Kekayaan

Di kuliah saya Selasa lalu, saya bertanya pada para mahasiswa.  Anda ingin  kaya?  Hampir semua dengan tertawa menjawab ya.  Tapi sebenarnya kekayaan yang sebenarnya itu kalau kita punya banyak sanak saudara an teman.

Kebetulan isi kuliah itu tentang teknologi informasi dalam dunia bisnis.  Untuk menjadi kaya, orang harus berbisnis. Jadi saya ingin mahasiswa tahu bahwa sekarang ada ilmu bisnis.  Cita-cita mereka, untuk menjadi kaya misalnya, bisa dipelajari.  Orang yang ingin jadi dokter harus belajar di Fakultas Kedokteran.  Orang yang ingin menjadi insinyur harus kuliah di Fakultas Teknik.  Orang yang inign jadi pebisnis bisa belajar di sekolah bisnis.

Tapi mereka perlu tahu juga kekayaan yang sebenarnya ada pada luasnya dan eratnya hubungan kekerabatan.

Sabtu siang kami kedatangan saudara sepupu saya.  Ia menjenguk kami, lengkap dengan puterinya dan cucu-cucunya.

Wah senang sekali.  Rumah kami jadi ramai.  Cucu-cucunya yang masih kecil berlari-lari di ruangan dengan jeritan-jeritan lucu.  Kami kemudian makan siang bersama.  Dan kami senang sekali dikunjungi, dibesuk.  Mengingatkan kami betapa di Bandung ini kami punya banyak kerabat.

Suami sepupu saya itu bekas pegawai LIPI.  Mereka tinggal di kompleks perumahan pegawai LIPI di Ciumbuleuit sejak tahun 1970an.  Berpuluh-puluh tahun mereka tinggal di situ dan membangun kekerabatan dengan tetangga.

Di tahun 2000an awal mereka sempat pindah ke kompleks yang cukup besar di kawasan Sersan Bajuri.  Tentu kualitas bangunan dan tetangga jauh lebih hebat dan mewah.  Cuma sepupu saya mengeluh, betapa beda suasana kekerabatan.  Betapa mereka sangat kehilangan suasana bertetangga di Ciumbuleuit.  Jadi sekarang mereka kembali tinggal di kompleks LIPI itu. Dan mereka mengakui betapa besar makna kekerabatan itu.

Saya kira kita perlu mengalokasikan waktu untuk saling menjenguk.  Saling memelihara kekerabatan. Saling memperhatikan.  Itu membuat kita kaya raya.


  1. Kalau belum bisa saling menjenguk di dunia nyata, minimal saling mengunjungi blog masing-masing ya Pak ? … heheheh

  2. Wirzal

    @ Oemar Bakrie
    Semoga kunjungan anggota Non Blog bukan kekayaan Virtual…hehehe

  3. betul kata orang bijak: silaturahmi membuka pintu rezeki,,

    dengan adanya silaturahmi, maka akan banyak sekali terbuka jalan2 rezeki, tidak hanya berbentuk harta, namun juga berupa kesehatan, ketentraman jiwa dsb..

    betul kan pak?😀

  4. Wah, saya kalu ditanya apakah ingin kaya, jawabannya HARUS!

    kaya ilmu, kaya relasi, kaya harta, kaya senyum, dan kaya – kaya lainnya.😀

  5. Iya, makanya sekarang saya berkunjung ke sini nih …

  6. putri

    anggota nonBLOG juga berkunjung…😄




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: