Haruskah Harga BBM Turun? Jangan!

Pemerintah didesak menurunkan harga BBM.  Saya pikir justru jangan.  Saat ini adalah kesempatan pemerintah melepas harga BBM sesuai harga pasar dunia.  Dengan demikian negara tidak mensubsidi lagi ketergantungan kita pada BBM.  Sekarang waktunya untuk mendorong energi alternatif.

Beberapa waktu lalu harga BBM dinaikkan saat harga melebihi $100 per barrel, karena pemerintah tidak sanggup membayar subsidi. Pagi ini harga minyak mentah turun mencapai $62.65 per barrel. Jadi kata orang sekarang waktunya menurunkan harga.

Orang lupa, harga BBM kita itu akibat subsidi.  Dengan subisidi ini rakyat mensubsidi orang golongan menengah atas yang memiliki mobil dan mesin-mesin.  BBM sudah mulai menjadi barang lux dan mahal.  Tapi dengan subsidi kita mengkonsumsi barang lux ini seakan-akan barang komoditas.  Jadi masalah kita doble: ramai-ramai mengkonsumsi BBM dan kita harus bayar mahal melalui subsidi.

Saya pikir sudah waktunya subsidi dilepas.  Biarkan dinamika harga BBM mirip dengan dinamika harga kurs USD: mengikuti harga pasar. Dulu saat kurs rupiah dipatiok dengan fixed rate, pemerintah harus menopangnya dengan cadangan devisa.  Akibatnya pengusaha kita jadi manja dan rakus dollar. Sekarang kurs USD-rupiah sudah dilepas, floating, sehingga beban pemerintah berkurang.  Dan kita tidak terlalu semangat lagi membeli dengan dollar.

Sejak harga BBM naik saya sangat berhemat bensin.  Pergi dengan mobil seperlunya.  Demikian juga di rumah. Ina sangat berhemat gas.  Karena mahal.  Dan penghematan ini membawa kebaikan bagi semua.

Jadi saya pikir jangan lagi BBM disubsidi.  Mumpung kita sudah terbiasa berhemat, bertahap pemerintah melepas harga BBM sejalan dengan harga pasar.


  1. F

    satu kata : setuju.

    terbukti masyarakat kia bisa bertahan kan?🙂

  2. crappuccino

    masuk akal sih.
    Sekalian juga, bisa jadi solusi mengurangi kemacetan ^^
    Mungkin lebih baik lagi kalo lepasnya subsidi BBM ini dibarengi dengan peningkatan fasilitas angkutan umum. Jadi, misalnya makin banyak orang memilih untuk hemat BBM dengan menggunakan angkutan umum, masih tetap reliable.

  3. hehehehe … maaf yang bisa bertahan itu masyarakat tingkat mana yah ?

  4. Secara saya sih, seharusnya turun.
    Banyak orang-orang semakin susah justru pasca kenaikan BBM yang saat itu memang harga minyak dunia sedang tinggi. Logikanya ketika memang saat ini sudah turun, kenapa harus bertahan?

  5. iwansa

    Buat saya yang penting niat dari masing masing.

    Kita sebagai pemakai ya akhirnya terdidik secara benar bahwa kenyataannya seperti ini.
    Dari pihak pengada dan pemerintah niatnya harus baik dan jujur itu saja dulu.

    Tujuan dari diadakan pemerintahan untuk siapa sih. itu yang meski dipertanyakan sekarang. Kalau memang dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat mestinya negara kita sudah lebih makmur sekarang.

    Adakah pemimpin kita yang memiliki formula untuk mensejahterakan rakyatnya secara adil? nyambung ga ya.. hehe

  6. David

    Setelah melihat kehidupan di Taiwan, sy merasa kita di tanah air terlalu boros dengan energi. We take it for granted karena murah. Di Tw, selain karena mahal, masyarakatnya juga sadar energi, apa yg bisa dihemat, ya dihemat.

    Contoh simple: air. Air di wastafel dan toilet2 semuanya tidak ada yg namanya mengalir sepuasnya. Semuanya pake takaran, pake timer…enough is enough. Keran air diinovasi sedemikian rupa supaya kucurannya seefektif mungkin.

    memang awalnya pasti berat. Saya pikir dengan melepas subsidi, kita mengedukasi masyarakat untuk mengapresiasi energi dan sumber daya lainnya.

    -untuk Indonesia yg lebih baik-

  7. good_boy

    good post…😉
    membuka pikiran masyarakat juga neeh…
    tapi…
    masih agak ragu dengan pemerintah..
    jangan2, duit subsidinya masuk kantong sendiri😀

  8. Sepertinya jadi org kaya di negeri ini tidak enak.
    mereka selalu disalahkan, memakai bbm bersubsidilah, penggelapan pajak, memakai mobil mewah “bodong”.
    padahal kalo bayar pajak mereka lebih tinggi dari orang miskin, wajar jga sih diperlakukan lebih adil, jangan selalu dikambing hitamkan. Karena kalo saya perhatikan setiap kenaikan BBM, pasti org kaya yg disalahkan karena “tak pantas” menikmati BBM tersebut. Namanya prinsip ekonomi, ya org nyari yang murah dong, ngga peduli dia kaya atau miskin, dan kalo harga BBM turun, setuju sekali…😀

    it just my opinion……..🙂

  9. katumping

    saya setuju juga dengan pemikiran sperti ini.

    *swedi
    hehehehe … maaf yang bisa bertahan itu masyarakat tingkat mana yah ?

    nah, beban subsidi pemerintah berkuarang. sehingga bisa lebih di prioritaskan terhadap rakyat dibawah golongan standar. semoga dibuka banyak lapangan kerja, dan sistem pemerintah yang terus membaik.

  10. pemerintah sudah mengumumkan penurunan harga bbm, dan masih dikritik juga, katanya turunnya kurang banyak. sebel aja, masyarakat kita gak mau mendukung pemerintah, gak mau lihat pemerintah bener, maunya nyalahin terus… coz… yeah… apalagi kalau bukan ambisi politik pribadi? trus kapan indonesia bisa maju?

  11. se7 gak usah diturunkan, soalnya pemerintah gak berani jamin harga kebutuhan pokok juga akan turun, jadi yang enak hanya pemilik mobil mewah yang banyak menggunakan bbm, yang biasa naik sepeda onthel tetapa aja sengsara

  12. Om boleh koppas ya….!!

  13. nur

    oalah indonesia indonesia …. indonesia indonesia
    koq kaya agus
    Ya gitu indonesia, koq kaya belum tau?

  14. masalahnya harga bbm sekrang lebih mahal dari harga diluar.

  15. Harus turun dong mas, khan ngikutin harga dunia, biar masyarakat menengah kebawah bisa makan nasi pake tahu tempe lagi paling gak

  16. Alhamdulillah akhirnya turun lagi jadi Rp 4.500,- per liter
    Mang harus turun….
    Semoga besok2 bisa jadi Rp 3.000 per liter
    hehehehe…

  17. hemat itu terjadi ketika kita terbiasa berlebih, kemudian mengurangi sedikit pengeluaran yang biasa berlebih itu. jadi untuk bisa berhemat, pertama-tama kita harus berlebih dahulu.

    saya ingin sekali ikut berhemat mas. tapi sayangnya, saat ini belum bisa. masih jauh kekurangan.

    begitu juga sebagian besar rakyat negeri ini, mas. mereka pasti ingin juga bisa merasakan seperti apa sih rasanya berhemat.

  1. 1 Haruskah Harga BBM Turun? Jangan! - Welcome to Wong Bantul [Dot] Com

    […] baca informasi lain di sini […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: