Diskless Computer

Sudah dua hari ini saya menggunakan komputer tanpa hardisk. Sedang membiasakan diri menggunakan cloud-computing.

Di kantor saya tergeletak sebuah komputer bekas server. Tidak canggih-canggih amat. Prosesornya Sempron. Tapi memory nya lumayan, 1GB. Sudah hampir setahun tidak digunakan.

Minggu lalu saya hidupkan. Rupanya hardisknya sudah rusak. Maklum bekas server, yang jalan 24 jam sehari.

Saya punya ide. Apakah saya bisa kerja dengan komputer tanpa harddisk? Saya teringat konsep cloud computing, di mana resources kita disimpan di Internet. Lagipula ketergantungan pada hardisk itu berbahaya. Kalau dia crash, kita kehilangan data berharga. Bukankah orang yang kehilangan notebook menangis lebih karena kehilangan data, bukan barangnya?

Jadi kemarin pagi saya pinjam monitor dari lab DSP, pasang keyboard, mouse, dan Live CD Ubuntu. Begitu komputer dihidupkan, live CD bekerja, dan saya bisa masuk ke Ubuntu OS. Dan saya mulai bereksperimen, bekerja tanpa hardisk.

Internet, nulis blog, email, messenger, gampang. Bisa langsung di komputer ini. Untuk kerja menyiapkan kuliah, saya gunakan USB Flash Memory untuk menyimpan data. Data dari flash saya copy ke desktop, kemudian dibuka dengan openoffice. bekerja jadi lancar karena file di simpan di RAM. Setelah selesai, file dicopy lagi dari dekstop ke USB flash memory, sehingga data tidak hilang.

Karena memory RAM terbatas, cara ini hanya cocok untuk file data berukuran kecil (kurang dari 500 Mbyte). Untuk kerja dengan data yang lebih besar, saya masuk ke server Ubuntu milik PPTIK lewat secure shell dan X windows. Di situ ada file-file saya yang dijaga 24 jam di kantor PPTIK. Kalau saya butuh Microsoft Windows, untuk makalah proceedings ITB misalnya, saya melakukan remote desktop ke komputer USDI, yang juga on 24 jam. Semua tetap muncul di layar komputer saya

So far, it works OK. Lihat screenshot di bawah. Di kiri atas ada program Lyx yang jalan di server Ubuntu PPTIK. Di pojok kiri bawah ada Microsoft Word, jalan di server Windows di USDI. Di sebelah kanan ada webbrowser sedang mengedit blog ini, jalan di Live CD komputer Sempron itu.

Saya pikir dibutuhkan segera operating system generasi baru yang akan membuat semua proses ini seamless.

Ubuntu server, windows server dari Live CD terminal

Ubuntu server, windows server dari Live CD terminal


  1. teteup aja Pak…
    itu komputer yg di USDI sama yg di PPTIK kan tetep pake Hard disk…😛

  2. nice info, pak

  3. @dzaia-bs:
    Lha iya lah, klo ga pake hdd mo pake apa?
    Yg Penting, di PPTIK ada proses backup. Klo ga ada, ya podo wae.

    Model gini dah di coba sm google yg punya text editor sendiri. Dan file nya disimpan di email google yg gede.

    Selama ada internet, kita tinggal masuk ke google, trus buka filenya dimana kita berada(itu klo internet dah dimana2)




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: