Fasilitas Laskar Pelangi

Saya sering mendengar omelan orang betapa fasilitas ini atau itu di indonesia tidak memadai. Saya selama ini cenderung setuju, sampai saya berkesempatan nonton Laskar Pelangi. Kalau kita punya niat baik, kita bisa berjuang dengan fasilitas yang ada.  Hasilnya tetap luar biasa.

Banyak teman saya, staf di ITB, mengomel tentang ITB.  Pokoknya di mata mereka ITB itu sangat buruk.  Kalah dengan kampus-kampus lain.  Banyak fasilitas ITB yang kalah bagus dengan swasta, misalnya.

Saya kurang sependapat.  Omelan ini agak kurang proporsional.  Saya pikir kampus kita itu masih bagus.  Bahkan saya terus mendorong anak-anak saya untuk berusaha masuk jadi mahasiswa di sini.  Itu bentuk pengakuan saya terhadap bagusnya ITB.

Fasilitas?  Coba bandingkan dengan fasilitas SD Muhammadiyah di Belitong itu.  Malu lah kita mengomeli fasilitas sebagus ini.

Bukan berarti teman-teman saya itu sepenuh nya salah.  Saya rasa ada juga omelan mereka yang benar.  We could have been better than this.

Cuma perhatian kita jangan terlalu terpusat pada fasilitas.  Fasilitas itu hanyalah penunjang.  Yang penting adalah intinya, kita dan anak-anak didik, yang harus belajar tentang kehidupan, tentang alam, tentang inovasi.  Untuk menjadi a better person.  Orang yang berguna untuk kemajuan bangsa kita.  Itulah pusat perhatian kita.

Ada banyak keluarga yang stres karena tidak punya rumah.  Harus ngontrak.  Ataupun punya rumah yang bukan seperti gedung-gedung hebat di TV itu.

Tanpa bermaksud untuk campur tangan, saya pikir hal yang sama terjadi.  Kita terlalu fokus pada fasilitas.  Jangan.  Mau di kontrakan kek, mau di mertua kek, mau di rumah sederhana kek, jangan pernah lepas perhatian kita pada membangun home.  Membangun relasi.  Membangun kasih sayang. Menjaga kebersamaan, agar tidak ada yang tertinggal.  Karena itu esensi dari keluarga, bukan pada fasilitas.

Dan yang tragis itu kalau fasilitas sangat memadai, tapi kegiatan intinya terkebelakang.  Fasilitas kampus hebat tapi orangnya cengeng.  Rumah gedung tiga lantai, tapi keluarga berantakan.  Itu sama dengan badan tinggi besar tapi kelakuan terkebelakang, bukan?

Saya kira namanya bangsa Indonesia ini memang masih membangun.  Jadi banyak fasilitas belum memadai.  Tapi justru itu.  Kita harus putar otak, bagaimana dengan fasilitas yang ada, kita bisa menghasilkan karya kelas satu.  Itu baru beneran hebat.


  1. salam kenal semua …

  2. bloggingly

    setuju. yang penting manusianya. sumber daya manusianya.

  3. membandingkan dengan fasilitas di univ lain?? hmm.. rumput tetangga memang selalu lebih hijau nampaknya pak. =P
    wajar ajalah kalo fasilitas di itb ga sebagus swasta.. kan bayaran mahasiswanya juga ga sebesar yang masuk swasta.

    setuju juga, yang penting harus dikembangkan ya manusianya, bukan fasilitasnya. hoho..

  4. Lho kata orang-orang mahal yg negeri dari pada swasta lho mbak Inez…

  5. fasilitas yg terpenting bagi manusia ada 2, akal (pemikiran) dan hati (perasaan) …. kalo kedua hal tsb rusak, baru lah boleh mengeluh😀

    so selama kedua hal tsb sehat2 saja, patutlah kita bersyukur…. bersyukur selalu bisa membuat kita beruntung dimanapun kita berada, apapun sekolah/universitas yg kita masuki

  6. He he he… gw banget pak.
    Pemikiran yang canggih, dalem!

  7. Kalau kita punya niat baik, kita bisa berjuang dengan fasilitas yang ada. Hasilnya tetap luar biasa. —> saya sependapat dengan anda.

    Tapi menurut saya pribadi, output (lulusan) ITB bisa bagus karena input-an (calon mahasiswa) ITB adalah bagus, nah kalo input-nya bagus tapi output-nya tidak bagus, berarti sistem yang tidak bagus. Seperti dimata kuliah Dasar sistem Kontrol itu loh,Pak Input – Sistem – Output
    (moga-moga pendapat saya ini salah)




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: