Menawarkan Demokrasi

Salah satu alasan neocon dan George W Bush menyerbu Irak adalah untuk memperkenalkan demokrasi di dunia Arab.  Tapi proses kemenangan Obama justru jauh lebih efektif.

Bush punya pandangan bahwa dunia Arab tidak demokratis.  Jadi dia punya ide ‘cemerlang’, bagaimana kalau kita menyerbu Irak, membomnya, kemudian mendudukinya.  Setelah itu kita selenggarakan pemilu demokratis. Pemerintah yang terpilih pasti akan mensejahterahkan rakyat Irak. Nah, orang Arab akan melihat kemajuan Irak ini dan bergegas menempuh jalan demokrasi.

Maka 19 Maret 2003, George W Bush memerintahkan dimulainya perang Irak.

Lima tahun kemudian, setelah menghabiskan $8-$12 miliar dolar per bulan (total $550 miliar per Agustus 2008), dengan lebih 4000 nyawa tentara AS melayang, 30000 luka, dan lebih dari satu juta rakyat Irak terbunuh, Irak menjadi negara terhancur di dunia Arab.  Tidak ada satupun negara Arab yang ingin menukar situasinya dengan Irak.  Demokrasi mendapat nama yang makin buruk.

Tapi apa yang terjadi dua tahun terakhir yang berpuncak 4 November 2008, jauh dari tanah Arab, orang sedunia menyaksikan Barack Hussein Obama terpilih menjadi presiden, menggantikan George W. Bush Januari 2009 nanti.  Dan justru di situ, seluruh dunia, termasuk dunia Arab, belajar apa itu demokrasi.  Bagaimana lika-likunya.  Bagaimana perjuangannya.

Jadi penegakan demokrasi itu bukan melalui pemaksaan kehendak bersenjata dan berdarah-darah di negeri orang.  Bukan melalui ancaman dan rasa takut. Tetapi dengan memberikan teladan, contoh, di  tanah sendiri oleh diri sendiri.  Melalui harapan dan perubahan.  Cara Bush dan cara Obama itu berbeda seperti bumi dan langit, seperti neraka dan surga.

Dan teladan itu jauh lebih powerful ketimbang pemaksaan.  Wisdom ini kembali diulang.  Bijaklah orang yang menjadi pintar karena pelajaran seperti ini.


  1. hmm…
    demokrasi yang baik dan benar adalah demokrasi yang berdasarkan peraturan yang jelas dan pasti.
    Manusia adalah makhluk yang penuh dengan kesalahan.
    Terkadang mereka mengambil suatu keputusan dengan cara mengkompromikan suatu masalah dengan masalah yang lain, padahal belum tentu solusi yang diambil itu benar.
    Manusia tidak bisa berbuat adil, karena terkadang ia lebih terfokus untuk melihat dari suatu sisi tanpa bisa melihat bagian dari sisi yang lain.
    Sehingga apa yang dihasilkan oleh manusia seringkali keliru dan kurang baik.
    Hanya Dialah, Pencipta alam semesta, yang Maha Mengetahui, mahabijaksana, mahaadil, dan mahasempurna…
    Sehingga apa yang akan kita lakukan harus senantiasa bersandar kepadanya, temasuk mengambil keputusan.
    Jadi, demokrasi yang baik dan benar adalah demokrasi yang sesuai dan bersumber dari syariah (peraturan dari Sang Pencipta).

    Untuk informasi selengkapnya, silahkan kunjungi situs saya.
    Terima kasih.

    Wassalamualaikum wr. wb.

  2. aespe

    demokrasi? bukannya karena minyak pak?…

  3. asep2008

    Bukannya karena Irak menukar cadangan devisa dari USD ke Euro tahun 2000 yang waktu itu sekita5 0.8-0.9 per USD dan sekarang tahu sendiri jadi kebalik. itu yang membuat paman sam naik pitam, hal lain cuma biar kelihatan logis (itupun kaca mata paman itu)

  4. Obama lebih mnawarkan solusi yang lebih “halus” dalam masalah2 irak ketimbang george w bush, ataupun John McCain, mudah2an itu jd kenyataan

  5. parmis

    itu karena obama pandai berdipplomasi dan menguasai iptek




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: