Anatomi Perilaku

Pada akhirnya, apa yang kita lakukan itulah yang menentukan keadaan kita.  Baik atau buruk, senang atau susah.  Oleh sebab itu, kita perlu mengerti bagaimana kita bertindak.  Proses apa yang terjadi saat kita melakukan sesuatu.  Dengan mengerti ini, kita dapat melatih diri kita untuk berperilaku sukses.

Model sederhana dari tindakan manusia terdiri enam urutan langkah:

  1. Ada sebuah “fakta” keadaan yang dapat menghasilkan stimulus bagi pancaindera kita.
  2. Pancaindera kita menangkap stimulus ini.
  3. Otak sensoris intelektual kita menyadari adanya “fakta” ini beserta detilnya.
  4. Otak emosi kita mengasosiasikan perasaan positif, netral, atau negatif pada “fakta” yang kita sadari ini, menghasilkan perasaan ingin, tidak ingin, atau takut.
  5. Otak volisional (pengambil keputusan) kita memutuskan melakukan tindakan tertentu.
  6. Otak motorik kita bergerak melakukan action.

Sebagai contoh, saya bisa angkat sebuah ilustrasi dari urutan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Ada seekor ular masuk dalam kamar kita
  2. Mata kita melihat ular itu dan kuping kita mendengar desisnya
  3. Otak kita menyadari bahwa ada ular di kamar kita
  4. Emosi kita membanjiri tubuh kita dengan hormon rasa takut.
  5. Otak kita memutuskan untuk kabur dari kamar
  6. Otak kita menggerakkan tubuh kita untk loncat lari dan menggerak-gerakkan mulut kita berteriak-teriak minta tolong.

Dari contoh ini kita melihat peran langkah ke empat (emosi) yang sangat besar dalam mempengaruhi langkah ke lima, pengambilan keputusan.

Saat kita bertumbuh dalam kepercayaan diri, kita sebenarnya melatih diri mengendalikan pengaruh emosi.  Bukan meniadakannya, tapi menundukkannya pada sistem nilai dan/atau keyakinan diri.  Sistem nilai artinya sesuatu yang kita anggap penting dan berharga bagi hidup kita.  Keyakinan diri artinya apa yang saya anggap benar.

Sebagai contoh, mungkin kita sangat menilai tinggi uang.  Jadi kita mengikuti acara TV atau lomba untuk adu nyali.  Kalau kita berani memegang uar selama lima menit, kita mendapat hadiah uang besar, misalnya.  Maka ketakutan pada ular itu kita tundukkan dengan keinginan untuk mendapat uang.  Dengan demikian di langkah ke lima, kita mengambil keputusan yang berbeda dengan kasus ular masuk kamar tadi.

Aatau kita punya pengetahuan yang dalam tentang ular, sehingga kita yakin ular ini jinak.  Dengan keyakinan ini, maka kita malah mengambil ular ini dan memainkannya seperti binatang peliharaan, pet.  Emosi kita dikalahkan oleh pengetahuan yang benar, sehingga keputusan kita menjadi lebih baik.

Pola ini bisa diterapkan dalam banyak kasus sehari-hari.  Secara khusus kita bisa menggunakannya untuk keberhasilan hidup kita.  Baik keberhasilan profesional, mencapai impian, membangun keluarga, sampai mencari jodoh.  Kita melatih diri kita agar pola bertindak yang baik bisa menjadi habit.

Nah khusu bagi anda yang nirmitra, coba analisa langkah-langkah di atas dengan mengganti ular itu dengan lawan jenis yang menarik hati anda. It will be very interesting 🙂


  1. Mengikuti tulisan-tulisan Pak Armien, saya akui Anda bukan cuma seorang “engineer” tapi juga cocok menjadi seorang “konsultan pengembangan diri” Pak 😀

  2. davsam

    Nirmitra…
    sebuah kosakata yang baik pak… hoho

  3. ikanhiyu

    menarik pak..
    melatih diri mengendalikan emosi.

    Sekedar sharing, abis baca tulisan ini saya langsung inget saya agak2 takut sama ketinggian. [Sekarang sih udah mendingan, tapi dulu sempet saking takutnya naik eskalator yg di goldenTruly saya rela main di parkiran aja. Hehee.. padahal kalo ikut keatas kan ada kesempatan minta dibelii mainan baru sama mamah..]

    iya, trus jadi abis baca saya langsung naik ke atas atep gedung kantor, lumayan tinggi juga. mau tau apa sih yg saya rasakan kalo lagi di ketinggian.
    Pertama-tama sih gemeteran, tapi lama2 ya biasa juga.. mulai berani nempel ke pager pembatas, mulai bisa enjoy angin yg kenceng banget, make mental note kalo tempat ini bisa buat jadi tempatkabursementara kalo lagi setres sama kerjaan… sampai pakSatpam dateng dan ngingetin saya untuk jangan berkeliaran di atas atep. bahaya katanya…

  4. azrl

    @tedytirta: sebenarnya yang paling mendapat manfaat dari semua ini adalah saya sendiri 🙂 Thanks

    @ikanhiyu: wah senang mendengarnya. Cuma setahu saya memang ikan hiu itu memang tidak seharusnya keluar dari laut 🙂 Saya juga takut ketinggian. Dasarnya ya itu, takut jatuh, terus celaka. Cuma tidak parah, paling tangan keluar keringat dingin.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: