalu baik seperti Tesla, atau juga yang cukup berhasil seperti Edison atau Einstein.

  4. Riski Widodo

    Apa ada yg bisa seperti dia di dunia ini mesipun dia memiliki kekurangan dah di sekelilingi orang yg jadi sahabat .

    tapi karyanya menyelamatkan hampir 14juta jiwa (y)
    meski saya belom tentu bisa seperti dia tp saya akan berusaha untuk negri ini meskipun gk sebesar nama mu😀

    Makasih buat inspirasi para pemuda/i di seluruh dunia

    RIP
    Alan Turing




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: