Conflict of Interests

Pertentangan kepentingan (conflict of interests) adalah istilah yang sudah saya kenal sejak lama, tapi baru saya bisa pahami beberapa tahun belakangan ini.  Wajar bila setiap orang punya konflik kepentingan.  Tapi bagaimana kita menyikapinya memperlihatkan siapa kita sebenarnya.

Setiuap orang memiliki cita-cita, impian atau ambisi.  Dan ini positif sekali. Dengan impian ini setiap orang menjalani hidupnya dalam kegembiraan.

Dalam mencapai cita-cita yang luhur, banyak orang memilih bergabung, mengorganisasikan diri dengan orang lain, atau bekerjasama dengan orang lain.  Kita membentuk komunitas.  Kita mencari mitra kerja.  Kita bertransaksi dengan pelanggan, penjual atau pembeli.  Melalui interaksi dan kerjasama ini, kita melakukan upaya bersama mencapai cita-cita bersama.  Dalam kebersamaan ini, muncul banyak pilihan dan alternatif.  Dan, demi kepentingan bersama, kita memilih alternatif terbaik.

Konflik kepentingan terjadi saat agenda pribadi kita mempengaruhi pemilihan alternatif terbaik.

Misalnya seorang guru ingin membantu anak didiknya agar bisa mengejar ketinggalan belajar.  Untuk itu ia bersedia memberikan les tambahan seusai jam sekolah.  Ini tujuan yang mulia, untuk kepentingan anak didiknya.  Namun dalam pelaksanaannya, anak-anak didik kemudian membayar uang les.  Dan guru melihat les tambahan ini sebagai kesempatan untuk menambah income.  Nah perlahan, les tambahan ini berubah menjadi tempat guruh menambah nafkah.  Terjadi conflict of interests, antara kepentingan siswa dan kepentingan guru.

Saya misalnya sedang memperbaiki dan merenovasi rumah saya.  Saya merekrut tukang, pekerja, dan mandor.  Kepentingan kita adalah bagaimana menghasilkan rumah yang baik, dengan harga yang terjangkau, dan imbalan yang wajar bagi para pekerja.  Masalah muncul ketika mandor saya mulai berinisiatif melakukan pembelian bahan-bahan.  Rupanya dia bisa mendapatkan ‘kickback’ dari penjual material bangunan.  Jadi keputusan-keputusan yang ia ambil tidak lagi untuk kepentingan semula, yakni menghasilkan karya bangunan.  Ini tidak penting lagi, karena yang paling penting adalah memaksimalkan uang kick back.

Di kantor pemerintah juga hal yang sama terjadi.  Sekitar enam tahun lalu saya pernah terlibat sebuah proyek dari sebuah departemen pemerintah di Jakarta.  Proyek ini bertujuan mulia, hendak membantu membangun sesuatu di Indonesia.  Tapi apa yang terjadi.  Ternyata proyek ini dibuat agar group dalam departemen ini bisa mendapatkan anggaran kegiatan sehari-hari.  Jadi proyek ini harus menyetor balik uang yang tidak sedikit jumlahnya.  Saya bingung karena kualita pekerjaan menjadi turun.  Ternyata pekerjaan itu tidak penting, yang penting uang bisa turun untuk kepentingan kantor itu.

Banyak departemen bisa mengatur pemenang tender kegiatan, agar uang proyek bisa disalurkan kembali kepda pemberi pekerjaan.  Bahkan ada pejabat yang juga memiliki perusahaan, sehingga pejabat ini membuat proyek untuk dimenangkan oleh perusahaan miliknya itu.  Di perusahaan BUMN pun cerita yang sama sering terjadi.  Pembelian barang-barang diatur sedemikian rupa supaya uang pembelian bisa dibagikan juga kepada oknum perusahaan.

Dalam konflik kepentingan seperti ini, tujuan mulia dikorbankan.  Tujuan pribadi, seperti pengayaan diri,  mengalahkan kepentingan bersama.

Kita semua tidak pernah lepas dari konflik kepentingan.  Oleh sebab itu penting sekali setiap orang untuk memastikan ia masuk ke organisasi yang memiliki kepentingan yang sejalan dengan  kepentingan pribadi.  Dengan demikian ia bisa menghindari banyak konflik kepentingan.


  1. kmastion

    penting untuk masuk ke perusahaan dengan budaya yang bagus. misal di perusahaan multinasional..:p

  2. Sepertinya banyak orang yang bekerja untuk uang. Bukan bekerja untuk dapat mencapai hasil kerja yang maksimal.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: