Krisis Keuangan AS

Kongres, DPR nya Amerika Serikat, menolak paket solusi masalah perbankan senilai $700 miliar.  Akibatnya indeks pasar modal sedunia jatuh, dan semua sport jantung.  Kecuali kita yang either tidak punya uang atau tidak mikirin, hehe.

Henry Paulson, menteri keuangan AS sedang kalang kabut.  Satu persatu lembaga finansial dan bank rontok.  Berbagai masalah finansial, seperti kegagalan bisnis subprime mortgage crisis sampai ke asuransi mengakibatkan ekonomi AS terancam lumpuh.

Kegagalan investasi yang dilakukan perbankan membuat bank kesulitan memberikan kredit.  Padahal ekonomi AS itu sangat ditopang oleh kemampuan mendapatkan kredit.  Setiap bulan korporasi menjaga cash-flownya melalui pinjaman jangak pendek, terutama untuk membayar gaji.  Orangtua meminjam uang untuk memiliki rumah atau mobil.  Mahasiswa meminjam uang untuk kuliah.  Begitu bank menghentikan proses kredit, maka semua proses ini terhenti.

Oleh sebab itu Hendry Paulson merancang paket solusi senilai $700 miliar.  Uang rakyat itu digunakan untuk membeli saham lembaga perbankan, sehingga lembaga perbankan mendapatkan suntikan dana segar.  Mereka bisa mengucurkan kredit kembali. Suatu saat, bila kondisi ekonomi membaik. Harga saham itu meningkat, dan pemerintah dapat menjualnya ke pasar.  Maka bukan saja kondisi ekonomi membaik, pemerintah bisa mendapatkan keuntungan selisih harga saham.

Ini bentuk intervensi pemerintah pada dunia bisnis.  Dunia bisnis dijuluki Wall Street, nama jalan tempat gedung pasar modal New York Stock Exchange.  Pemerintah dijuluki Main Street, nama jalan utama di kota-kota, tempat biasanya didirikan kantor pemerintah.  Jadi intervensi ini dijuluki sebagai pertolongan Main Street pada Wall Street.

Namun paket Paulson ini gagal disetujui Kongres.  Sebagaimana di Indonesia, di AS setiap budget pengeluaran pemerintah harus berbentuk undang-undang, artinya harus menjadi produk hukum yang disetujui DPR.  Meskipun Presiden Bush, serta para pimpinan partai Republik dan Demokrat telah mendukung paket ini, ia gagal menjadi undang-undang.  Sekitar 60% legistator partai Republik menolak paket ini.  Sebalikna 60% legislator partai Demokrat mendukungnya.

Ini memang menjadi pertarungan ideologis.  Parta Republik sangat percaya pada Adam Smith, bahwa negara tidak boleh mencampuri ekonomi.  Ekonomi harus bekerja sendiri melalui mekanisme kapitalis. Jadi kalau bank-bank Wall Street gagal, biarlah ia ambruk, karena itu alamiah.  Sebaliknya partai Demokrat percaya akan peran negara bagi ekonomi rakyat.  Negara harus campur tangan agar rakyat miskin bisa maju.  Jadi partai demokrat cenderung bersifat sosialis. Kedua cara pandang ini sedikit banyak mewarnai voting di kongres.  Hasilnya, paket Paulson ini ditolak menjadi undang-undang.

Bagaimana langkah berikutnya?  Tentu mereka akan segera melakukan langkah-langkah untuk mengusulkan draft solusi yang baru.  Kemudian mereka mencoba menggunakan prosedur hukum untuk kembali memperjuangkan undang-undang yang baru.

Terlepas dari isu-isu yang agak di luar kepentingan kita langsung, harus diakui banyak kita bisa belajar dari proses ini.  Dalam kondisi krisis besar, AS tetap berusaha taat konstitusi.  Kemudian, kita bisa melihat bagaimana ideologi secara jernih dituangkan dalam ide solusi dan pilihan voting.  Kita juga melihat bagaimana pentingnya skill politik dan kepemimpinan untuk mencapai kesepakatan nasional.

Kita tidak melihat demo-demo, aksi kekerasan atau aksi pressure groups untuk mempengaruhi proses legislasi. Yang kita lihat adalah upaya mengumpulkan leaders dari semua kubu untuk menghasilkan naskah solusi.  Kemduian mereka menjelaskan pada konstituen, baru kemudian mereka melakukan voting berdasarkan kombinasi ideologi dan pendapat konstituen.

Pada saat yang sama, para ekonom AS memutar otak untuk menginovasi solusi bagi persoalan bangsanya.  Sehingga hasilnya adalah kombinasi realitas ekonomi yang obyektif serta kejernihan ideologi yang subyektif.

Orang pintar selalu bisa belajar dari sebuah krisis.  Orang jenius belajar dari krisis orang lain.


  1. F

    Wow! seperti biasa : inspiring! 😀

    saya suka sekali kalimat terakhirnya :

    Orang pintar selalu bisa belajar dari sebuah krisis. Orang jenius belajar dari krisis orang lain.

  2. Lha org2 DPRnya Amerika bekerja sebegitunya, mengusulkan kesejahteraan rakyat, trus yg mau didemo apanya?

  3. mantap ulasannya bung

  4. rida

    kalo sistem ekonomi sosialis udh lama terkubur N sistem ekonomi kapitalis udh ada tanda2 bakal ambruk. bagusny diganti dengan sistem ekonomi yg gimana ya???




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: