Mengendalikan Diri

Memang benar kita harus bisa mengendalikan diri.  Tapi mengendalikan diri terhadap apa?  Mengendalikan diri supaya apa?  Apa persisnya maksud kita dengan pengendalian diri?

Saya pikir, pengendalian diri dimaksudkan supaya perilaku kita itu produktif, kreatif, ekpresif.  Supaya kita tidak lumpuh.  Supaya kita tidak merusak.

Baik orang sukses dan maupun gagal sebenarnya memiliki peluang yang sama.  Sama-sama diberi waktu 24 jam.  Sama-sama memiliki tubuh yang sehat.  Sama-sama diberi talenta dan modal dasar.

Tapi ada yang berani mencoba, ada yang tidak.  Ada yang berani bertahan, ada yang cepat menyerah.  Ada yang gigih, ada yang lembek.  Mengapa bisa berbeda seperti ini?

Jawabannya adalah: perilaku. Cara kita bereaksi.  Menghadapi persoalan yang sama, orang ternyata bereaksi berbeda.

Saya pikir perilaku kita itu, reaksi kita itu, adalah hasil kombinasi antara dua hal: (1) motivasi dasar alam bawah sadar dan (2) akal budi. Keduanya ini sering berkonflik, tarik-menarik, bernegosiasi, sehingga perilaku kita adalah hasil akhir dari kedua tarikan itu.

Orang yang tidak bisa mengendalikan diri adalah orang yang dikendalikan oleh motivasi dasar.  Oleh kekuatan pertama itu.  Motivasi dasar itu termasuk piramida Maslow.  Kebutuhan dasar, mulai dari berkembang biak, bertahan hidup, pengakuan eksistensi, sampai pada aktualisasi diri.

Kekuatan kedua, akal budi, agak berbeda.  Ia berbicara tentang dua hal: (1) sistem nilai dan (2) jati diri.  Sistem nilai adalah idealisme yang dianut yang ia anggap benar dan penting.  Sebagai contoh, orang yang beragama sungguh-sungguh akan menjunjung tinggi nilai-nilai agama.  Orang humanis akan menjungjung tinggi nilai kemanusiaan.  Pedangang akan menilai tinggi kesempatan profit keuangan.  Ia akan mengejar hal-hal yang menaikkan nilai ini.

Jati diri adalah pengertiannya tentang siapa sebenarnya dirinya.  Cara pandang tentang dirinya.  Tentang perannya.  Jika ia merasa ia adalah raja, maka perilakunya adalah perilaku memerintah dengan kuasa.  Bila ia memandang dirinya seorang bawahan, maka perilakunya akan menunjukkan peran patuh.  Jika ia merasa menjadi primadona, maka prilakunya juga adalah prilaku primadona.

Jadi apa pengendalian diri itu?

Pengendalian diri berarti sadar akan pengaruh kekuatan tarikan motivasi bawah sadar. Kita sadar tentang reaksi kita dan bisa melihat apakah reaksi ini datang dari tarikan motivasi dasar.  Bila ya, bila kita menemukan bahwa reaksi kita itu dipengaruhi kekuatan bawah sadar ini, maka kita perlu berhenti bereaksi, bertindak, atau berespons.

Sebagai gantinya, kita terapkan akal budi kita.  Dalam situasi ini, tindakan apa yang akan menaikkan nilai menurut sistem nilai kita?  Kemudian jati diri kita itu, peran kita itu, meniscayakan respons apa?  Jawaban dari pertanyaan inilah menjadi tindakan yang seharusnya.  Dan kita harus melakukan tindakan ini.

Jadi bila kita mampu bertindak sesuai dengan keputusan akal budi kita, bukan motivasi dasar itu, maka kita sudah mampu mengendalikan diri.

Memang saya sadar, sungguh melelahkan bila untuk setiap respons kita harus melakukan pertarungan antara bawah sadar dengan akal budi.  Tapi it is worth the effort.  Dan kabar baiknya adalah kita bisa melatih respons bawah sadar kita itu, sehingga sistem nilai dan jati diri kita itu perlahan-lahan tertanam di bawah sadar.  Sehingga konflik bisa berkurang.

Saat bawah sadar sudah sejalan dengan akal budi, maka kita menjadi dewasa. Kita bisa hidup dengan integritas: akal budi dan perilaku sudah sejalan. Tidak ada lagi masalah yang bisa menghalangi produktivitas, kreativitas, keberhasilan, dan bahkan sukacita kita.


  1. Tahir

    Pemikiran yang menarik, pak. Cuma ya itu, prakteknya sangat berat. Kadang kita tahu bahwa hal ini yang harus dilakukan sementara yang itu jangan. Tapi akhirnya kalah juga dengan motivasi dasar. Apalagi kalau terjadi berulang kali. Gimana cara ngatasinnya ya ?

  1. 1 self control – Site Title

    […] https://azrl.wordpress.com/2008/10/26/mengendalikan-diri/ […]

  2. 2 pengendalian diri (self control) – Site Title

    […] https://azrl.wordpress.com/2008/10/26/mengendalikan-diri/ […]

  3. 3 Pengendalian Diri (Self Control) – Website Kaia

    […] https://azrl.wordpress.com/2008/10/26/mengendalikan-diri/ […]

  4. 4 Self-Control – Site Title

    […] https://azrl.wordpress.com/2008/10/26/mengendalikan-diri/ […]

  5. 5 Self Control 1 – Site Title

    […] https://azrl.wordpress.com/2008/10/26/mengendalikan-diri/ […]

  6. 6 Self Control 1 | Site Title

    […] https://azrl.wordpress.com/2008/10/26/mengendalikan-diri/ […]

  7. 7 Self-Control 2 – Site Title

    […] https://azrl.wordpress.com/2008/10/26/mengendalikan-diri/ […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: