Reuni SMA

Tadi saya lihat di spanduk, ITB lagi ramai-ramai lagi melakukan reuni.  Reuni alumni, mantan mahasiswa ITB, selalu ramai.  Tapi reuni alumni SMA bagaimana?

Dipikir-pikir, masa SMA itu cukup singkat.  Cuma tiga tahun.  Dan saat itu kita masih remaja. Usia belasan tahun.

Saya masuk SMA Mardiyuana Sukabumi sekitar tahun 1977 dan lulus tahun 1981.  (Menjadi empat tahun, karena ada perubahan tahun ajaran.  Dulu tahun ajaran dimulai Januari.  Sekarang mulai Juli.)  Jadi masa SMA saya itu tigapuluh tahun lalu.  Dalam kurun waktu tigapuluh tahun terakhir, terlalu banyak yang sudah terjadi.  Apalagi dibandingkan dengan tiga tahun masa remaja itu.  Banyak sekali teman yang saya sudah lupa.

Akhir Desember tahun lalu angkatan SMA kami melakukan reuni di Sukabumi.  Saya berkesempatan hadir ditemani Kezia.  Dan betul.  Banyak wajah-wajah yang tidak familiar lagi.  Sebagian yang saya kenal itu kebetulan karena foto mereka sempat ada di album-album keluarga.

Tapi tidak apa-apa.  Saya sengaja datang untuk berterimakasih.  Saya datang untuk menyapa teman-teman.  Dulu saya merasa diperlakukan dengan baik.  Bersahabat.  Saya bukan dari keluarga kaya, tapi rasanya tidak pernah jadi masalah. Teman-teman SMA menyambut saya apa adanya.

Namanya juga remaja.  Masih belum ngerti.  Masih katak dalam tempurung. Masih belum bisa berekspresi dengan baik.  Masih kagok. Masih sering ngawur. Masih ketakutan akan hari esok.   Apakah diterima di universitas atau tidak.  Dalam situasi seperti itu rekan sekelas saling menemani saya empat tahun.

Saya juga sudah punya anak-anak seusia SMA.  Rekan-rekan saya juga.  Jadi kesempatan reuni itu juga untuk mengapresiasi betapa kehidupan itu berulang.  Anak-anak kita akan menjalani apa yang pernah kita jalani.  Jadi somehow we should use our experiences to help the kids.  Kami perlu saling mendorong untuk menguatkan keluarga masing-masing, termasuk making sure anak-anak kami tumbuh lebih baik lagi.

Jadi saya ke acara reuni SMA dengan perasaan seperti itu.

Oleh sebab itu juga saya senang sekali pergi ke Sukabumi itu dengan Kezia, yang masih SMA.  Sehingga Kezia bisa tahu ayahnya pernah seperti dia.  Dan saya juga bisa punya referensi, bahwa saya seumur Kezia saat bersama-sama dengan teman-teman SMA itu.  Acaranya bagus dan menyenangkan.

Saya masih sering mendapat undangan acara dengan alumni SMA saya. Termasuk halal-bihalal kemarin.  Tapi sayang tidak bisa memenuhinya, karena dilakukan di luar Bandung.  Semoga rekan-rekan saya tidak kecewa. Saya masih belum sempat keluar-keluar Bandung.  Nantilah, kalau acaranya di Bandung, saya pasti berusaha datang.


  1. madeyusadana

    jadi memang benerlah experience is the best teacher..teacher buat diri sendiri dan teacher buat orang lain ( anak2)..

  2. diego

    Kirain SMA Mariyuana. 😀

    *slaah fkous*

  3. keke_tea

    Reuni sma sangat asyik… kita bisa bertemu teman dan sahabat lama.Saya selalu menghadiri acara reuni sma selama 10 tahun terakhir, setelah berpisah selama kurang lebih 20 tahun…

  4. Entrieana

    Reuni bisa jadi ajang kangen2an, seneng ngelihat temen2 yg sdh sukses




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: