Kenangan

Lucu ya. Setelah sekian lama, kita tidak mengingat apa kata orang. Kita jarang ingat perbuatan baik yang ia lakukan. Tapi kita tidak melupakan perasaan yang ia timbulkan. We never forget how they made us felt.

Ucapan orang itu akan masuk ke dalam otak kita melalu indera pendengaran. Biasanya ia kemudian masuk ke otak jangka pendek, short term memory. Kemudian, ia menguap. Lenyap. Oleh sebab itu kita sukar menghafal suatu lirik lagu, misalnya. Atau teks naskah drama. Untuk kita bisa ingat, ucapan itu harus diulang-ulang berkali-kali. Dalam waktu yang lama.

Perbuatan baik agak mendingan. Rada lebih lama ingatnya. Kita ditolong atau menerima pemberian. Good services. Seperti waktu kita ditolong dokter saat sakit, atau ibu-ibu dibantu bidan melahirkan. Kita terkesan dan berterimakasih. Kenangan ini masuk ke long-term memory. Tapi kita lupa juga akhirnya, karena tidak ada pengulangan.

Nah yang diingat lama itu adalah the way they make us feel. Kita tidak ingat lagi apa ucapannya. Kita tidak ingat lagi detil tindakannya. Tapi perasaan senang atau perasan kecewa itu menempel lama.

Teori saya, segala sesuatu yang dilakukan orang lain pada kita dengan perasaan, dengan hati, akan powerful, masuk ke alam bawah sadar kita. Emosi adalah kunci untuk memasukkan sesuatu ke bawah sadar. Karena dia masuk, bukan hanya ke short-term memory, ke long-term memory, tapi terus ke bawah sadar.

Pernah tidak kita selalu merasa senang bertemu kawan kita? Atau kita sering berusaha menghindari diri dari seseorang? Dan kita tidak tahu mengapa bisa seperti itu. Saya rasa itulah contoh reaksi bawa sadar kita. Orang yang pertama selalu membuat kita merasa berharga. Orang yang kedua senang mengecilkan harga diri kita.

Oleh sebab itu, kita perlu selalu memperlakukan siapapun dengan baik, special. Kita harus punya sikap yang menghormati, menghargai, dan bahkan menyayangi orang yang kita jumpai setiap hari. Dengan sikap seperti ini, meskipun kita suatu saat salah bicara atau bertindak salah, orang akan mengingat kita dengan positif.


  1. yup. saya juga percaya bahwa emosi / perasaan lebih mempengaruhi manusia. lebih dari pada informasi. bahkan lebih dari ilmu pengetahuan.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: