Mati dan Hidup Setiap Hari

Anda bisa tidak sependapat.  Tapi saya pikir kita itu setiap malam mati, dan setiap pagi hidup lagi.  For a fresh start.

Tidur dan mati itu tidak beda jauh.  Kita kehilangan kesadaran dan koneksi dengan dunia.  Kita tidak aware dengan kejadian di sekitar kita.  Praktis kita lumpuh dan tidak banyak bergerak.  Bahkan mati pun sering dibilang tidur panjang.  Bedanya, kalau tidur, kita bisa bangun lagi paginya.  Bangkit.

What a great miracle!  Setiap hari!

Saat kita membuka mata, melek di pagi hari, betapa gembiranya hati ini.  Kita bisa bertemu lagi dengan orang-orang yang kita cintai.  Saya bisa mendengar bunyi alat dapur berdetang-detang, sedang menyiapkan sarapan.  Bunyi gemercik air dari kamar mandi.  Suara merdu Ina dan anak-anak bersahut-sahutan.  I am alive again.  A new chance to love.  A new chance to laugh.  A new chance to grow.  A new chance to fix things.

Dan saat kita bangun, duduk berdiri, dan berjalan, bersoraklah dalam hati saat kita menemukan tubuh yang sehat.  Orang bisa mengejar harta.  Mengejar ketenaran.  Mengejar karir dan jabatan. Mengejar kepintaran.  Tapi kekayaan yang sebenarnya, the real richness, adalah saat kita berhasil merawat kesehatan kita. Karena kesehatan lebih berharga dari kekayaan.

Saat kita bangkit dari mati sementara itu, kita harus putuskan hubungan dengan masa lalu yang buruk.  Kita dilahirkan kembali.  Jadi kita jangan kembali ke manusia lama.  Manusia kemarin.  Beban hidup kemarin sudah cukup.  Ditinggalkan.  Jangan dibawa-bawa lagi ke hari ini.  Jangan diingat-ingat. It was death already last night.

Itulah guna terbesar dari tidur malam.  Untuk memutuskan hubungan dengan kekelaman hari kemarin.  Kemarahan hari kemarin.  Kekecewaan hari kemarin.  Tidur itu untuk memulihkan hidup kita.

Saya pikir kegembiraan hidup itu dimulai saat kita sadar bahwa setiap hari kita diizinkan Tuhan bangun pagi untuk menjadi manusia baru, yang lebih baik dari hari kemarin.  Bahwa ada kado baru yang sedang disiapkan kehidupan untuk kita hari ini.  Nice surprices.  New love.  New excitements.

Asik ya..


  1. Klo saya malah pernah berfikir bahwa hidup itu dimulai dari sekarang, yang kemaren2 adah memory yang “pre-programmed” oleh Sang Pencipta.
    kita hidup untuk menuntaskan tugas dengan modal atau sebaliknya handicap memory/kejadian atas masa lalu yang bukan “kita”.

    seberapa hebatkah kita sehingga bisa “berhasil” menyelesaikan tantangan kehidupan kita ke depan.
    jadi poinnya adalah bahwa kita harus penuh semangat, dengan sebaik2nya menjalani kehidupan terlepas dari kondisi masa lalu yang barangkali merupakan handicap karena kita dinilai cukup hebat dan akan mampu menghadapi tantangn tsb.

  2. Asik Pak Armein .. dan terima kasih Tuhan karena saya masih bisa bangun pagi hari untuk mendapati istri terkasih dan putri nan lucu ..

  3. Kalau nggak salah dalam Islam tidur itu memang disebut sebagai kematian kecil sementara kematian disebut kiamat kecil …

  4. Selalu ada ilmu yang dapat saya petik dengan membaca setiap tulisan bapak….saya sependapat dengan orang yang mengatakan bahwa tulisan bapak dapat menginspirasi orang lain untuk selalu belajar dan menjadi lebih baik dari sebelumnya…Terima kasih ya pak Armein

  5. Tambahan pak Oemar:
    Apabila langit terbelah, bumi diratakan, isi bumi dilemparkan maka itu disebut kiamat besar.

  6. David

    setuju Pak,

    jadi ingat “Markov Chain”

    “the future state of a model can be predicted based on present state of the model. The past state of the model is not significant on predicting the future state”

    -two thumbs up deh-

  7. @David

    kayaknya Markov Chain (dan kita) tidak sepenuhnya “memory-less” karena kalau mundur satu step apa yg disebut “present state” itu adalah “future state” dari “present-state” sebelumnya dst. jadi “past state” itu implisitly imbedded di “present sate” … CMIIW

  8. azrl

    @ OB: Menarik bahwa pada Markov Chain memori itu membantu kita agar chainnya bisa lebih pendek untuk kinerja yang sama. Jadi memori itu dimaksudkan untuk membantu, ya.

  9. @azrl

    Saya menggunakan MCMC (Markov Chain Monte Carlo) untuk pemodelan inversi data geofisika dimana “the next state” (model) lebih baik dari “the previous state” sampai dicapai konvergensi menuju state/model optimum yg ditandai oleh fitness antara data observasi dan respons model.

    Jadi, kayaknya memang “memori” digunakan untuk terus belajar menjadi lebih baik …




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: