On Being Creative

Kamis kemarin, seorang peserta kuliah bertanya pada saya, “Pak, bagaimana caranya agar orang tetap kreatif?’. Wah pertanyaan susah nih. Saya jawab sebisa saya.

Saya pikir menjadi kreatif itu susah. Menghasilkan karya original sendirian itu susah. Ada orang-orang yang memang punya talenta itu. Saya pikir saya tidak.

Saya cenderung mencipta melalui perkawinan ide-ide lama. Jadi ide-ide lama yang sudah ada dikawin-kawinkan sehingga mempunyai anak ide yang baru. Ide lama dimodifikasi.

Saya diinspirasi oleh pesilang anggrek. Mereka bisa menghasilkan anggrek baru dengan membuat perkawinan silang antara anggrek-anggrek yang ada. Jadi mereka bukan Tuhan yang menciptakan anggrek baru. Mereka orang biasa yang mengawinkan anggrek yang sudah ada sehingga menghasilkan turunan anak anggrek yang baru.

Sudah lama saya belajar mengawin-ngawinkan ide, sehingga beranak ide baru.

Cara ini juga membantu saya menyelesaikan disertasi saya dulu. Sebagai mahasiswa doktoral, saya stress juga. Harus menghasilkan karya yang original. Biasanya kami grad students di kelompok riset kami pergi ke perpustakaan engineering untuk mencari bahan. Tapi suatu hari saya pergi ke perpustakaan sains. Saya menemukan banyak jurnal, mulai dari biologi, psikologi, sampai jurnal fisika. Ternyata di sana banyak sekali ide-ide menarik. Saya ambil ide-ide itu kembali ke kelompok riset saya, memodifikasinya, dan saya bisa membuat beberapa turunan hasil yang dianggap orisinal oleh kelompok riset saya.

Saya mengerti demikian juga alam berkembang, berevolusi sampai hari ini: dengan perkawinan silang. Alam berkembang menjadi lebih baik melalui proses perkawinan ini. Anak-anak saya tadinya tidak ada, sekarang ada. Inilah proses kreatif yang bisa orang biasa, orang kebanyakan, lakukan.

Jadi saya bilang kepada mahasiswa tersebut, kita harus senang mengawin-ngawinkan ide kita dengan ide orang lain. Begitu cara kita memelihara kreativitas.

Seorang pembicara dari Detik.com di Sabuga Kamis lalu meringkasnya dengan prinsip yang ia sebut ADM: amati, download, dan modifikasi. Jadi ia mensurf Internet, mengamati ide-ide yang ada. Kalau sebuah bahan, konten, ide, menarik hatinya, ia mendownload bahan itu, kemudian ia modifikasinya, dan menayangkan kembali sebagai hasil karya baru. Begitu cara teman-teman di Detik.com menghasilkan karya dengan cepat. Hasilnya: Detik.com adalah situs Indonesia terpopuler.

Tentu tidak sembarangan. Kita harus dituntun oleh creative excitement. Kita hanya mengawinkan ide yang membuat kita excited. Saat kita hendak menikah, kita cenderung memilih pasangan yang membuat hati kita berdebar-debar, bukan? Nah perasaan itu adalah perasaan yang datang dari creative excitement.

Sayapun demikian. Kalau ada ide dan peluang perkawinan ide yang membuat hati saya berdebar, saya tahu itu creative excitement sedang menuntun saya. Saya belajar menyerah, tidak melawan, dan mengikuti debaran itu. Sampai ia berbuah ciptaan.


  1. bloggingly

    Referensi pak, e-book gratis yang SANGAT bagus mengenai How to be creative : bisa di download disini : http://www.changethis.com/6.HowToBeCreative

    Semoga bermanfaat,🙂

  2. Thanks link nya😀




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: