Saat tidak dilihat orang

Saya sering kuatir apa kata orang tentang saya.  Belakangan ini saya belajar untuk tidak lagi.

Ada masanya kita takut tentang citra kita.  Kita concern apa pandangan orang tentang kita.  Kita ingin menjaga citra sebaik mungkin.

Dalam banyak kasus, kita menganggap baik kalau kita lolos, kekurangan kita tidak ketahuan.  Kita menganggap nasib buruk kalau kekurangan kita akhirnya ketahuan orang.

Masalahnya kita itu tidak sempurna.  Tidak sedikit kekurangan dan kegagalan kita itu.  Jadi kita hidup penuh ketegangan.  Harus menjaga citra itu.

Saya pikir kita perlu belajar terbalik.   Kita belajar berbuat baik saat tidak dilihat orang.  Orang tidak perlu tahu.  Tidak penting orang tahu.

Sebaliknya, kita belajar berharap semoga kekurangan kita itu dilihat orang.  Memang berat.  Tapi maksudnya supaya kita mendapat feedback. Supaya kita ditegur. Supaya kita mendapat kesempatan perbaikan.

Dan yang terpenting kita bisa bebas menjadi diri sendiri.  Bebas dari takut dengan pikiran orang tentang kita.

Dengan demikian kita bisa tumbuh menjadi lebih baik.


  1. Hmm, “kena: sekali tipsny pak.

    dan usefull sekali. saya rasa kita semua perlu menambahkan resep “ketulusan” dalam kehidupan sehari – hari.🙂

  2. setuju sekali🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: