Tentang Memori

Tanpa memori, kita tidak ada.  Tapi kunci kebahagiaan hidup itu ada pada keputusan apa yang mau kita ingat dan apa yang tidak. Sesuatu yang bagus, enak dikenang, perlu disimpan lama.  Sesuatu yang buruk dan menyakitkan perlu dijadikan pelajaran dan setelah itu dihapus.

Komputer punya memori primer dan sekunder.   Memori primer itu RAM, sedangkan sekunder itu harddisk, flash disk, dan CDROM. Apa yang ada di RAM akan hilang kalau komputer di restart.  Sebaliknya data di hardisk dan CD ROm relatif kekal.

Komputer di meja saya sekarang diskless.  Jalan hanya di RAM.  File kerja saya tersimpan sementara di RAM. Jadi kalau di-restart ia mulai lagi seperti komputer baru. Senang sekali, tidak ada masalah virus dan sebagainya.  Karena virus selalu diam dan bersembunyi di hardisk atau flashdisk.

Saya bisa memutuskan mana yang akan disimpan ke memori sekunder, dan mana yang dibiarkan di memori primer.  Sesuatu yang bagus, enak dikenang, perlu disimpan lama.  Sesuatu yang buruk dan menyakitkan perlu mudah dihapus.

Dua orang sahabat pengembara tersesat di gurun.  Dalam kelelahan dan kepanikan mereka bertengkar saling menyalahkan.  Dan pengembara yang satu menjadi sangat emosi dan menampar temannya.  Temannya, pengembara yang kedua,  sangat sakit hati.  Ia menorehkan keluhannya dalam tulisan besar di pasir:  “Temanku jahat, dia menamparku hari ini!”

Akhirnya mereka berhasil tiba di sebuah oasis, danau kecil dengan air jernih,  Mereka sangat gembira dan meloncat ke sana.  Rupanya danau ini dalam dan pengembara yang kedua ini tidak bisa berenang, dan mulai tenggelam.  Pengembara yang pertama juga sebenarnya tidak bisa berenang, tapi dia berjuang keras menyelamatkan temannya, pengembara kedua.  Setelah tertolong, pengembara kedua kembali menulis.  Kali ini ia mencari batu dan memahat tulisan: “Temanku sungguh setia, ia berjuang menyelamatkanku dari tenggelam hari ini!”.

Pengembara pertama heran. “Mengapa waktu aku menamparmu, engkau menorehkan tulisanmu di pasir, sedangkan kali ini engkau bersuah payah mengukirkannya di batu?”

Pengembara kedua menjawab, “Karena engkau temanku dalam pengembaraan.  Aku menuliskan kemarahanku dipasir supaya nanti angin gurun pengampunan dan maaf bisa menghapus tulisan itu tanpa bekas. Sedangkan yang di batu ini, supaya aku tidak pernah lupa atas kebaikanmu kapanpun…”

Hidup ini pengembaraan.  Dan teman kita, orang yang kita jumpai tiap hari, adalah sesama kita dalam pengembaraan.  Dan kita bisa panik, bertengkar, dan emosi. Dan kita disakiti.  Marilah kita menyimpan kenangan pahit itu di pasir agar mudah terhapus oleh tiupan angin maaf.

Tapi kebaikan orang, itulah yang harus kita patri dalam dinding relung hati kita.  Itulah yang mengisi memori kita.


  1. yaniwid

    Wah, pekerjaan saya (rasanya) belum memungkinkan kalau hanya di-support diskless computer…
    Lagipula, justru saya dapat tambahan memori dari disk -yang hanya diakses jika perlu- sehingga ‘memori’ saya sendiri tidak terlalu penuh… 🙂

  2. saya suka perumpaaan, batu dengan pasir itu … MANTABS

    oiya , HD memang lebih tahan dalam menyimpan data ketimbang RAM tetapi sebaliknya HD juga lebih lambat untuk mengakses/load data ketimbang RAM

  3. livi

    wah,,,,,
    I like with your comment dit………..
    do you like study about computer???…..




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: